
Happy Reading.....
Semenjak kejadian Rania pingsan, dan sampai masuk rumah sakit. Membuat Arshel semakin ketat dalam menjaga istrinya.
Terkadang sampai membuat Rania merasa jengah, Karena semua sudah diatur oleh Arshel."
4 Bulan telah berlalu semenjak Rania dirawat dirumah sakit. Kini usia kandungannya pun memasuki pase melahirkan. Ada rasa sedikit takut dalam hatinya Rania.
Namun meski begitu, Rania tetap sangat tidak sabar menanti kehadiran buah hati mereka.
Hari ini seperti biasa. Rania kembali ke rutinitas biasanya memasakkan makanan kesukaan Suami tercintanya. Rania memang sudah mulai mencintai suaminya itu, semenjak ia kembali sikap dan sifat Arshel berubah 180 derajat.
Sikapnya menjadi lembut. Dan terkadang malah suka berlebihan. Namun Rania selalu menghargai dan memakluminya.
Setelah selesai memasak Rania berencana akan pergi ke panti sebentar. Karena hari ini Rania sengaja memasak agak lumayan. Tapi sebelum ke panti Rania ke makam terlebih dahulu.
Karena sudah agak lumayan lama, Nia tidak berkunjung ke makam orang tuanya dan juga kak Farhan.
"Halo." Apa kabar mama papa?" Maaf Nia baru bisa datang kemari!." Ucap Rania. Kemudian Rania pun menguntaikan doa, untuk mama dan papanya sebelum ia berpindah ke makam kak Farhan.
__ADS_1
Tidak ada yang berubah. Dan masih sama seperti yang dulu. Rania masih saja tidak berubah, seperti saat ini, ia tengah asik berbincang dengan nisan dan poto kak Farhan.
Setelah dari makam, Rania pun bergegas untuk segera ke panti. Karena sebelum jam makan malam, Rania harus sudah ada dirumah.
''Apa kabar Bu?'' Tanya Rania setelah sampai di panti.
''Kami selalu baik nak!'' Karena Allah senantiasa menjaga kita semua.'' Ucap Ibu Ella.
"Wah Nia!'' Sepertinya kamu sudah siap melahirkan nak?. Tanya Ibu Ella, Sambil mengelus-elus perut Rania.
"Sepertinya ia bu, Karena akhir-akhir ini perut Nia terkadang mules rasanya. Nia deg-deg kan terkadang bu!'' Ucap Rania.
''Banyak-banyaklah berdoa Nia, Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu, Lalu bagaimana dengan Arshel?. Tanya Ibu Ella.
''Bagus dong malahan.'' Berarti janji dia bukanlah isapan jempol belaka. Karena ia mampu membuktikannya.'' Ucap Ibu Ella.
Namun saat masih asyik mengobrol ria, tiba-tiba Rania berteriak kesakitan memegangi perutnya.
"Ibu!!. Kenapa perut Nia terasa sakit?. Ucap Rania meringis menahan sakit. Dan tak lama kemudian air ketuban Rania pecah, Dan membuat panik seluruh panti.
__ADS_1
Rania pun dilarikan kerumah sakit. Ibu Ella segera menghubungi Arshel dan mengabarkan bahwa saat ini Rania akan melahirkan.
Arshel yang mendengar kabar bahwa istrinya akan melahirkan, Arshel pun langsung membatalkan rapat. padahal saat ini, Arshel tengah menghadiri rapat yang sangat penting dan menyangkut proyek yang sangat menguntungkan untuk perusahaan AR group.
Namun demi anak dan istrinya yang kini tengah berjuang, Arshel pun langsung meninggalkan kantornya untuk menuju rumah sakit.
Setelah sampai disana sudah terlihat ibu Ella dan juga keluarga besar Rania, dan juga teman-teman lainnya.
Dokter pun meminta Arshel untuk masuk menemani istrinya. Karena sedari tadi Rania selalu memanggil suaminya.
Untuk pertama kalinya Arshel melihat, betapa besarnya perjuangan seorang ibu dalam melahirkan putra mereka. Ya jenis kelamin anak Rania dan Arshel adalah laki-laki.
Dan itu menambah kebahagiaan bagi Arshel. Apa lagi saat mendengar putra mereka menangis untuk yang pertama kalinya.
"Welcome to the world of baby Raka." Ucap Arshel, kemudian ia pun meng azaninya. Setelah itu baru di berikan kepada mamanya untuk diberikan asi.
Kebahagiaan terlihat jelas dimata Rania dan Arshel. Setelah kelahiran putra pertamanya itu.
"Ngomong-ngomong,'' Kalian sudah menyiapkan nama belum?, untuk putra kalian.'' Tanya kakek Johnson.
__ADS_1
"Sudah kek.'' Nama putra kami adalah Raka Adhitama Johnson." Ucap Arshel dengan bangganya. Karena selain nama keluarganya, nama Johnson pun tersemat di nama putranya.
"Selamat ya sayang.'' Dan terimakasih karena sudah mau menjadi ibu untuk anakku.'' Ucap Arshel kemudian ia pun mencium puncak kepala istrinya itu.