Tentang Dia

Tentang Dia
Dia Benar Saudaraku


__ADS_3

Semua orang pun terkejut. Bagaimana bisa dua orang yang berbeda tapi terlihat mirip sekali. Tapi sayang sekali Farhan sudah pergi meninggalkan kita semua.


Pagi Ini semua berkumpul di aula rekreasi. Rania dan juga Arshel dan juga Bu Ella, mereka bersama-sama membagikan hadiah-hadiah kecil untuk anak-anak. Rania tersenyum melihat kebahagiaan anak-anak, walau tak seberapa yang mereka dapatkan.


Kini Rania masih sibuk bersama anak-anak. Mengajarinya belajar mengenal huruf ada yang bernyanyi. Arshel masih setia memandangi Rania sambil bersandar di pintu.


Namun sesaat kemudian Arshel pergi menemui Bu Ella, yang kebetulan Bu Ella sedang duduk sendiri. Arshel berniat untuk mencari tahu tentang Farhan. Ia ingin membuktikan bahwa Farhan adalah saudaranya atau bukan.


"Permisi Bu Ella." Apa saya boleh bertanya sebentar?" Ucap Arshel dengan hati-hati.


"Oh nak Arshel silahkan. Mari silakan duduk!" Ucap Ibu Ella sambil mempersilahkan duduk Arsel.


"Bu Bolehkah saya bertanya tentang Farhan? karena saya sangat Penasaran sekali, kata Rania dan juga Ibu Ella tadi saya sangat mirip dengan Farhan.

__ADS_1


"Saya ingin mengetahui asal usul Farhan. Dan bagaimana bisa Farhan sampai di Panti ini?. Ucap Arshel.


Kemudian Bu Ella pun menceritakan dari awal pertemuannya dengan Farhan, dan bagaimana bisa ia membawa Farhan ke panti ini.


Seorang anak kecil yang terluka parah. Bahkan sampai di operasi. Ia tak tega melihat Farhan kecil yang menderita, kehilangan orang tuanya di depan matanya sendiri. Akhirnya Bu Ella pun membawa Farhan ke panti dan merawatnya bersama Rania dan juga anak-anak lainnya.


"Apakah ibu Ella melihat wajah kedua orang tua Farhan?" Tanya Arshel dengan penasaran.


"Iya nak" Ibu melihatnya, karna ibu juga yang ikut membantu pemakaman orang tua Farhan." Ucap ibu Ella.


"Bener nak." Ini adalah orang tua Farhan. Bagaimana kamu bisa mempunyai foto orang tua Farhan?" Tanya ibu Ella.


"Oh Benar, berarti Farhan adalah saudara kembarku." Ucap Arshel dengan girang bahkan membuat Ibu Ella kebingungan.

__ADS_1


" Maksud nak Arshel apa?, apakah nak Farhan dan nak Arshel saudara kembar?" Tanya ibu Ella yang belum mengerti maksud Arshel.


"Iya Bu" Farhan adalah saudaraku yang kukira meninggal bersama orang tua saya." Ucap Arshel dan tanpa sepengetahuan mereka, Rania tak sengaja mendengarkan pembicaraan Ibu Ella dan juga Arsel.


"Berarti Pak Arshel saudaranya Kak Farhan. Pantas saja mereka mirip sekali. Tapi tetap kak Farhanku lebih baik daripada pak Arshel yang nyebelin.


Hari menjelang sore, Rania pun berpamitan kepada ibu Ella dan juga anak-anak." Rania akan mampir lagi saat Rania punya waktu senggang Bu." Ucap Rania.


Arshel pun berterima kasih kepada ibu Ella dan berpamitan juga. Arshel dan juga Rania kini mereka sudah memasuki mobil dan kembali menempuh perjalanan untuk kembali pulang. Namun lagi-lagi hujan lebat beserta petir dan kilat, hingga membuat mereka mencari tempat penginapan dahulu.


Karena dalam keadaan seperti ini tidak memungkinkan Arshel untuk menyetir. Mereka pun mencari penginapan terdekat. Dan beruntung masih ada Villa yang kebetulan akan disewakan.


"Villa ini indah sekali dan mewah sekali. Tapi mengapa tidak ditempati?. Apa yang punya tidak mau meninggalinya?" Ucap Rania.

__ADS_1


"Itu Neng, yang punya sengaja mengosongkan Villa ini, Agar kelak saat anaknya pulang, Villa ini akan diberikan kepada anak dan cucunya Neng." Ucap penjaga Villa.


__ADS_2