Tentang Dia

Tentang Dia
Ingin menemukan saudaraku


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Namun Arshel masih setia berdiri balkon rumahnya. Iya Masih memikirkan tentang Farhan." Aku yakin bahwa Farhan yang dimaksud Rania adalah Farhan saudaraku.


"Aku harus mencari tahu segalanya, agar aku bisa memastikan bahwa Farhan kekasih Rania adalah saudara kembarku, tapi dari mana aku harus mulai menyelidiki nya huuh?" Ucap Arshel.


Hari berikutnya


Hari ini di tim B tim Rania Masih liburan, karena mereka mendapatkan liburan selama satu minggu.


"Aku akan ke panti sajalah. Gara-gara Pak Bos rese itu, aku jadi tidak ke panti kemarin. Padahalkan aku rindu sekali dengan Bu Ella dan juga anak-anak. Tapi aku paling Rindu dengan Kak Farhan." Ucap Rania dengan sendu. Karena biasanya Rania akan sama-sama pergi ke panti bersama Farhan. Dan memberikan beberapa hadiah kecil untuk anak-anak panti.


Namun hari ini, ini untuk pertama kalinya setelah kehilangan Kak Farhan, Rania pergi ke panti sendirian, kini ia sudah bersiap-siap mengenakan kemeja biru kotak-kotak dan bawahan rok Denim.

__ADS_1


"Oh cantik sekali." Ucap Rania dengan tersenyum.


Namun sebelum ia pergi di depan rumah sudah ada Arshel yang berdiri bersandar dengan mobil mewahnya." Untuk apa lagi dia ada disini!" Batin Rania.


"Eh Pak Bos, ada apa Pak pagi-pagi kemari...?" Ucap Rania dengan polosnya. Eh tunggu dulu padahal dalam hati, dia sudah mengumpat kesal karena Arshel menghancurkan moodnya.


"Kau mau ke mana...?" Tanya Arshel malah tidak membalas pertanyaan Rania.


"Saya sedang ada urusan Pak. Apa Bapak memerlukan sesuatu...?" Ucap Rania.


"Ya.... Kenapa dia menyebalkan sekali. Pagi-pagi sudah kemari dan sekarang membuat keributan. Apa tidak bisa dia membiarkanku hidup tenang sehari saja!" Batin Rania dengan kesal dan cemberut.

__ADS_1


Namun akhirnya Rania pun memberitahu Arshel. Bahwa ia akan pergi ke panti untuk menemui Bu Ella pengurus Panti, dan juga anak-anak. Karena sudah lama ia tidak kesana. Dari pada Rania tidak jadi pergi ke panti gara-gara Arshel, lebih baik ya Jujur Saja.


"Baiklah Ayo!" Aku akan mengantarkanmu. Aku juga ada urusan dengan pengurus panti. Antarkan juga aku ke sana, aku akan ikut denganmu." Ucap Arshel sambil membukakan pintu mobil untuk Rania.


"Apa-apaan dia kenapa malah ikut. Haduh sehari saja Bisakah Pak Arshel membiarkanku hidup tenang." Batin Rania. Namun Ia juga tidak bisa membantah hingga akhirnya mau tidak mau masuk mobil dan mengikuti kemauan Pak bosnya yang rese.


Mobil pun melaju kencang. Setelah menempuh Berapa mil perjalanan, akhirnya mobil pun berhenti di sebuah pekarangan rumah singgah yang sederhana. Rumah singgah Pelangi Panti Asuhan tempat Rania dan Farhan dibesarkan.


Kedatangan Mereka pun sudah disambut oleh Bu Ella dan juga anak-anak. Karena sebelum datang, Rania sudah menyempatkan diri untuk menelpon Bu Ella, bahwa ia akan datang ke panti hari ini.


Namun saat Arshel ikut turun, semua orang tercengang Ibu Ella dan para pengasuh dan juga anak-anak Panti, mereka seakan dibuat akan pingsan karena melihat Arshel yang mirip sekali dengan Farhan. Sampai-sampai Ibu Ella hampir saja tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Farhan." ucap ibu Ella.


"Bukan bu, dia adalah pak Arshel bos ditempat kerjaku." Ucap Rania yang berusaha menjelaskan agar mereka tidak terkejut.


__ADS_2