Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Tak Tau Malu


__ADS_3

πŸ’ Happy Reading πŸ’


''Apa!'' coba bicara sekali lagi kalau berani.'' Ucap Arshel, lalu menjewer telinga Raka.


''Ampun Pa! ampun Pa, Iya-iya lebih gantengan Papa.'' Ucap Raka akhirnya ia pun mengalah, dari pada telinganya putus oleh kecemburuan Papanya itu.


Dan keributan antara Ayah dan Anak itu, ternyata masih saja berlanjut. Hedeeh.


.....


Makan malam telah tiba, Rania masih sibuk menyiapkan makanan untuk suami dan putranya itu. Namun tak lama kemudian, ada bel pintu berbunyi.


Salah satu pelayan yang membukakan pintu, berlari-lari menghampiri Rania.


"Nona, Nona!" Panggil pelayan itu pada Rania.


"Ada apa Bi, kenapa berlari-lari?" Tanya Rania, heran melihat pelayannya berlari-lari.


"Itu Nona, di depan ada seorang wanita yang mengaku sebagai pacar Tuan Muda Nona!" Ucap Pelayan itu.


"Apa! Mas Arshel punya pacar lagi! kebangetan! anak sudah besar, sebentar lagi bakal punya cucu, kalau putranya menikah, La ini! malah punya pacar lagi! minta di sate Mas Arshel." Ucap Rania, emosinya sudah tak bisa lagi ia bendung.


"Rania pun pergi ke ruang tamu, untuk melihat siapa pacar suaminya itu, dan secantik apakah wanita yang sudah merebut suaminya.


Di sana Rania melihat seorang gadis berperawakan cantik dan menarik. Badannya yang aduhai bak biola Spanyol, sedang duduk dengan manis di sofa.


"Ehem-ehem, Rania berdehem mencoba mencari perhatian Gadis itu agar Gadis itu menoleh. Dan saat Gadis menoleh, Betapa terkejutnya Rania. Gadis itu adalah salah satu teman Raka saat Raka kuliah dulu.


"Jenny, Ucap Rania, Dalam hati Rania bersyukur ternyata dugaannya salah. Andai dugaaannya benar, Rania benar-benar tidak bisa membayangkannya.


"Eh Tante, maaf Tante, Jenny berkunjung malam-malam." Ucap Jenny.


"Tidak apa-apa Nak, Bagaimana kabarmu." Ucap Rania.


"Baik Tante." Jawab Jenny.


"Ada perlu apa ya Nak Jenny, Kenapa Nak Jenny bilang sama Bibi, kalau Nak Jenny pacarnya..... Tunggu!! berarti bukan pacarnya Mas Arshel, tapi kamu mengaku sebagai pacarnya Raka kan?" Tanya Rania.


"Eh, Iya Tante. Maafin Jenny Tante, Jenny terpaksa mengaku sebagai pacarnya Raka, karena sebenarnya Jenny sangat menyukai Raka Tante." Kata Jenny.

__ADS_1


"Rakanya ada Tante?" Tanya Jenny.


"Sepertinya, Raka tidak ada di rumah. Karena sore tadi ia pamit untuk pergi keluar, ada urusan yang mendadak katanya." Ucap Rania.


Walau pun sebenarnya, Raka saat ini sedang berada di rumah. Tapi Rania terpaksa berbohong, karena Rania sangat mengenal Jenny. Karena jenny, adalah gadis yang selalu mengejar-ngejar Raka dari SMA hingga kuliah. Bahkan sampai rela meminta kepada kedua orang tuanya, untuk terus bersekolah bersama dengan Raka.


Padahal Raka sama sekali tidak menyukai jenny,


Gadis itu sangat manja dan sedikit Arogan, dan sombongnya minta ampun, untung saja, Raka sedang ada di kamar, dan belum turun untuk makan malam.


"Tidak di rumah ya Tante?" Tanya Jenny.


"Iya Jenny, Raka sedang berada di luar." Jawab Rania.


"Kira-kira, kapan Raka akan kembali ya Tante?" Tanya Jenny.


"Tante kurang tahu Jenny, mungkin malam. ''Karena biasanya, Raka jarang berada di rumah." Jawab Rania.


"Baiklah Tante, kalau begitu' salam buat Om Arshel, dan nanti kalau Raka sudah pulang, tolong katakan padanya, kalau Jenny tadi datang kemari, dan mencarinya ya Tante." Ucap Jenny.


"Oh, baiklah! nanti Tante akan sampaikan.'' Ucap Rania.


''Untung segera pergi." Kata Rania.


"Raka...Raka, di kejar gadis cantik, tapi tidak mau. Cantik sih, tapi sifatnya sedikit arogan. "Mama sendiri, juga kurang setuju." Batin Rania.


''Siapa Ma? yang datang tadi?'' Tanya Raka, yang tiba-tiba sudah ada di belakang Rania.


''Astaga Raka! kamu pengen Mama mati cepet ya!'' Ucap Rania, sambil mengelus-elus dadanya.


''Aduh, Mamaku yang paling cantik, kalau ngomong jangan sembarangan lah. Mamaku akan selalu sehat, dan akan menemani Raka sampai Raka punya cucu nanti."Ucap Raka.


"Umur manusia mana ada yang tau Nak, Bahkan bayi yang baru lahir saja, Jika Tuhan mau, tak ada satu pun yang bisa menghalanginya. ''Apa lagi Mama yang udah tua begini. Tunggu dulu! kok langsung kamu punya cucu si Nak?.


"Kan haruse sampai Raka punya anak nanti Mama!'' Ucap Rania dengan kesal, putranya itu benar-benar minta di jewer.



''Iya-iya Mama, udah! jangan emosi lagi nanti Mama darah tinggi lo.'' Ucap Raka dengan cengengesan.

__ADS_1


''Astaga putraku ini, sudah-sudah! Mama mau meneruskan pekerjaan Mama lagi. ''Lebih baik kamu panggil Papamu untuk makan malam.'' Perintah Rania.


''Siap Mamaku sayang Muach.'' Raka mencium pipi Mamanya kemudian berlalu pergi ke ruang kerja Papanya.


Rania masih setia memandangi punggung putranya, yang semakin hari rasanya semakin tinggi saja. ''Perasaan, dulu Raka masih kecil, masih suka berlari-lari berteriak memanggi-manggil Mama. ''Sekarang Anakku sudah besar dan mungkin sebentar lagi akan segera menikah.'' Ucap Rania.


Entah mengapa hatinya tiba-tiba merasa sedih, memikirkan obrolan barusan dengan putranya. Rania membayangkan saat-saat Raka masih kecil, dan tanpa terasa kini Raka sudah besar, Rania tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, untuk menepis segala rasa sedih di dalam hatinya.


Tak lama kemudian Arshel dan Raka pun turun ke bawah. Seperti biasa, sebelum duduk Arshel selalu menghampiri istrinya. Memeluk pinggangnya dan mencium pelipis istrinya.


Dan itu sudah menjadi pemandangan biasa bagi seisi Rumah.


''Malam Sayangku.'' Ucap Arshel.


''Malam juga Mas.'' Jawab Rania.


''Mas sana duduklah! biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu.'' Ucap Rania.


''Apa, ada yang bisa aku bantu sayang?'' Tanya Arshel.


''Tidak! lebih baik kamu duduk sana temani Raka! biarkan urusan dapur Mama dan Bibi saja yang mengurus.'' Ucap Rania, Arshel pun menuruti perintah istrinya lalu duduk bersama putranya.


Setelah semua pekerjaan selesai Rania pun kemudian bergabung dengan suami dan putranya.


Setelah selesai makan Rania, masih membantu Bibi untuk membereskan meja makan.


''Raka!'' Panggil Arshel, saat Arshel melihat putranya sedang berdiri di balkon. Raka pun hanya menoleh sebentar, kemudian kembali melihat entah apa yang ia lihat.


''Perempuan yang datang tadi siapa?'' Tanya Arshel, karena memang Raka lebih terbuka perihal apapun dengan Mamanya, ketimbang dengan Papanya.


''Bukan siapa-siapa Pah, hanya teman kuliah Raka dulu.'' Ucap Raka.


Yaaaah... Karena tadi Arshel sempat melihat Jenny datang, saat Arshel berada di balkon. Sedangkan Raka, Raka sudah berdiri di belakang ruangan tamu saat mendengar pelayan memanggil Rania. Jadi, Raka pun sudah mendengar semua pembicaraan Mamanya dan Jenny.


.................


jangan lupa tinggalin jejak ya teman-teman Like, Rate * 5, Vote, comment kritik dan sarannya ya. Itu semua akan menjadi penyemangat untuk Mala, supaya Mala lebih semangat nulisnya lagi.


Salam Sayang Dari Arshel 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2