Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Cobaan Apa Lagi


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


Bukan siapa-siapa Pah, hanya teman kuliah Raka dulu.'' Ucap Raka.


Yaaaah... Karena tadi Arshel sempat melihat Jenny datang, saat Arshel berada di balkon. Sedangkan Raka, Raka sudah berdiri di belakang ruangan tamu saat mendengar pelayan memanggil Rania. Jadi, Raka pun sudah mendengar semua pembicaraan Mamanya dan Jenny.


................


Ke esokan Harinya...


Seperti biasa Pagi-pagi sudah menjadi tradisi di keluarga Rania, Yaitu keributan antara Papa dan Anak. Hedeeh.


''Sudah-sudah, ini sudah siang kalian nanti telat. Lebih baik segeralah berangkat!'' Ucap Rania.


Arshel dan Raka pun berpamitan dengan Rania, Raka memiliki perusahaan sendiri, pemberian Kakek Johnson. Tapi terkadang, Raka juga bekerja di kantor Papanya. Ya suka-suka dia lah orang dari bayi udah di kasih perusahaan atas nama Raka dari Kakek Johnson.


Hari ini, perusahaan Raka sedang mengadakan pembukaan cabang baru. Jadi semua orang sangat sibuk. Sampai-sampai Raka tak bisa pulang ke rumah untuk makan siang.


Ya Raka akan pulang atau akan ke perusahaan Papanya, saat makan siang. Karena Arshel meminta kalau bisa, lebih harus menghabiskan waktu bersama keluarga.


Dan karena kesibukan Raka hari ini, Rania pun yang harus mengalah, mengantar makanan ke perusahaan putranya.



Namun, karena Rania jarang ke perusahaan putranya, Masih banyak orang yang belum terlalu mengenal Rania. Apa lagi salah satu sekretaris Raka yang bernama Dian. Dian baru bekerja di perusahaan Raka 1 bulan yang lalu.


Dan dari pertama ia masuk bekerja, Ia sudah sangat tergila-gila dengan Raka. Bahkan sampai mengklaim Raka, sebagai calon suaminya.


Sikapnya sombongnya, membuat orang-orang yang ada di perusahaan pun menjadi geram. Namun tidak ada yang berani melaporkan kepada Raka. Terlebih posisi Dian yang sebagai sekretaris pribadi Raka. Dan saat Rania sampai didepan ruangan Raka, Rania di cegah oleh Dian.


''Maaf, Permisi Nona. ''Anda sedang mencari siapa?'' Tanya Dian.


''Saya sedang mencari Tuan Raka, apa Tuan Rakanya ada?'' Tanya Rania.


''Tuan Raka sedang rapat, Apa ada yang bisa saya bantu Nyonya.'' Ucap Dian, namun matanya seakan menelisik Rania dari atas hingga bawah.

__ADS_1


Seakan meremehkan penampilan Rania. Karena memang kesehariannya, Rania tampil sederhana. Tapi walaupun sudah tampil sederhana pun, tetap saja terkadang Arshel cerewet sekali.


''Nyonya sebaiknya menunggu di lobby, karena tidak boleh ada sembarangan orang masuk ke sini.'' Ucap Dian.


''Lo! Memangnya kenapa? saya hanya ingin bertemu dengan Tuan.....ucapan Rania terpotong saat Rania melihat penampilan Dian.


Penampilannya sangat seksi sekali, kancing baju atas yang sengaja dibuka, seakan ingin memperlihatkan bentuk tubuhnya. Rok yang terlalu Mini, membuat Rania semakin risih.


Sebagai seorang wanita, Rania pun sedikit malu. Kemudian, Rania pun berpikir ingin sekali mengerjai Dian.


''Tapi saya memang ingin bertemu dengan Tuan Raka. ''Karena saya sedang ada keperluan penting!'' Ucap Rania.


''Anda tidak bisa dibilangin ya Nyonya! Tuan Raka tidak bisa sembarangan bertemu dengan orang! mereka harus membuat janji terlebih dahulu. Bahkan tamu-tamu Tuan Raka, semuanya tamu penting!''


''Lebih baik anda menunggu Tuan Raka di loby, nanti saya akan sampaikan.'' Ucap Dian, dengan angkuhnya.


''Astaga gadis ini, kenapa angkuh sekali, Sepertinya, dia belum mengenalku sama sekali.'' Batin Rania dalam hati.


''Baiklah Nona, Saya akan menunggunya di lobby. ''Tolong sampaikan kepada Tuan Raka, kalau Nyonya Rania sedang menunggunya.'' Ucap Rania, kemudian Rania pun berpamitan, untuk turun kebawah dan menunggu putranya di loby.


''Mama!'' Panggil Raka, kemudian Ia pun berlari menyusul Mamanya.


''Mama?'' Ucap Dian, Apa jangan-jangan itu Mamanya Tuan Raka! Aaaaa tidak mungkin, jika memang benar itu Mamanya Tuan Raka, Kenapa masih muda sekali.'' Batin Dian. ''Mati aku!'' Ucapnya, kemudian Dian pun pergi kembali ke ruangannya.


''Mama mau ke mana?'' Tanya Raka, saat ia sudah berhasil menyusul Mamanya.


''Mama akan menunggumu di loby Nak! Kata sekretaris mu, tidak boleh sembarangan bertemu. ''Makanya Mama di minta untuk menunggumu di loby.


''Apa! Kenapa Dian menyuruh Mama menunggu di lobby? apa Mama tidak bilang kalau Mama Itu Mamanya Raka.'' Ucap Raka.


''Untuk apa Mama bilang-bilang, Mama benar-benar kurang suka dengan sekretaris barumu itu. Lihatlah penampilannya, sebagai seorang wanita Mama aja malu ngelihatnya.'' Ucap Rania.


''Mamaku tersayang, Tidak semua orang itu sama Mama. ''Terkadang mereka memiliki kesukaan masing-masing, kita tidak boleh memaksa seseorang untuk seperti apa yang kita inginkan.'' Ucap Raka.


''Tapi Nak, kan di perusahaan sudah ada aturannya, seperti di perusahaan papamulah! paling enggak ada aturan dalam pakaian kan? Bagaimana jika dilihat tamu, atau klien. Kan kurang sopan.'' Ucap Rania, yang menasehati putranya.

__ADS_1


''Bener juga, Seharusnya Mama setiap hari di sini. ''Jangan di perusahaan papa terus.'' Ucap Raka, sambil memeluk Mamanya.


''Haiss, Anak ini.'' Ucap Rania.


Raka pun kemudian mengajak Mamanya untuk masuk ke dalam ruangannya. Mereka makan siang bersama.


Setelah selesai mengantarkan makan siang, Rania pun pamit untuk pulang, karena siang Ini papanya akan pulang lebih awal.


''Apa perlu Raka anterin Mah?'' Tanya Raka.


''Tidak perlu Nak! Kamu sendiri sedang sibuk, banyak pekerjaan yang harus kamu urus. Tapi ingatlah! Jaga kesehatan, jangan terlalu capek, dan jangan terlalu diforsir. ''Tidak baik untuk kesehatan.'' Nasehat Rania kepada anaknya.


''Siap Mama,'' Ucap Raka.


Setelah selesai mengantarkan makan siang putranya, Rania pun segera bergegas untuk kembali. Namun saat Rania akan kembali pulang, tiba-tiba di tengah jalan ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang. Sebelum Rania sempat masuk ke mobil. Mobil itu sudah menabrak Rania terlebih dahulu.


Dan membuat Rania terpental hingga 4 meter jauhnya. Darah mengucur ke seluruh wajah Rania, wajahnya yang cantik kini sudah tak terlihat lagi.


Karena sudah berlumuran dengan darah. Semua orang menjadi panik melihatnya, bahkan sopir pribadi Rania pun panik dan segera menelpon Tuan Arshel.


Arshel yang mendapatkan kabar, bahwa istrinya mengalami kecelakaan, Menjadi ikutan panik.


Lalu Arshel melajukan kendaraannya menuju ke kantor putranya. sedangkan Raka yang baru saja akan memasuki ruang rapat pun langsung berlari turun kebawah. Setelah mendapat kabar: Bahwa Mamanya mengalami kecelakaan.


Raka yang melihat Mamanya di kerumuni banyak orang, Raka pun langsung menerobos kerumunan orang-orang, lalu menggendong Mamanya untuk di bawa kerumah sakit.


Rania pun langsung mendapatkan penangan Dokter, sedangkan Raka terisak menangis, bahkan bajunya saja sudah tak berwarna seperti semula, namun penuh lumuran darah Mamanya.


Sedangkan Arshel baru sampai di depan Kantor Raka, namun langsung mendapatkan kabar kalau istrinya sudah di bawa kerumah sakit. Arshel pun kemudian memutar kemudi mobilnya dan segera bergegas ke rumah sakit.


..................


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman Rateβ˜†5, Bomlike, Vote dan komen. Mohon dukungannya supya Mala semakin tambah bersemangat.


salam sayang dari Rania πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2