
ππ° Happy Reading π€΅π
Ailen dan Natan ternyata sudah di jodohkan oleh kakek mereka sejak mereka masih dalam kandungan. Karena Kakek Ailen dan juga Kakek Natan bersahabat sejak mereka masih SMA, Awalnya mereka akan menjodohkan anak mereka, Namun karena mereka sama-sama memiliki Anak laki-laki, Jadi yang meneruskan perjodohannya adalah cucunya.........
Pernikahan di gelar dengan sangat mewah, ya mau bagaimana lagi 2 pengusaha kaya menikahkan cucu tunggal mereka, tentu tidak akan sederhana bukan?.
Ailen terlihat sangat cantik dengan Gaun panjangnya, bak seorang putri di bawah sinar bulan yang menyilaukan. Bahkan Natan sendiri di buat terpana saat Ailen di tuntun oleh kedua sahabatnya.
Sedangkan Alin, ia malah sekarang sibuk berfoto sesuka hatinya. Membuat Nadia gemas dengan tingkah sahabatnya itu. ''Bagaimana jika tiba-tiba pacarnya datang pasti ia akan malu tujuh turunan.'' Guman Nadia sambil menutup sebagian wajahnya.
Karena memang Devano belum datang karena ia masih harus melakukan operasi.
''Alin!'' bisakah kau berhenti berfoto!'' Ucap Nadia.
''Ya!!'' kau ini, mumpung suamimu masih sibuk ngobrol ayo foto bareng.'' Ajak Alin pada Nadia.
Alin pun kemudia langsung menarik Tangan Nadia dan Ailen, mereka bertiga pun berfoto bersama.
Setelah selesai berfoto Ria, kini Ailen pun sudah duduk bersanding bersama dengan Natan. Dan Nadia, Iya dan Alin duduk berdua sedang makan. Raka yang melihat kelakuan istrinya pun hanya tersenyum. Entah mengapa, akhir-akhir ini Nadia sangat suka makan. Terutama makanan manis.
Jika ia melihat makanan manis, Nadia akan langsung menghampirinya. Dan tak lama kemudian, Devano pun datang, dari arah pintu Devano sudah bisa melihat kekasihnya itu sedang asyik makan bersama sahabatnya.
Devano ingin menghampiri kekasihnya itu, namun tangannya tiba-tiba di tarik oleh Raka. ''Hei,'' kenapa kau menarikku! Aku ingin menghampiri pacarku.'' Ucap Devano.
''Sejak kapan dia menjadi pacarmu?, Bukankah kamu di beri Tantangan untuk datang ke rumahnya! Apakah sudah datang ke sana?, tiba-tiba sudah mengklaim Alin sebagai pacarmu!'' Ejek Raka.
''Tentu saja sudah, bahkan orang tua kami sudah menentukan tanggal pertunangan kami. Kau saja yang tidak tahu.'' Ucap Devano.
''Benarkah?'' Kapan?, Kenapa aku tidak mengetahuinya!'' Ucap Raka.
''Kau ini memang selalu telat dalam hal apapun, bahkan istrimu saja sudah mengetahuinya.'' Ucap Devano.
''Kalian memang sungguh keterlaluan, Apakah aku sendiri yang belum mengetahuinya?'' Tanya Raka.
__ADS_1
''Tentu saja.'' Jawab Devano, Kemudian mereka pun duduk dan mengobrol. Ya,,, urusan pria lah entah bisnis entah keseharian mereka.
''Alin, sepertinya Pujaan Hatimu sudah datang tuh.'' Ucap Nadia, sambil menunjuk kearah Devano, yang kini sedang mengobrol dengan suaminya.
''Mana?'' Tanya Alin masih celingukan mencari Devano.
''Bodoh!'' lihat baik-baik! dia sedang bersama suamiku!'' Ucap Nadia, lalu meng arahrahkan kepala Alin ke arah Devano dan Raka.
''Wah iya, calon suamiku sudah datang.'' Ucap Alin, kemudian Ia pun meninggalkan Nadia begitu saja dan menghampiri Devano.
''Kau ini, saat kekasihnya datang, sahabatnya di lupakan, Awas ya! jika nanti kalian ribut Jangan mencariku.'' Teriak Nadia dengan kesal.
''Tidak akan! kamu selalu mendoakanku hal-hal yang buruk, Aku tidak akan bertengkar dengan my honey ku,'' Ucap Alin. Lalu ia pun menjulurkan lidahnya untuk mengejek Nadia.
''Kau berani mengejekku! awas kau!'' Gerutu Nadia, kemudian Nadia pun menyusul Alin dan menghampiri suaminya.
Setelah selesai menghadiri pesta resepsi pernikahan Alin dan juga Natan, kini Nadia dan Raka sudah kembali ke rumahnya. Namun, tiba-tiba sebelum Nadia masuk rumah, ia jatuh tak sadarkan diri di depan pintu. Hingga membuat Raka terkejut dan Panik.
Raka pun kemudian langsung menggendong Nadia masuk ke dalam, lalu segera menelpon Mamanya. ''Eh salah, kenapa Aku menelpon Mama, kenapa tidak menelpon dokter.'' Ucap Raka.
Karena terlalu panik, Raka sampai lupa, jika harus menghubungi dokter dahulu. Tak lama kemudian dokter Rika sekaligus tetangga Rania, datang bersama Mamanya.
Dokter Rika pun segera memeriksa keadaan Nadia, Semua terlihat cemas. Mereka takut jika penyakit Nadia kambuh lagi, rasa Kehilangan atas kepergian Jayden, masih terasa sampai saat ini. Raka tidak ingin memikirkan, Jika ia harus kehilangan orang yang ia sayangi untuk kedua kalinya.
''Tenangkan pikiranmu nak, istrimu baik-baik saja.'' Ucap Rania.
''Bagaimana bisa aku tenang Mah! jelas jelas Nadia pingsan di hadapanku.'' Ucap Raka, Bahkan ia tak sadar air matanya sudah mengalir.
''Hei, kau ini pria apa bukan? begitu saja sudah menangis. Dan Mama jamin, setelah kamu mendengar penjelasan dokter, kamu pasti akan menangis lagi.'' Ucap Rania kepada putranya.
''Memangnya kenapa Mah?, Istriku baik-baik saja kan?'' Tanya Raka dengan penasaran.
''Tentu saja Tuan, istri anda baik-baik saja.'' Ucap sang dokter.
''Selamat, istri Anda tengah mengandung, dan usia kandungannya sekitar 14 Hari. Masih rentan, perlu banyak istirahat, jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang membuatnya kelelahan.'' Ucap dokter.
Raka sungguh terkejut, mendengar penjelasan dokter. Ia sungguh tidak menyangka, Ia akan secepat ini mendapatkan kabar bahagia dari sang istri.
''Benarkah?'' benarkah istriku sedang hamil?'' Tanya Raka. Raka sungguh ingin mengulangi apa yang ia dengar barusan.
__ADS_1
''Iya Tuan, selamat.'' istri Anda tengah hamil saat ini.'' Ucap dokter. Kemudian Raka pun masuk kedalam untuk menghampiri sang istri. sedangkan Rania, ia mengantarkan dokter Rika pulang karena kebetulan hari sudah sangat malam.
''Karena tadi, Rania yang menjemput dokter Rika. Karena kebetulan, rumah dokter Rika bersebelahan dengan rumah Rania. Sesampainya di kamar Raka langsung mencium kening istrinya.
''Terima kasih sayang, terima kasih sudah mau mengandung anakku.'' Ucap Raka, sambil menciumi telapak tangan istrinya. Nadia yang merasa tidurnya terusik, Ia pun terbangun.
''Ada apa?, Kenapa malam-malam mengganggu tidurku?'' Ucap Nadia.
''Hei, Bukankah Biasanya aku selalu mengganggumu?'' Ucap Raka dengan jahil.
''Ya,'' kau memang selalu membuatku tidak bisa tidur. Tapi tidak bisakah malam ini kau membiarkanku tidur. Aku sungguh lelah sekali.'' Ucap Nadia. Raka pun tersenyum mendengar perkataan istrinya.
''Iya, Baiklah! aku tidak akan mengganggumu malam ini Sayang.'' Ucap Raka, kemudian Raka mencium bibir sang istri.
''Hei, katanya kau tidak akan mengganggu, kenapa malah menciumku.'' Gerutu Nadia.
''Kau ini, sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, tapi masih tetap bawel. Aku harap kau tidak cerewet seperti Mamaku.'' Ucap Raka.
''Apa maksudmu?, apa aku hamil?'' Tanya Nadia, dengan penasaran.
''Sayang, kau belum sadar, bahkan tadi kamu pingsan di depan pintu sayang.'' Ucap Raka, lalu memeluk istrinya.
''Benarkah?'' benarkah aku hamil.'' Nadia sungguh tidak percaya, secepat ini Tuhan berikan anugrah terindahnya.
''Iya,'' kau sedang hamil, usia kandunganmu sekitar 2 minggu kata dokter.'' Ucap Raka.
''My hubby, kita akan menjadi orang tua!'' Ucap Nadia. Nadia dan Raka sungguh sangat bersyukur.
Di balik kesedihan, ternyata masih ada kebahagiaan yang terselip. Di balik musibah, pasti akan ada hikmahnya. Semua orang harus Bangkit dari keterpurukan nya, bangkit untuk meraih kebahagiaan, dan melupakan segala kepedihan dan kesedihan yang pernah kita lewati. Ingat, kita harus berjuang untuk mencapai kebahagiaan itu. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang tiba-tiba jatuh dari langit, kebahagiaan itu harus kita raih harus kita perjuangkan.
-
-
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEβ 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.
Salam Sayang dari penganten baru π€΅π°