
Keesokan harinya
Arshel dan juga Rania kini mereka sudah bersiap-siap untuk kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang.
Kini mereka sudah turun ke lantai satu. karena kamar mereka di lantai 2." Mari Neng sarapan dulu." Ucap Mang Ujang pengurus Villa.
Kemudian Rania dan juga Arshel ikut sarapan, Meskipun mereka agak sungkan, karena sebenarnya mereka hanya numpang menginap saja dan tidak ingin merepotkan orang lain.
Setelah selesai sarapan, Rania dan juga Arshel pun berpamitan dengan Mang Ujang, dan meminta Mang Ujang untuk menyampaikan rasa terima kasihnya untuk pemilik Villa. Karena sudah bersedia menampung mereka.
Setelah Menempuh perjalanan agak panjang dan melelahkan, bahkan sampai-sampai Rania pun ketiduran. Hingga mobil Arshel kini terparkir di halaman rumah Rania.
Setelah berpamitan dan kembali ke rumahnya. Arshel masih termenung seorang diri di rumah mewahnya.
Ya.... beginilah hidup seorang Arshel, sendirian. Orang tua sudah meninggal. Bahkan saudara yang baru diketahui kehidupannya pun sudah meninggal.
__ADS_1
Cobaan yang sangat berat. Ingin berbagi beban, ingin berbagi fikiran. Namun Arshel hidup seorang diri. Lalu harus dengan siapa ia berbagi?. Andai kedua orang tuanya masih hidup, atau Andai saudara kembarnya Iya ketahui kehidupannya, pasti Arshel akan menjaganya dan tidak akan membiarkannya terluka.
Namun kini semua sudah terlambat. Tak ada yang perlu disesalinya. Kini yang ada, ia harus mendoakan kedua orang tuanya dan juga saudara kembarnya agar selalu bahagia dan tenang di alam sana .
Keesokan harinya
Libur Telah Usai. Rania akan masuk kerja seperti biasa, teman-temannya juga sudah kembali dari liburannya." Uh lelahnya nya libur 1 minggu pekerjaan menumpuk seperti 3 tahun ditinggal." Ucap Rania.
Dan sudah satu minggu ini Rania bekerja, namun ia tak pernah melihat Arshel setelah terakhir pertemuan mereka di Panti.
Sudah seminggu ini dia menghilang seperti Ditelan Bumi. Eh bukan ditelan buaya, bukan juga ah tapi kan Bos rese itu buayanya." Guman Rania yang geleng-geleng sendiri sampai- sampai kak Vivi heran melihat tingkah temannya itu.
"Habis kali obatnya." batin Vivi.
"Huh.... lelah sekali." Ucap Rania.
__ADS_1
Kemudian ia pun bersiap- siap untuk pulang. Karna waktu sudah menunjukkan pukul 17: 00 lebih.
Namun saat Rania berada di halte bus, tiba- tiba ada mobil berhenti didepannya, Rania bingung." Siapa pemilik mobil itu? dan untuk apa berhenti disini." Begitu pikir Rania. Karna di halte hanya ada Rania seorang saja.
Namun.....
"Kauuu..... belum sempat Rania bicara, tapi tangannya sudah ditarik oleh pemilik mobil itu.
"Huh menyebalkan sekali menghilang satu minggu, tiba-tiba datang menculik orang." Ucap Rania Dengan Ketus.
Ya orang yang berhenti di depan Rania dan menarik tangan Rania ke mobil adalah Arshel. Ia sengaja menjemput Rania hari ini, karena ia akan mengajak Rania pergi ke suatu tempat.
"Ya..... kau akan membawaku ke mana Pak Bos?. Ucap Rania dengan Ketus. Tanpa memikirkan sopan dan hormat karna ia sudah sangat lelah, karna begitu banyak pekerjaannya hari ini.
"Diamlah nanti kau akan tau!. Lebih baik kau istirahat dahulu!. Karena perjalanan kita akan sangat melelahkan." Ucap Arshel tanpa melihat Rania karna ia masih pokus menyetir.
__ADS_1
Dan dari pada berdebat. Pada akhirnya Rania pun menurut saja, dan mengikuti perintah Pak bosnya yang rese itu. Hingga tanpa terasa Rania pun sudah terlelap dalam mimpinya .