
π Happy Reading π
''Aku tidak tahu, apakah alasanmu ini benar atau tidak. Karena menurutku, semenjak terakhir kali kita bertemu di taman, sikapmu sedikit berubah. Bahkan sekarang kau jarang mengobrol denganku.'' Ucap Jayden. Jayden pun mengeluarkan segala unek-uneknya yang sudah ia pendam beberapa hari ini. Jayden ingin benar-benar meluruskan masalah yang ada di antara dia dan Raka.
''Tentu saja tidak Kak, aku hanya sedang banyak kerjaan saja di kantor. Kebetulan, aku baru saja menerima tawaran Tander baru, dan sangat menguntungkan. Mungkin aku akan sibuk terus akhir-akhir ini.'' Ucap Raka.
''Baiklah, jika memang itu alasan mu, kakak akan menerimanya. Tapi kau harus janji, jika ada apa-apa kau harus segera bilang sama aku.'' Ucap Jayden.
Jayden merasa lega, ia pikir Raka memang sedang sibuk dengan pekerjaannya, jadi itu yang membuat Raka akhir-akhir ini jadi berubah sikapnya.
Sedangkan Raka, ia duduk termenung menatap langit di balkon teras kamarnya. Ia memikirkan seandainya Jayden mengetahui perasaannya, bagaimana? Apakah Jayden akan emaafkannya?, sudahlah!.
''Biarkan aku memendam perasaanku ini sendiri, aku harus segera melupakan Nadia.'' Ucap Raka.
........
Di sisi lain, Jayden sedang membuat janji dangan Nadia, rencananya malam ini Jayden akan mengungkapkan perasaannya pada Nadia. Ia sudah memantapkan hatinya, bahwa Nadia adalah gadis yang cocok untuk menemani sisa hidupnya dan menua bersama.
Setelah sampai di tempat janjian, Jayden sudah sampai duluan. Di sana, Ia sudah menyiapkan sebuket bunga mawar pink kesukaan Nadia, dan juga sebuah cincin yang sengaja Ia minta ke pelayan untuk di taruh di dalam kue yang akan Nadia makan.
Tak lama kemudian, datanglah Nadia. Nadia tampil sangat cantik sekali, Ia menggunakan dress berwarna biru laut, dan rambutnya pun di gerai memanjang begitu saja. Terlihat sangat cantik dengan make up tipis alami.
Baru terlihat saat Nadia melangkah saja, membuat Jayden merasa deg-degan. Sungguh, Ia berpikir Apakah ia mampu mengungkapkan perasaannya malam ini.
''Maaf, apakah aku terlambat?'' Ucap Nadia, Seraya meletakkan tasnya di sampingnya. Lalu duduk menghadap Jayden.
''Tidak, kau tidak terlambat. Aku saja baru sampai tadi beberapa menit yang lalu.'' Ucap Jayden.
''Apa boleh Nadia tanya kakak?, Kak mau minta bertemu dengan Nadia apa ada sesuatu yang penting?'' Tanya Nadia dengan penasaran. Karena Nadia berpikir, baru saja kemarin mereka bertemu.
''Iya, memang ada sesuatu yang penting yang harus aku katakan malam ini.'' Ucap Jayden. Jayden sangat gugup sekali, sungguh baru kali ini ia jatuh cinta, dan baru kali ini pula, ia harus memberanikan dirinya untuk segera mengungkapkan isi hatinya. Ini lebih sulit dari pada harus memperjuangkan proyek yang besar. Bahkan keringatnya pun sudah mulai bercucuran.
__ADS_1
''Apa udaranya sangat panas kak?'' Tanya Nadia.
''Sedikit.'' Sepertinya cuacanya sedikit panas.'' Jawab Jayden. Ia sungguh malu, Bagaimana bisa ia tertangkap basah saat gugup seperti ini. Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan membawakan sebuket bunga dan juga dessert kue manis kesukaan Nadia.
''Wah, makanan kesukaanku.'' Ucap Nadia dengan riang.
''Apakah ini juga bunga untukku Kak?'' Tanya Nadia seraya menunjuk bunga yang di ulurkan oleh pelayan itu.
''Iya!'' Benar itu untukmu.'' Ucap Jaydan.
Tak lama kemudian tiba-tiba suasana menjadi hening, saat Nadia merasakan sesuatu yang aneh, saat ia memakan dessert yang baru saja pelayan tadi bawakan.
''Apa ini?'' Ucap Nadia, Seraya melepah makanan ke tangannya.
''Cincin.'' Ucap Nadia. Lalu ia menunjukkan cincin itu kepada Jayden.
''Iya.'' Ini sebuah cincin. Aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadamu. Aku harap kamu mau mendengarkannya hingga aku selesai berbicara. Dan setelah selesai, apa pun jawabanmu nanti, aku akan menerimanya.'' Ucap Jayden.
''Apa maksud kakak? kenapa tiba-tiba berkata seperti ini? aku sungguh tidak mengerti'' Ucap Nadia.
''Aku tahu mungkin ini terlalu cepat bagimu. Tapi bagiku, Aku sungguh tidak bisa menahan perasaanku lagi. Perasaan yang sudah ada sejak pertama kali kita bertemu.
''Nadia, Aku menyukaimu. Aku jatuh cinta padamu. Maukah engkau menjadi pendamping hidupku.'' Ucap Jayden, lalu ia pun berlutut di hadapan Nadia, dengan bertumpu sebelah kakinya. Dan mengacungkan cincin yang baru saja Nadia makan tadi.
''Kakak, berdirilah! di sini banyak orang.'' Ucap Nadia. Ia bermaksud meminta Jayden untuk segera berdiri. Nadia tidak bisa berkata apa-apa, Sungguh dalam hati yang sebenarnya, ia tidak ada perasaan apa-apa terhadap Jayden.
''Ia hanya menganggap Jayden seperti Kakaknya sendiri. Karena kebetulan Ia adalah Putri Tunggal. Namun tanpa ia sadari, Jayden memiliki perasaan lebih terhadapnya. ''Bagaimana ini?'' Batin Nadia.
''Aku tidak akan berdiri, sebelum engkau menjawabnya. Aku mohon Nadia, Tolong jawab lah sekarang! aku akan menerima apapun keputusanmu. Jika engkau memang menerima perasaanku, maka pakailah cincin ini.
''Namun apabila engkau tidak mau menerimanya, Buanglah cincin ini.'' Ucap Jayden.
__ADS_1
Nadia sungguh bingung, ia harus berbuat apa. Jika ia langsung menolak, dan mengatakan yang sebenarnya, pasti Kak Jayden akan terluka hatinya.
''Apa yang harus aku katakan pada kak Jayden?'' Batin Nadia.
''Bagaimana, kalau Kakak duduk saja dulu! aku akan menjawab kalau kakak sudah duduk.'' Ucap Nadia, Seraya membantu Jayden untuk berdiri.
Jayden pun akhirnya menuruti kata-kata Nadia. lalu ikut duduk kembali ke tempatnya. Semua orang bersorak-sorai, saat melihat ada kejutan lamaran sepasang kekasih di restoran tempat mereka makan.
''Nadia, lalu apa jawabanmu?'' Tanya Jayden. Ia masih menunggu jawaban dari Nadia. Nadia pun terdiam, ia masih bingung harus menjawab apa.
''Kakak, Bolehkah aku jujur padamu?'' Tanya Nadia. Iya sungguh was-was, Bagaimana jika Kak Jayden tidak akan menerima jawabannya. Karena dia tidak ingin pertemanan yang sudah ia jalin selama ini, rusak hanya gara-gara perasaan yang tidak terbalas.
''Tentu saja boleh. Kakak kan sudah bilang, apapun jawabanmu aku akan menerimanya dengan lapang dada.'' Ucap Jayden dengan sepenuh hati.
Terlihat dalam sorot matanya, ia sungguh berharap jawaban dari Nadia, akan memuaskan hatinya.
''Pertama, aku sungguh minta maaf kakak. Kak aku tidak bisa menerima lamaran mu. Jeyden pun terkejut, Ia berpikir Nadia memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Namun ia masih menunggu kata-kata Nadia berikutnya. Ia ingin mendengarkan apa alasan Nadia, hingga selesai.
''Kakak, aku sungguh hanya menganggapmu sebagai Kakakku saja. Aku tidak menyangka, kau memiliki perasaan lebih terhadapku. Aku pikir, hubungan kita hanyalah sebatas antara teman, adik dan juga Kakak. Aku sungguh tidak menyangka. Aku sangat terkejut, kakak mengatakan itu tadi. Maafkan aku Kak, aku sungguh tidak bisa menerimamu.
''Karena aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu.'' Jawab Nadia.
-
-
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEβ 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.
Salam Sayang Dari Raka π