Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Anak Nakal


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


Sepertinya aku harus pulang paman, hari sudah malam. Lagi pula pekerjaanku juga masih banyak.'' Ucap Raka kemudian berlalu pergi meninggalkan Pamannya.


''Raka! tunggu! Paman belum selesai berbicara.'' Ucap Alex, Namun Raka tidak menggubrisnya.


Raka pergi dengan hati yang kesal. Ia tidak habis pikir, kenapa Pamannya malah mau menjodohkannya. Apa lagi dengan gadis itu. Gadis yang Raka amat tidak sukai.


''Bisa-bisanya Paman mau jodohin Raka sama gadis aneh itu, Aku gak akan mau. Tau gitu aku gak datang ke pesta itu.'' Ucap Raka, yang kini tengah duduk di minimarket sambil menggerutu.


(Teks Buat Pembaca Setia Raka)


''Aku sudah ada orang yang aku sukai, Apa para pembaca setia Raka tau? siapa orang yang Raka sukai? Ayo tebak jeng....jeng....jeng....Dia adalah.......Tentu saja orang yang Raka cintai para pembaca setia cerita Raka. Raka mau sebut tapi takut salah tulis. Authornya pelupa dan Oon maklumin ya sayang-sayangnya Raka😘😘😘😘😘.


Raka pun kemudian kembali lagi ke rumah sakit, Namun Di tengah perjalanan, ia tak sengaja melihat seorang gadis tengah tertidur di bangku taman. Dan gadis yang telah dilihat oleh Raka ternyata Gadis itu adalah Nadia.


''Gadis aneh, tidur kok di taman, Apa dia nggak tahu apa! di sini bahaya.'' Ucap Raka, kemudian Raka pun membangunkan Nadia. Namun Gadis itu tak kunjung juga bangun. ''Sepertinya Nadia terlalu lelah, sampai tidurnya seperti kerbau.'' Ucap Raka, kemudian dengan terpaksa Raka pun menggendong Nadia dan mengantarkannya untuk pulang.



Tapi emanga kalau gendong gitu yaπŸ€”, perasaan itu kaya gendong karung beras🀣🀣.


Dengan terpaksa Raka pun harus mengantarkan Nadia kembali ke rumahnya, Tapi Raka masih enggan jika harus kesana. Pasti Raka akan bertemu dengan Pamannya lagi.


Namun mau bagaimana lagi, Akhirnya Raka pun terpaksa mengantarkannya. Sesampainya di rumah Tuan Santoso ternyata rumah itu sudah sepi.


Dan tak lama kemudian gerbang pun terbuka dengan sendirinya. Di sana Tuan Santoso ternyata sudah menunggu-nunggu kedatangan putrinya.


Setelah berpamitan Raka pun segera kembali ke Rumah sakit. Mama dan Papanya sudah tertidur pulas. Raka pun kemudian mandi lalu melanjutkan pekerjaannya.


''Anak nakal! baru pulang kamu?'' Ucap Arshel, saat melihat putranya.

__ADS_1


''Udah dari tadi Papa! Raka masih banyak pekerjaan, Jadi lebih baik jangan mengganggu Raka dulu.


''Siapa yang mau mengganggumu, Papa kan hanya bertanya. Ngomong-ngomong, tadi di pesta apa tidak ada cewek cantik? Kenapa wajahmu di tekuk seperti itu?'' Tanya Arshel, lalu dia pun duduk disebelah putranya.


''Banyak.'' Apa Papa mau satu?'' Kata Raka.


''Boleh juga, asalkan Mamamu mengizinkan Papa menikah lagi.'' Ucap Arshel.


Dan tanpa di sadari oleh keduanya, ternyata Rania sudah terbangun dan berdiri di belakang Arshel dan juga putranya.


''Oh, mau menikah lagi ya? silakan, Aku tidak akan melarang. Tapi sebelum itu, silakan tanda tangani surat ini dulu!'' Ucap Rania sambil menyerahkan sebuah dokumen kepada Arshel.


Arshel dan Raka pun terkejut, melihat Rania sudah berdiri di belakang mereka. Membuat Arshel mati kutu karena ucapannya tadi.


''Mati aku!'' Batin Arshel.


Sedangkan Raka juga was-was, karena ia juga ikut berbicara soal, akan mengenalkan cewek pada Papanya. ''Bagaimana ini? kalau sampai Papa kena amuk, pasti aku pun akan kena.'' Batin Raka dalam hati.


''Apanya yang salah paham? aku juga sudah mendengarnya dengan jelas. Siapa tadi yang ingin mencari cewek di pesta ulang tahun putri Tuan Santoso?'' Ucap Rania sambil bersedekap tangan.


''Mana ada, Tadi hanya bercanda saja kok! iya kan Raka?'' Ucap Arshel sambil menggerlingkan sebelah matanya pada Arshel.


Arshel yang kurang paham, dengan kode yang di tunjukkan Arshel, Malah berkata: Mata Papa kenapa? kok berkedip-kedip?'' Ucap Raka dengan bodohnya.


''Haiiiia!'' Bocah ini, nggak bisa di ajak bekerja sama. Dasar Raka, awas kau kalau sampai Mamamu marah.'' Batin Arshel.


''Itu tandanya, Papamu memberimu kode, supaya kamu berbohong sama Mama.'' Ucap Rania, sambil melotot pada Arshel.


''Bukan begitu Mama. Sayang mata Papa hanya sedikit kelilipan. Bisakah membantuku untuk meniup mata Papa.'' Ucap Arshel, lalu ia pun mendekat kearah Rania, dan meminta Rania untuk meniupnya. Rania pun langsung menurut dan langsung meniup mata Arshel. Karena ia pikir, Arshel sedang tidak berbohong.


Mata Arshel memang sedikit merah, karena Arshel baru saja bangun, saat ia melihat putranya bekerja. Lalu ia pun mengobrol bersama, sampai-sampai tidak menyadari kalau obrolan mereka membangunkan tetangganya.

__ADS_1


''Apa masih sakit?'' Tanya Rania, Arshel pun menggelengkan kepala. ''Pengalihan yang sempurna.'' Ucap Raka, sambil menepuk bahu Papanya.


Ke esokan harinya, Alex berkunjung ke rumah sakit, mereka sedang ngobrol bersama Nia dan Arshel. Sedangkan Raka, ia pergi ke luar kota. Karena ada pekerjaan yang mendadak.


''Bagaimana menurut kalian, jika Raka kita jodohkan dengan Nadia.'' Ucap Alex, dengan tiba-tiba.


''Nadia?'' Siapa dia?'' Tanya Rania, karena Rania sudah lupa dengan Nadia. Karena memang pertemuan mereka pun baru satu kali di panti waktu dulu.


''Nadia Santoso yaitu: Putri tunggal dari Tuan Santoso. Dan sering pergi ke panti, yang kalian kunjungi setiap bulannya! Papanya salah satu donatur dipanti tempat kamu dulu.'' Ucap Alex.


''Sepertinya aku pernah bertemu dengan gadis itu, Di mana ya? aku lupa.'' Ucap Rania Sambil mengingat-ingat Nadia.


''Aku ingat! aku pernah bertemu Gadis itu di Panti waktu dulu. Lalu bagaimana pendapatmu tentang gadis itu? menurutmu cocok tidak kalau Nadia dengan Raka?'' Ucap Alex.


''Aku tidak setuju! biarkan dia mencari pasangannya sendiri.'' Jawab Arshel.


Benar juga, lagi pula, siapa yang akan tahan dengan anak nakal itu. Nadia Putri Tuan Santoso adalah orang yang terhormat. Mana mungkin bisa bersanding dengan Raka yang yang acuh dan cuek itu.


''Kamu tahu sendiri, keponakanmu itu susah di atur. Dan jarang berinteraksi dengan cewek.


''Bahkan, aku pun belum pernah mendengar Ia berbicara tentang wanita.'' Ucap Raka, menimpali pembicaraan istri dan juga kakak iparnya.


''Tapi, kemarin Tuan Santoso berbicara denganku waktu di pesta. Katanya ia ingin mempunyai menantu seperti Raka. Dan, ia berharap Raka dan kalian mau menerima Perjodohan ini. Lagi pula, Nadia gadis yang sangat baik, Mandiri, sopan, dan ramah.


''Aku tidak bisa memberimu jawaban Kak! menurut Nia, biarlah Raka yang memutuskannya, kami akan mendukung apa pun keputusannya.'' Ucap Rania.


....................


Terima kasih yang sebesar-besarnya Mala ucapkan kepada pembaca Setia karya Mala. Untuk teman-teman semuanya yang sudah mendukung karya Mala hingga sampai masuk ranking. Mala mohon dukungannya ya teman-teman. tinggalkan jejak VOTE, LIKE, RATE BINTANG 5 YA dan saran2 yang baik buat kemajuan novel ini. Dan mampir juga ke karya Mala yang lainnya.


Salam Sayang Dari Keluarga Besar Arshel dan Rania😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2