
🍒 Happy Reading 🍒
Siapa gadis yang sedang di temui kak Jay, Apa dia gadis baik-baik, semoga saja bukan gadis yang hanya memanfaatkan kepolosan kak Jayden.'' Ucap Raka, entah kenapa tiba-tiba ia teringat dengan pembicaraanya tadi dengan Jayden.
Tanpa di ketahui gadis yang di curigainya adalah Nadia, gadis yang sering ia sebut dengan julukan si gadis aneh.
Namun tak lama kemudian, ponsel Raka pun berbunyi. Ternyata telepon dari Mamanya. ''Astaga, aku lupa memberi kabar Mama.'' Ucap Raka menepuk jidatnya sendiri.
''Halo Ma,'' Jawab Raka.
''Halo Nak, Apa kamu sudah sampai?'' Tanya Rania kepada putranya.
''Iya Mah, Raka sudah sampai tadi. Maaf Mah, Raka lupa mengabari Mama, karena Raka langsung melihat-lihat pekerjaan Raka di sini.'' Ucap Raka, ia sunggu menyesal, karena lupa memberi kabar orang rumah. Pasti Mamanya sangat khawatir sekali.
''Dasar anak nakal! sudah sampai tapi tidak memberi kabar Mama, apa kamu tau Mama dari tadi selalu menunggu kabar dari kamu. Kalau tau begitu lebih baik Mama tidak memberi izin.'' Ucap Rania kepada putranya.
Rania sunggu khawatir, bahkan sedari tadi siang ia belum sempat makan sampai sekarang. Karena menunggu kabar dari putranya. Dan ternyata putranya lebih mementingkan pekerjaannya, hatinya benar-benar kesal karena tingkah Raka.
Setelah selesai mengobrol dengan Mamanya, kini Raka pun merebahkan tubuhnya, seraya menatap langit-langit kamarnya. Namun sekelebat bayang-bayang Nadia tiba-tiba hadir begitu saja.
''Apa kabarnya gadis aneh itu sekarang, Mungkin dia sudah senang karena sudah nggak ribut lagi denganku. ''Apa-apaan ini! kenapa aku malah mikirin gadis aneh itu. Mau apa dan bagaimana terserah dia, dan bukan urusanku! jangan hadir di pikiranku. Menyingkirlah!'' Ucap Raka ia mencoba mengelak perasaan yang mulai timbul di hatinya.
Kemudian ia pun bangkit dari tidurnya, mengambil kunci mobil lalu ia pergi untuk menenangkan dirinya. Saat ia tengah makan di salah satu restoran, Raka tak sengaja melihat Nadia.
Terlihat di sana Nadia tengah tertawa dan bercanda ria bersama teman-temannya. ''Wah kebetulan sekali, Sepertinya Gadis aneh itu menghabiskan waktunya dengan senang.'' Guman Raka.
Raka hanya mengamati Nadia dari tempat duduknya, Namun saat Nadia minum, ia pun tak sengaja melihat Raka, yang kini tengah melihat ke arahnya. Sampai-sampai Nadia tersedak di buatnya. Dan Raka hanya tersenyum melihatnya, kemudian ia pun berdiri dan berlalu pergi dari tempat itu.
''Cowok aneh itu, kenapa dia ada di sini? Tidak mungkin kan kalau dia...........Tidak-tidak! pasti tidak mungkin.'' Ucap Nadia mencoba membuyarkan pikirannya.
''Ada apa Nad, kenapa kamu menggelengkan kepalamu.'' Tanya Alin sahabat dekat Nadia.
''Tidak apa-apa kok Lin, hanya saja aku seperti melihat orang yang aku kenal tadi.'' Jawab Nadia.
__ADS_1
''Di mana?'' Tanya Ailen. Yah Nadia memiliki 2 sahabat baik yang bernama Alin dan Ailen🤣🤣🤣.
✌Author comot namanya.
''Sudah-sudah! jangan di bahas lagi, lebih baik sekarang kita makan. Lihatlah makanannya sudah mulai dingin.'' Ucap Alin.
Mereka bertiga pun kemudia makan tanpa lagi memikirkan Raka yang seperti jalangkung, datang tak di harapkan pergi seperti setan🤣🤣.
Raka sendiri lebih memilih kembali ke rumahnya. Ternyata Jayden dan Taqy pun sudah ada di rumah.
''Kau dari mana saja?'' Tanya Jayden, karena bagaimana pun Jayden yang paling tua di sini. Jadi Raka dan Taqy adalah tanggung jawabnya. Rania pun sudah menitipkan Raka pada Jayden agar Raka tidak berbuat macam-macam.
''Hanya keluar sebentar, cari angin.'' Jawab Raka.
''Ya sudah, sekarang bersihkan dirimu dulu, habis itu kita makan.'' Ucap Jayden. Jayden sangat pandai memasak, bahkan ia pernah ikut kejuaraan tingkat National. Itulah yang menjadi plesnya Jayden dan banyak di gilai Wanita.
''Ok👌.'' Ucap Raka. Kemudian ia pun segera naik lantai atas dan pergi ke kamarnya.
Sedangkan Jayden, ia pun mulai sibuk mempersiapkan makanan untum di hindangkan di meja makan. Di rumah ini, mereka benar-benar hidup mandiri, semua di kerjakan sendiri. Hanya yang bersih-bersih rumah saja, yang di kerjakan oleh asisten rumah tangga.
''Bagaimana pertemuanmu dengan pacar kamu?'' Tanya Raka, kepada Jayden.
''Pacar apaan? aku dan dia baru berteman.'' Jawab Jayden.
''Nggak papalah! pertama berteman, nanti lama-lama kan bisa jadian.'' Ledek Taqy, yang mulai tertawa sampai terpingkal-pingkal.
''Hais, kamu ini pacaran terus yang di pikirin. Bagaimana kabar kuliahmu?'' Tanya Jayden.
''Entahlah!'' Jawab Taqy.
''Kok entahlah? kamu jangan macam-macam ya! jangan sering keluyuran dan pacaran terus. Yang terpenting adalah kuliah kamu yang harus kamu pikirikan. Selain itu, kita di sini bukan untuk bersenang-senang! kita harus segera menyelesaikan masalah ini.'' Nasehat Jayden kepada Taqy adiknya.
''Iya iya, Kakak. Kuliahku baik-baik saja. Lagi pula, aku sedang ambil cuti, dan akan lebih fokus ke masalah yang kita hadapi sekarang. Aku juga sudah menemukan bukti bahwa ada salah satu manajer yang dengan sengaja membuat kerusuhan di perusahaan kita.'' Ucap Taqy.
__ADS_1
''Siapa?'' Tanya Raka dan Jayden berbarengan.
''Ini masih dalam penyelidikan, Nanti kalau sudah ketemu bukti yang kuat, baru kita sergap dia.'' Ucap Taqy dengan bangga.
''Wah, sekarang kamu sudah pintar.'' Ucap Jayden, sambil memeluk adiknya itu.
''Baru tahu, kalau aku pintar. Kau itu yang selalu terlambat dalam segala hal.'' Ledek Taqy dan mereka bertiga pun bercanda Ria bersama.
Ke esokan harinya...
''Setelah selesai sarapan, mereka bertiga pun bergegas untuk pergi ke kantor. Dan Tapy sudah mulai menjalankan misinya.
..............
Di sisi lain, Nadia kini tengah termenung memikirkan pertemuan tadi malam, saat ia melihat Raka. ''Sedang apa dia di sini!'' Guman Nadia, entah kenapa ada kebahagiaan tersendiri dalam hatinya saat melihat Raka tersenyum padanya.
''Sudahlah! apa yang sedang aku pikirkan. Lebih baik aku Fokus ke pekerjaanku. Dari pada mikirin yang nggak-enggak.'' Ucap Nadia seraya menggelengkan kepalanya.
''Melamun lagi?'' Tanya Alin. Alin sedari tadi bersandar di pintu kamar Nadia, menyaksikan sahabatnya yang berguman sendiri, kadang tersenyum, kadang cemberut.
''Siapa juga yang melamun!'' Jawab Nadia.
''Heleeeh, aku melihatnya sendiri. Kau sedang memikirkan pria yang tadi malam itu kan?'' Ledek Alin.
Nadia pun melempar bantal ke arah Alin, namun sayang langsung di tangkap dengan mudah.
-
-
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATE☆ 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.