Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Permintaan Jayden


__ADS_3

🍒 Happy Reading 🍒


''Tentu saja aku tidak bohong, sudah jangan mengalihkan pembicaraan, katakan apa yang ingin kau katakan tadi.'' Ucap Alin mengalihkan pembicaraan mereka.


''Iya, kalian harus tau. Ternyata yang mendonorkannya kak Jayden.'' Ucap Ailen.


Nadia dan Alin pun terkejut.


''Kak Jayden.'' Ucap mereka berdua serentak.


''Lalu, bagaimana sekarang kondisinya?'' Tanya Nadia. Ia sungguh terkejut mendengar kenyataan kalau kak Jaydenlah yang menjadi pendonornya.


''Aku kurang tahu. Tapi yang pasti dia masih di rawat di Rumah Sakit ini. Dan kata dokter, kondisinya semakin hari semakin memburuk.'' Ucap Ailen.


''Lagi pula, kau kan seharusnya yang lebih tahu Alin! Bukankah kamu juga Dokter Di sini.'' Ucap Ailen kepada Alin.


''Hei, Aku ini seorang dokter anak, bukan satpam yang keliling dan bukan resepsionis yang tahu seluruh pasien di rumah sakit ini. Kamu pikir aku itu apa!'' Gerutu Alin.


''Sudah sudah! kalian ini malah bertengkar! sekarang lebih baik tolong bantu aku antarkan ke ruangan Kak Jayden!'' Ucap Nadia.


''Jangan Nad, kondisimu saja belum benar-benar pulih. Aku benar-benar tidak berani membawamu keluar dari ruangan ini. Bagaimana jika terjadi apa-apa padamu.'' Ucap Ailen. Di antara mereka bertiga Ailen memang sedikit parnoan.


''Kau ini tenang saja, kau tidak lihat siapa aku! aku juga Dokter! walaupun hanya seorang dokter anak, tapi aku tahu jika nanti terjadi apa-apa sama Nadia. Aku yakin kondisi Nadia sebenarnya sudah mulai pulih kok.'' Ucap Alin, meyakinkan sahabatnya itu.


Alin dan Ailen pun terpaksa membawa Nadia untuk pergi mencari tempat Kak Jayden di rawat. Setelah menemukan ruangannya, Betapa terkejutnya Nadia, di sana dokter dan perawat sedang memberikan penanganan terhadap Kak Jayden.


''Ada apa ini?, apa yang terjadi?'' Tanya Nadia, Namun Alin dan Ailen juga bingung harus menjawab apa, karena mereka juga tidak tahu apa-apa. Dan, tanpa di duga, ternyata Raka, Natan, Taqy dan juga Devano pun sudah ada di sana.


''Apa yang terjadi dengan Kak Jayden?'' Tanya Nadia kepada Raka. Raka pun hanya tertunduk diam, air matanya pun menetes tanpa ia sadari. Raka juga baru mengetahui setelah ia mendesak Taky untuk berbicara. Raka sungguh terkejut saat mengetahui Kakak sepupunya terbaring lemah di rumah sakit. ''Bagaimana bisa ia tidak mengetahui kalau yang menjadi pendonor Nadia adalah Kak Jayden.

__ADS_1


''Tenanglah dulu Nadia.'' Ucap Raka, ia pun memeluk Nadia dan mencoba menenangkan Nadia, karena Nadia menangis tak kuasa menahan air matanya.


Setelah menunggu cukup lama, salah satu dokter yang tadi memeriksa keadaan Jayden pun keluar, Namun raut wajahnya seakan kecewa.


''Bagaimana keadaan kakak saya Dok?'' Tanya Taqy, sampai-sampai ia mengguncang bahu Dokter.


''Ke adaannya semakin menghawatirkan, Tuan Jayden ingin bertemu dengan adik-adiknya.'' Ucap dokter itu, kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka semua.


Sesampainya di dalam ruangan, Nadia tak dapat berkata apa-apa lagi. Hanya air matanya yang tak henti menetes. Hingga tak sengaja mengenai tangan Jayden. Jayden pun terbangun, dan terkejut melihat banyak orang di ruangannya. Tadinya ia hanya ingin berbicara dengan Taqy saja.


''Kenapa Nadia menangis?'' Tanya Jayden, saat ia melihat Nadia mengusap air matanya.


''Aku tidak menangis kak, mataku sedikit kelilipan.'' Ucap Nadia, ia mencoba mengelak agar Jayden tidak kepikiran.


''Tunggu dulu, kenapa Raka dan Nadia bisa ada di sini?'' Tanya Jayden, kepada taqy dan juga Natan. Natan bingung harus menjawab apa, kemudian Ia pun menjawab kalau Raka dan Nadia dan semua orang ada di sini sudah mengetahui Kondisi Jayden yang sebenarnya.


''Kamu ini bicara apa Nad, kamu sudah seperti adikku sendiri. Jangan berkata demikian, jika memang aku mampu, aku pasti akan membantunya. Siapa saja, bukan hanya dirimu.'' Ucap Jayden mencoba menenangkan Nadia, agar semua orang yang ada di sini tidak khawatir.


''Tapi Kak, sekarang kondisimu semakin memburuk! Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan kakak?'' Ucap Nadia dengan nada yang terisak.


''Bagaimana aku harus membalas kebaikan kakak, kak Jayden begitu baik kepadaku, Aku tidak bisa berbuat apa-apa dan aku hanya bisa merepotkan Kak Jayden saja.'' Ucap Nadia.


''Kau tidak merepotkanku Nadia, kau ingin membalas kebaikan ku bukan?, Baiklah, aku akan memintanya kepadamu. Tapi berjanjilah, setelah aku meminta kau harus menurutinya dan tidak akan merasa bersalah lagi kepadaku.'' Ucap Jayden.


''Raka pun menjadi was-was, di dalam pikirannya ia berfikir kalau Jayden akan meminta Nadia untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun ternyata itu hanyalah dugaannya semata. Jayden malah meminta Raka dan Nadia menikah segera, sebelum ia di panggil oleh yang Maha Kuasa.


''Kakak bicara apa!, jangan berkata sembarangan! aku dan Nadia pasti akan menikah. Dan aku berjanji, kakak pasti bisa melihat pernikahan kami.'' Ucap Raka, ia berusaha meyakinkan Jayden, agar Jayden menjadi kuat.


''Aku mohon Kak, cepatlah sembuh. Dan berusahalah untuk menjadi kuat! jangan patah semangat, dan jangan mudah menyerah. Aku yakin masih ada dokter yang terbaik di rumah sakit ini. Kalau perlu, aku akan pergi keliling dunia untuk mencari dokter yang terbaik untuk kakak.'' Ucap Raka.

__ADS_1


''Kau tidak perlu khawatir Raka, aku baik-baik saja. Taqy, Apakah kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan?'' Ucap Jayden kepada Taqy.


''Sudah Kak, kemungkinan mereka akan datang besok.'' Jawab Taqy.


''Memangnya apa yang di lakukan Taqy Kak?, Apa yang kau perintahkan kepada Taqy?'' Tanya Raka, dengan penasaran.


''Kau akan tahu besok, tapi sekarang yang terpenting bawa Nadia kembali ke ruangannya, Jangan biarkan ia terlalu banyak pikiran.'' Ucap Jayden menyuruh Raka untuk membawa Nadia kembali ke ruangannya.


''Untuk Nadia, cepat sembuh juga ya.'' Ucap Jayden kemudian meminta Raka Untuk segera mengantarkan Nadia kembali ke ruangannya. Raka pun menuruti perkataan Jayden, meskipun Nadia sendiri masih ingin berada di ruangan Jayden. Tapi mau tidak mau Ia pun harus menurutinya.


''Kak Jayden pasti sembuhkan Raka?'' Tanya Nadia kepada Raka.


''Tentu saja kak Jayden akan sembuh. Kak Jayden itu orang yang sangat kuat, ia tidak mungkin menyerah begitu saja. Kita doain saja yang terbaik buat Kak Jayden. Untuk sekarang, Jangan pikirkan apapun dulu ya! Ingat pesan Kak Jayden, kamu harus fokus pada kondisi kesehatan mu dulu.'' Ucap Raka. Raka pun memberikan pelukan hangat untuk Nadia, agar Nadia menjadi lebih tenang.


Raka pun kemudian menyelimuti Nadia, dan tak lama kemudian, Nadia pun tertidur mungkin efek obat juga. Setelah itu Raka pun kembali ke ruangan Jayden dan meminta Alin dan juga Ailen untuk menjaga Nadia.


-


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATE☆ 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.


Salam Sayang Dari Raka🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2