Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 KRITIS


__ADS_3

πŸ› Happy Reading πŸ›


Rania pun langsung mendapatkan penangan dari Dokter, sedangkan Raka terisak menangis, bahkan bajunya saja sudah tak berwarna seperti semula, namun penuh lumuran darah Mamanya.


Sedangkan Arshel baru sampai di depan Kantor Raka, namun langsung mendapatkan kabar kalau istrinya sudah di bawa kerumah sakit. Arshel pun kemudian memutar kemudi mobilnya dan segera bergegas ke rumah sakit.


Sesampainya Arshel di rumah sakit, Arshel melihat Raka sedang jongkok sambil menelungkupkan kepalanya di antara kedua tangannya.


Raka masih menangis dalam diam, Ia benar-benar tidak habis pikir, baru saja ia bersendau gurau dengan Mamanya. Baru saja ia selesai makan dari tangan Mamanya, Namun kini Raka melihat dengan mata kepalanya sendiri, Mamanya tergeletak tak berdaya.


Bahkan sampai saat ini Dokter pun belum keluar dari ruangan itu.


''Apa yang terjadi Raka? kenapa Mamamu sampai begini?'' Tanya Arshel mencengkram bahu putranya, saat ia baru saja sampai di rumah sakit.


''Raka tidak tahu Pah, Raka sungguh-sungguh tidak tahu, apa yang terjadi dengan Mama.'' Ucap Raka. Raka terlihat sangat kacau, kemeja yang sudah berlumuran darah bahkan rambut yang acak-acakan. Baru kali ini Raka benar-benar terlihat kacau.


Arshel pun Luruh ke lantai, air matanya tak dapat lagi ia bendung. Arshel kemudian melihat di balik kaca pintu. Di balik pintu itu istrinya sedang mendapatkan penanganan dari banyak dokter.


Hatinya seakan ikut teriris, melihat istrinya kini terbaring tak berdaya. ''Ya Tuhan, Tolong selamatkan istriku, jangan sampai terjadi apa-apa pada istriku. ''Kumohon Tuhan.'' doa Arshel dalam hati.


Tak lama kemudian, salah satu Dokter itu pun keluar. Arshel pun langsung bertanya kepada dokter itu.


''Dokter! Bagaimana keadaan istri saya, Istri saya baik-baik saja kan Dok?'' Tanya Arshel dengan mengguncang bahu sang Dokter.


''Sabar ya Tuan, kami sedang berusaha melakukan tang terbaik, tolong doakan saja, semoga Nyonya Rania baik-baik saja.'' Ucap Dokter.


''Keadaannya saat ini sedang kritis, Nyonya Rania banyak kehilangan darah. ''Saya harap Nyonya Rania segera mendapatkan donor darahnya. Apabila ada keluarga Yang golongannya darah sama, Tolong segera memberikan donor darah.


''Karena Nyonya Rania memiliki golongan darah yang langka, tolong ya Tuan.'' Ucap Dokter lagi.


''Dokter, Biarkan saya saja. ''Saya putranya, dan golongan darah saya sama dengan Mama saya Dok!'' Ucap Raka.

__ADS_1


Dokter pun kemudian meminta Raka untuk segera memeriksakan darahnya, untuk segera di donorkan kepada Rania.


Sedangkan Arshel, ia masih sibuk berdoa. Dalam hatinya tak pernah iya berhenti selalu mendoakan Rania agar cepat sadar dan pulih.


Dan Tak lama kemudian, Raka pun keluar setelah mendonorkan banyak darah untuk Rania. Tubuhnya sedikit terasa Iemas, karena Rania benar-benar membutuhkan banyak darah.


Bahkan sebenarnya, darahnya saja masih kurang. Kemudian Arshel pun menghubungi Kakaknya Rania. Sedangkan Alex yang baru mendapatkan kabar dari adik iparnya pun kini ikutan panik.


''Apa yang yang terjadi sama Nia Mas?'' Tanya kak Vivi, ikutan panik saat ia mendengar pembicaraan suami dan adik iparnya itu.


''Nia kecelakaan Sayang, Sekarang Nia sangat membutuhkan donor darah! jadi aku harus ke rumah sakit sekarang.'' Ucap Alex kepada kak Vivi.


''Baiklah Mas! semoga Rania segera sembuh. Nanti setelah anak-anak pulang, Aku akan menyusul ke rumah sakit. Kak Vivi kemudian mengantarkan Suaminya ke depan.


Setelah sampai di rumah sakit, Alex melihat Arshel dan Raka sedang duduk menundukan kepalanya.


''Bagaimana keadaan adikku?'' Tanya Alex.


Arshel dan Raka pun mendongakkan kepalanya, Melihat Alex yang sudah datang. Arshel pun merasa senang, kemudian menyuruh Alex untuk segera menemui Dokter.


''Raka, lebih baik kamu pulang dulu, gantilah bajumu dulu Nak!'' Ucap Arshel, menepuk bahu putranya.


''Tapi Pa! Raka masih ingin disini. ''Raka masih ingin menemani Mama, Raka masih ingin mengetahui perkembangan Mama.'' Ucap Raka.


''Kamu tenang saja, lebih baik pulang lah dahulu, untuk istirahat. Kamu sudah dari tadi kan nungguin Mamamu.


''Arshel juga, lebih baik kamu pulang dulu, mandi dan istirahatlah. Biar kakak yang akan menjaga Rania disini.'' Ucap Alex.


''Baiklah Kak, kalau begitu kami pulang dulu, lagi pula, aku juga belum menyelesaikan Rapatku tadi Kak. Aku harus memberitahu Steve dulu, kalau aku akan cuti dan mungkin akan lama. Agar aku bisa menemani Rania sampai Rania sembuh.'' Ucap Arshel.


Setelah berpamitan, Arshel dan Raka pun berpamitan untuk pulang. Sedangkan Alex, masih setia menemani adiknya.

__ADS_1


''Cobaan apa lagi ini, Rania...Rania, siapa yang sudah berani menyakiti adikku. Aku harus segera mencari tau siapa yang menabrak Adikku.'' Ucap Alex.


Karena memang tadi semua orang terlanjur panik dengan keadaan Rania, sampai tidak sadar siapa yang sudah menabrak Rania.


Kemudian Alex pun langsung menelpon bawahannya, agar mencari tau siapa dalang penabrakan Rania.


''Aku memberi waktu kalian 1 jam! segera cari tau siapa yang sudah menabrak Adikku!'' Perintah Alex.


''Baik Tuan, kami akan segera memberikan kabar yang memuaskan untuk anda.'' Ucap salah satu bawahan Alex.


Keluarga Johnson, bukanlah keluarga yang sembarangan. Selain sukses dalam berbisnis, mereka juga orang-orang yang sangat di segani oleh para mafia dan Mata-mata pemerintah.


Kakek Johnson adalah ketua dalam organisasi yang mereka sebut SPY EYE. Dalam sekali suruh, mereka akan dengan sangat cepat mendapatkan apa yang di suruh.


Setelah 1 jam, Anak buah Alex sudah memberikan kabar. Dan........''Wow!'' Ternyata kamu dalang dari kecelakaan adikku, akan aku pastikan kau! akan mendapatkan hal yang lebih memuaskan, bahkan tak akan pernah kamu bisa lupakan seumur hidupmu.'' Ucap Alex dengan senyum Devilnya.


Di sisi lain, Kini Arshel sudah segar setelah mandi. Arshel kemudian turun kebawah untuk menemui putranya.


''Sedang apa Nak? kenapa malah melamun di disini.'' Ucap Arshel saat ia melihat Raka sedang duduk di ruang keluarga.


''Pah!'' Raka benar-benar anak yang tidak berguna Papa.'' Ucap Raka, setelah ia cukup lama terdiam.


''Apa yang kamu bicarakan Nak! jangan menyalahkan dirimu, ini bukan salahmu! sekarang lebih baik kamu doakan Mamamu, agar Mama cepat sadar.'' Ucap Arshel, mencoba menenangkan putranya.


''Papa, Raka yakin! ini bukanlah kecelakaan biasa. Sebab Anak buah Raka sudah melacak plat mobil penabrak itu. Namun ternyata mobil itu hanyalah mobil sewaan. Dan orang yang menyewa belum di ketahui identitasnya.'' Ucap Raka.


''Papa tau Nak! kamu jangan khawatir. Mungkin sekarang Pamanmu sudah bertindak. Papa yakin Paman Alex saat ini sudah tau siapa dalang di balik kecelakaan Mamamu.'' Ucap Arshel.


Hatinya sudah di penuhi dengan amarah. Arshel berjanji jika dia sampai menemukan dalangnya, Arshel tidak akan pernah melepasknnya.


.............

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya. Bomlike, Rateβ˜†5, Vote dan sarannya ya. Mohon dukungannya supaya Mala tambah bersemangat dalam menulis, dan memberikan cerita yang memuaskan untuk pembaca setia karya Mala.


Salam Sayang Dari Alex πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2