Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Sadar


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


Papa tau Nak! kamu jangan khawatir. Mungkin sekarang Pamanmu sudah bertindak. Papa yakin Paman Alex saat ini sudah tau siapa dalang di balik kecelakaan Mamamu.'' Ucap Arshel.


Hatinya sudah di penuhi dengan amarah. Arshel berjanji jika dia sampai menemukan dalangnya, Arshel tidak akan pernah melepasknnya.


Kini seminggu sudah Rania terbaring di rumah sakit. Dan setiap hari pula, Arshel dengan setia selalu menemani istrinya. Bahkan sekarang kantor di tangani oleh Stev untuk sementara.


Sedangkan Raka, ia lebih memilih membawa pekerjaanya di rumah sakit atau di rumah.


''Sayang, Kapan kamu akan sadar. ''Aku dan Raka sudah sangat merindukanmu! Cepatlah Buka matamu sayang.'' Ucap Arshel, sambil mengelus rambut Rania.


Arsel dengan telaten merawat dan menjaga Rania. Siang dan malam, bahkan sudah tiga hari ini ia tidak pulang ke rumah, dan lebih memilih menginap di rumah sakit.


Hatinya benar-benar hancur melihat kondisi orang yang sangat ia cintai, terbaring lemah tak berdaya. Bahkan dokter pun mengatakan: Entah sampai kapan Rania akan sadar. Semoga saja akan ada keajaiban yang akan membuat Rania segera sadar.


Tok tok tok...


''Papa!'' Panggil Raka.


''Kau sudah sampai Nak?'' Ucap Arshel.


''Wow! kau membawa pekerjaanmu lagi Nak? Apa kamu tidak capek, setiap hari membawa pulang pekerjaanmu.'' Ucap Arshel kepada putranya, sambil menepuk bahu Sang putra.


''Seandainya aku bisa cuti seperti Papa, pasti itu akan lebih baik. ''Agar aku bisa lebih fokus merawat Mama.'' Ucap Raka, kemudian Ia pun mendudukkan tubuhnya di sofa sebelah mamanya.


''Mah, kapan Mama akan membuka mata Mama? Raka sudah sangat merindukan Mama. ''Kenapa Mama betaj sekali tidur, apa Mama tahu? Raka kemarin mendapatkan penghargaan dari pemerintah.'' Ucap Raka, sambil mencium kening mamanya.


''Pah!'' Apa sudah ada perkembangan keadaan Mama Pah? Kenapa Mama lama sekali sadarnya?'' Tanya Raka kepada Arshel.


''Papa juga tidak tahu Nak, kita doakan saja semoga Mama lekas sadar.'' Jawab Arshel.


''Oh iya Pah, apa dalang penyebab kecelakaan Mama sudah tertangkap?'' Tanya Raka. Raka benar-benar sudah tidak sabar ingin membalas peebuatan orang tersebut.


''Sepertinya sudah Nak, dia sudah diurus oleh pamanmu.'' Jawab Arshel.


''Papa ingin menemuinya, tapi Papa belum sempat, Karena kamu tau sendiri Mamamu belum siuman.'' Ucap Arshel.

__ADS_1


''Kalau begitu biar aku saja yang menemuinya Pa, Papa jaga Mama dengan baik. Dan jika ada apa-apa segera kabari Raka ya Pa! Kalau begitu Raka pamit dulu. ''Raka ingin bertemu dengan paman Alex.'' Ucap Raka, kemudian Raka pun berpamitan kepada Papanya.


''Hei! Lalu pekerjaan kamu gimana ini?'' tanya Arshel.


''Biarkan di situ dulu. Nanti setelah menemui Paman Alex, Raka akan kembali lagi.'' Ucap Raka. Kemudian Raka pun pergi.


''Dasar anak itu, masih saja tidak berubah. Selalu terburu-buru. Raka-Raka.'' Ucap Arshel sambil menggelengkan kepalanya.


Namun saat Raka akan keluar dari rumah sakit, ia menabrak seseorang hingga barang-barang seseorang itu jatuh berhamburan.


Krompyang.....


''Aduh barang-barang saya.'' Ucap orang itu. Yang ternyata Nadia. Seseorang itu adalah gadis yang sama, yang pernah ditemui oleh Raka saat dulu berkunjung di Panti.


''Kau!'' Ucap gadis itu.


''Kenapa setiap kali aku bertemu denganmu selalu saja sial.'' Ucap Raka, sambil mengibaskan jas kemejanya yang terkena tumpahan minuman yang dibawa oleh gadis itu.


''Hei!, Kamu saja yang jalan tidak memakai mata, kenapa malah menyalahkan saya.'' Ucap Nadia.



Nadia Santoso


Putri dari salah satu pengusaha terkaya di kota A. Nadia hanya memiliki seorang Papa, sedangkan Mamanya, sudah Meninggal saat melahirkan Nadia.


Karena itu, setiap satu bulan sekali, keluarga Nadia akan menyumbangkan sebagian hartanya kepada Panti, ataupun orang-orang yang lebih membutuhkan, atas nama mamanya.


Nadia Anak yang baik manis dan pandai bergaul. Namun banyak kesedihan yang ia pendam seorang diri. Dan tak pernah ia perlihatkan kepada siapa pun.


''Sekarang kau harus bertanggung jawab! Lihatlah! semua makanan dan minuman ku sudah tumpah. Dan ini semua salahmu.'' Ucap Nadia, sambil menunjuk Raka.


''Hey, Tanganmu Bisakah di kondisikan! atau kupatahkan nanti.'' Ucap Raka.


''Ini bukan salahku, jelas-jelas ini salahmu! Kenapa jalan sambil menunduk, sudah tahu tempat umum, banyak orang yang berlalu lalang. Sekarang sudah tumpah, kau sendiri yang menabrak orang. Tapi malah masih menyalahkannya.'' Ucap Raka dengan datar.


''Pokoknya sekarang kau harus bertanggung jawab, jika kamu tidak bertanggung jawab! akan aku laporkan kepada ada Tante Rania.'' Ucap Nadia.

__ADS_1


''Silakan saja kamu bilang. ''Aku tidak takut, dan aku tidak peduli.'' Ucap Raka, kemudian Raka pun berlalu pergi begitu saja.


''Hei!! Kau Dasar menyebalkan! Awas jika nanti aku bertemu dengan Tante Rania, Akan aku laporkan kamu. ''Jangan sampai aku bertemu denganmu lagi, kalau tidak habis Kau!'' Ucap Nadia yang masih mengomel.


Kemudian Nadia pun meneruskan niatnya untuk menemani Neneknya.


Kini Raka sudah sampai di halaman rumah pamannya.


Masih terlihat sepi, entah ada orangnya atau tidak. Namun tak lama kemudian, pintu gerbang terbuka dengan otomatis.


Ternyata Paman Alex sudah berdiri di depan pintu gerbang.


''Ada apa kamu kemari Raka?'' Tanya Alex.


''Raka ingin bertemu dengannya, di mana dia paman?'' Tanya Raka.


Alex pun kemudian membaw Raka masuk ke dalam rumah, lalu meengajak Raka ke suatu ruangan rahasia.


Di sana Raka benar-benar di buat terkejut dengan apa yang ia lihat. Orang itu terikat di sebuah kursi, dan sudah babak belur. Wajah itu, orang itu Raka sangat jelas mengenalnya.


''Kau!'' Ucap Raka.


Namun orang itu malah tersenyum mengejek. Raka benar-benar di buat geram, ternyata orang yang mereka kenal dengan baik malah menghianati dan berani menyakiti Mamanya.


Raka sangat geram, hingga ia langsung memukul wajah orang itu. Alex pun segera memegangi Raka.


''Hentikan Raka! sudahlah! jangan mengotori tanganmu. Biarkan paman yang mengurusnya, penghiyanat seperti dia, tidak pantas kalau kamu sendiri yang bertindak.'' Ucap Alex.


''Baiklah paman! Aku serahkan penghianat ini pada Paman.'' Ucap Raka kemudian ia pun pergi dari tempat itu.


Sedangkan Alex, ia kini tengah tersenyum melihat orang itu. ''Kau berani menyakiti Adikku demi dia. bahkan sampai menghianati sahabatmu sendiri.'' Ucap Alex, kemudian ia pun meminta anak buahnya untuk mengurus orang itu.


......................


Jangan lupa tinggalin jejak ya. Like, Rateβ˜†5, Vote komen dan sarannya. Mala akhir-akhir ini kurang semangat. Jadi mohon dukungannya ya Teman-teman, jangan lupa ya.


Salam Sayang Dari Raka πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2