Tentang Dia

Tentang Dia
Salah Faham


__ADS_3

Pagi yang cerah ini Rania terbangun karena merasa sesak saat ada sebuah tangan yang menimpa dadanya , Ia pun menoleh ke arah suaminya yang kini tengah memeluk dirinya .


" Kapan ia masuk ke kamar ...???.


"Kenapa aku tidak menyadarinya ,"batin Rania.


Kemudian Rania pun bergegas untuk membersihkan diri lalu memasak di dapur.


Seperti biasa ia membuatkan sarapan meski sudah ada pelayan yang siap melayani mereka apapun permintaannya , namun Rania masih suka mengerjakan segala sesuatu seorang diri. Karena ia tidak ingin banyak merepotkan orang lain ,itung-itung olahraga pagi.


Setelah semua masakan selesai dimasak dan tertata rapi di meja , saatnya ia membangunkan suaminya meski hatinya masih sedih dan juga masih marah. Namun Ia juga tak bisa melupakan kewajibannya sebagai seorang istri .


Pelan-pelan ia melangkah kamarnya saat ia hendak masuk tiba-tiba Arshel pun sudah keluar dan sudah rapi . Rania pun bungkam kemudian Rania hendak masuk, namun tangannya ditahan oleh Arshel.


" Mau ke mana kamu ...? "tanya Arshel.


"Aku akan masuk sebentar," jawab Rania .


"Bukankah kau ingin membangunkanku untuk mengajakku sarapan , kenapa sekarang malah kau tinggal pergi ,"ucap Arshel .

__ADS_1


Kemudian Arshel pun menggandeng tangannya Rania dan mengajaknya untuk sarapan bersama. Rania yang tidak bisa menolak pun hanya pasrah mengikutinya ,meski ia masih bungkam.


Makan pagi ini terasa sangat berbeda ,Hawa dingin sungguh sangat terasa bahkan yang terdengar hanya dentingan sendok dan piring saling bersahutan.


Setelah selesai makan Rania akan membersihkan piring- piring nya namun saat hendak mengembalikan piringnya ke dapur, Arshel pun mencegahnya


"Apa yang kau lakukan, duduk lah aku ingin berbicara denganmu kita harus menyelesaikan segala kesalahpahaman yang sedang kita alami ,"Ucap Arshel .


"Biarkan saja para pelayan yang membereskannya," katanya lagi.


Kemudian ia menggandeng Rania dan membawanya ke taman belakang ,csetelah sampai Rania pun Hanya duduk diam . Ia kini juga Tengah menunggu apa yang ingin dibicarakan oleh Arshel .


"Aku akan meminta maaf , tapi sungguh aku tidak mengerti apa salahku...???.


" Astaga dia masih belum menyadari Apa kesalahannya ,Jika dia tidak ingin meminta maaf Kenapa harus mengajak untuk berbicara ," batin Rania.


Rania yang kesal karena Arshel belum juga menyadari kesalahannya, Ia pun masih diam membisu .


"Bisakah kau mengatakan apa kesalahanku aku janji akan memperbaikinya ,"ucap Arshel melembut.

__ADS_1


Padahal rencananya ia ingin mengungkapkan perasaannya kepada Rania di vila ini . Namun semua terasa gagal, belum sempat ia menyatakan perasaannya masalah demi masalah selalu datang begitu saja .


Bahkan rasa Tiada redanya.


"Oke apa kau marah karena Syahril ,"tanya Arshel .


"Nah itu tahu ,kenapa masih tanya," batin Rania dalam hati.


" Rania Maafkan aku jika perasaanku mungkin tidak peka, dan Mungkin aku bukanlah orang yang romantis . Tapi sungguh aku dan Syahril tidak ada hubungan apa pun kami murni berteman.


" Syahril adalah temanku dari kecil apalagi saat aku di tinggalkan kedua orang tuaku dan juga Farhan Syahril lah yang selalu menemaniku ,"ucap Arshel.


" Kau tidak perlu cemburu dengan Syahril ,karena Setahuku Syahril sudah memiliki seorang pacar.


Rania Masih dia membisu , karena ia tahu sesama wanita ia mengetahui bagaimana perasaan Syahril terhadap parcel bukan hanya sekedar teman.


Melainkan lebih dari sekedar teman Baiklah.


Aku berjanji akan menjaga jarak dengan Syahril, Bisakah engkau percaya padaku dan berikanlah aku kesempatan ," ucap Arshel.

__ADS_1


Dan akhirnya Rania pun mulai angkat bicara.


" Baiklah aku akan memberimu kesempatan, Bisakah engkau menjaga jarak dengan Syahril . Sesama wanita aku tahu bagaimana perasaannya mungkin bagimu dia hanya sebatas teman tapi yang aku lihat dia menganggapmu mu lebih dari sekedar teman, "ucap Rania.


__ADS_2