Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Kenyataan


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


''Kakak, aku sungguh hanya menganggapmu sebagai Kakakku saja. Aku tidak menyangka, kau memiliki perasaan lebih terhadapku. Aku pikir, hubungan kita hanyalah sebatas antara teman, adik dan juga Kakak. Aku sungguh tidak menyangka. Aku sangat terkejut, kakak mengatakan itu tadi. Maafkan aku Kak, aku sungguh tidak bisa menerimamu.


''Karena aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu.'' Jawab Nadia.


Bagai seribu pedang menancap pas ke jantung Jayden. Selama ini, Jayden berpikir kalau Nadia akan memiliki perasaan yang sama padanya. Jika di lihat hubungannya selama ini.


Malam ini, adalah malam yang Jayden nanti-nantikan. Namun ternya itu hanyalah impiam kelabu, yang tak mungkin menjadi indah.


Jayden pulang dangan hati yang hancur, meskipun ia sudaj berkata akan menerima apa pun keputusan Nadia, namun tetap saja ada luka di dalam hatinya.


Ia masih termenung di balkon kamarnya, di taman teras rumah, terlihat Raka sedang duduk termenung juga. Awalnya Jayden akan menghampiri Raka. Namun ponselnya berdering. Dan ternyata Papanya yang menelpon.


''Halo Pah.'' Ucap Jayden.


''Apa kabar mu Nak? dan juga adik-adikmu?'' Tanya Alex dari seberang sana.


''Kabar kami baik Pah, dan perusahaan di sini juga sudah mulai kembali normal.'' Ucap Jayden. Mereka pun mengobrol bersama. Namun, tak lama kemudian Alex pun bertanya.


''Apa Raka sudah bertemu dengan Nadia?'' Tanya Alex kepada putranya.


''Nadia?'' Nadia siapa maksud papa?'' Tanya Jayden.


''Nadia Putri Tunggal Tuan Santoso. Papa dengar Nadia pergi ke London juga. Papa pikir, kalian bisa saja bertemu di sana.'' Ucap Alex.


''Lalu, apa hubungannya dengan Raka?'' Tanya Jayden.


''Apa kamu belum mengetahui? kalau Tuan Santoso dan papa berencana menjodohkan Raka dengan Nadia.'' Ucap Alex.


Deg....


Jantung Jayden seakan berhenti. ''Nadia dan Raka di jodohkan? Bagaimana mungkin? Kenapa Raka tidak pernah bercerita kepadaku.'' Batin Jayden.


''Apa mereka sudah saling mengenal dan bertemu Pa?'' Tanya Jayden kepada Papanya.


''Tentu saja sudah. Mereka sudah beberapa kali bertemu. Bahkan Nadia juga datang waktu Ma'i mu kecelakaan.'' Ucap Alex.


Ini benar-benar membuat Jayden syok. Apakah hanya Iya yang tidak mengetahuinya?. Setelah selesai mengobrol dengan papanya, Jayden masih setia berdiri. Lalu ia pun menoleh kearah Raka.


''Apa sikap Raka berubah kemarin, gara-gara aku mengatakan kalau aku menyukai Nadia.'' Ucap Jayden.

__ADS_1


''Apa jangan-jangan Nadya dan Raka saling mencintai? dan apa gara-gara dia Nadya dan Raka tidak bisa bersatu?'. Jayden pun segera turun ke bawah, untuk menemui Raka.


''Raka!'' Panggil Jayden.


''Ada apa kak?'' Tanya Raka.


Raka pun berdiri menoleh kearah Jayden. ''Kenapa kakak berlari-lari?'' Tanya Raka.


''Tidak, kakak hanya ingin memberitahumu sesuatu.'' Ucap Jayden.


Jayden pun mengatakan, kalau iya dan Nadia tidak pernah ada hubungan apa-apa. Mereka hanya berteman dan saling menganggap sebagai kakak adik.


''Maksud kakak apa? aku sungguh tidak mengerti.'' Ucap Raka.


''Kau ini, aku sudah menjelaskannya panjang kali lebar! tapi kau, belum juga paham. Segera temui Nadia dan katakan kalau kamu menyukainya.'' Ucap Jayden.


''Kakak ini bercanda. Aku tidak menyukai Nadia.'' Ucap Raka, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.


''Kakak serius Raka, sepertinya Nadia juga memiliki perasaan terhadapmu. Apa kau akan membiarkan seorang perempuan menunggu. Jangan sampai keduluan di ambil orang loh.'' Ucap Jayden.


''Kakak boleh tanya sekali lagi?'' Tanya Jayden.


''Aku tidak tahu kak! tapi aku merasa, Mungkin aku sudah jatuh cinta padanya.'' Ucap Raka.


Jayden bisa melihat senyum tulus yang ada di wajah adik sepupunya itu. Iya kembali berpikir, bagaimana jadinya jika Nadia menerima lamarannya. Pasti ia akan sangat sungkan terhadap Raka.


Raka sudah seperti adik kandungnya sendiri. Jadi tidak mungkin ia egois terhadap adiknya itu. Jayden tidak pernah membeda-bedakan antara Taqy atau pun Raka. Jadi, apapun yang mereka sukai, jika Jayden bisa mewujudkannya, maka Jayden akan mewujudkannya.


Jayden pun tersenyum. ''Baiklah, aku akan mencari tahu perasaan Nadia lebih dalam lagi. Semoga saja Nadia memiliki perasaan yang sama terhadap mu. Jadi saat kau mengutarakan cintamu, Nadia akan langsung menerimanya.'' Ucap Jayden, Seraya menepuk bahu Raka.


''Benarkah Kak? terima kasih sudah mau membantuku.'' Ucap Raka. Jayden pun Kemudian berpamitan untuk segera masuk ke dalam. Lagi pula, hari sudah malam.


Ia juga menyuruh Raka untuk segera masuk dan beristirahat. Malam ini, hati Raka penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran di dalam hatinya. Ia sungguh tidak menyangka, Ia berpikir Jayden dan Nadia memiliki perasaan yang sama. Tapi ternyata, mereka hanyalah sebatas teman.


''Tapi tunggu dulu! Bukankah Jayden kemarin berkata kalau ia mencintai seseorang. dan seseorang itu yang baru iya kenal. Dan setauku perempuan yang dekat dengan Kak Jayden hanyalah Nadia. Aku jadi bingung, apa yang sebenarnya terjadi?'' Guman Raka, sembari menatap langit-langit kamarnya.


Ke esokan harinya...


Jayden dan Nadia pun kembali janjian untuk bertemu seperti biasa. Sebenarnya Nadia merasa sungkan terhadap Jayden, Iya sungguh merasa tidak enak. Karena sudah melukai hati Jayden.


Namun Jayden terlihat baik-baik saja. Ia sebisa mungkin menutupi perasaannya. Dan selalu tersenyum di depan Nadia.

__ADS_1


''Sudah lama menunggu?'' Ucap Jayden, saat ia baru saja sampai di tempat itu.


''Tidak Kak! Aku juga baru sampai.'' Ucap Nadia.


''Aku sungguh minta maaf soal kemarin, kakak tidak marah padaku kan?'' Tanya Nadia dengan hati-hati. Sungguh ia benar-benar merasa tidak enak.


''Jangan di pikirkan lagi, anggap saja, kemarin itu aku sedang latihan drama.'' Ucap Jayden sembari tersenyum. Senyum yang benar-benar menyakitkan. Karena senyuman itu harus sebisa mungkin menutupi lukanya.



''Ada apa Kakak meminta bertemu denganku?'' Tanya Nadia.


''Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.'' Ucap Jayden.


''Sepertinya sangat penting Kak?'' Ucap Nadia.


''Ya, ini sangat penting. Tapi sebelum itu, Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?'' Ucap Jayden.


''Tanyakan saja kak! jika aku bisa menjawabnya, aku akan menjawabnya dengan jujur.'' Ucap Nadia.


''Apa kamu memiliki perasaan kepada Raka?'' Tanya Jayden, langsung to the point.


''Astaga, apa ini? kemarin Kak Jayden mengungkapkan perasaannya padaku. Dan kenapa sekarang tiba-tiba menanyakan perasaanku kepada Raka. Apa yang harus aku katakan padanya?'' Batin Nadia dalam hati.


''Kamu tidak perlu merasa tidak enak, asal kamu tahu saja, Raka juga memiliki perasaan yang sama terhadap mu. Dan sebagai teman, aku tidak ingin kalian terbebani oleh perasaanku. Aku ingin kalian bersatu, karena kakak merasa kalian memiliki perasaan yang sama.'' Ucap Jayden sepenuh hati.


''Benarkah Raka memiliki perasaan yang sama terhadapku ku?'' Guman Nadia. Nadia sungguh merasa senang. Seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam hatinya.


-


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEβ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.


Salam Sayang Dari Jayden πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2