Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON 2 Sakit


__ADS_3

πŸ’ Happy Rading πŸ’


''Kamu tidak perlu merasa tidak enak, asal kamu tahu saja, Raka juga memiliki perasaan yang sama terhadap mu. Dan sebagai teman, aku tidak ingin kalian terbebani oleh perasaanku. Aku ingin kalian bersatu, karena kakak merasa kalian memiliki perasaan yang sama.'' Ucap Jayden sepenuh hati.


''Benarkah Raka memiliki perasaan yang sama terhadapku ku?'' Guman Nadia. Nadia sungguh merasa senang. Seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam hatinya.


Setelah bertemu dengan Nadia, Jayden pun langsung pulang untuk menemui Raka dan mengatakan kalau Nadia juga memiliki perasaan yang sama terhadap Raka.


''Benarkah Kak? Nadia juga memiliki perasaan yang sama terhadapku?'' Tanya Raka.


''Iya, kakak tidak bohong. Lebih baik sekarang kamu bersiap-siap dan ajak nadia ketemuan. Lalu ungkapkan perasaanmu kepadanya.'' Ucap Jayden, sambil menepuk bahu Raka.


Jayden sungguh harus benar-benar menguatkan hatinya, untuk bisa selalu tabah menerima bahwa cintanya memang benar-benar bertepuk sebelah tangan. Tapi tak apa, asal adiknya dan orang yang ia cintai Bahagia. Itu sudah lebih dari cukup bagi Jayden.


Di sisi lain, Nadia sangat bahagia mengetahui kalau Raka juga memiliki perasaan yang sama terhadap nya. Di sepanjang jalan Ia terus berdendang, ia sungguh tak sabar ingin segera mengungkapkan perasaannya juga terhadap Raka.


Toh ini tahun 2020, Nadia tidak ingin menunggu, kalau cowok duluan yang harus mengungkapkan perasaannya. Cewek juga bisa dong. Namun tak lama kemudian kepalanya terasa pusing, hingga membuatnya harus menghentikan Mobilnya di pinggir jalan.


''Aduh kepalaku.'' Ada apa ini? kenapa sakit sekali.'' Ucap Nadia. Dan, lama-kelamaan Ia pun tak sadarkan diri. Saat ia sadar, ia sudah berada di rumah sakit. Entah siapa yang membawanya.


Saat dia sadar, dokter pun seakan melihatnya dengan rasa iba. ''Ada apa ini? kenapa dokter itu menatapku seperti itu.'' Guman Nadia.


Ia pun berusaha untuk duduk, namun kepalanya terasa sangat sakit sekali. ''Ada apa Dok?, Apa yang terjadi kepadaku?. Dan siapa yang membawaku kemari?'' Tanya Nadia.


''Oh, iya Nona. Tadi ada banyak warga yang membawa Nona kemari, katanya mobil Nona berhenti di pinggir jalan. Dan berhenti sangat lama, hingga membuat warga curiga. Dan untungnya mobil Nona tidak terkunci, lalu mereka membawa Nona ke rumah sakit.'' Ucap Dokter itu.


''Devano.'' Ucap Nadia, saat membaca name tag Dokter itu.


''Ya saya Dokter Devano. ''Apa Anda mengenal saya?'' Tanya dokter itu kepada Nadia.


''Oh tidak, hanya saja saya pernah mendengar nama Dokter saja.'' Ucap Nadia.


''Dokter, Bolehkah saya bertanya? saya sakit apa ya? Apa karena kecapean atau karena apa Dok?'' Tanya Nadia.

__ADS_1


''Ada beberapa hal yang harus saya sampaikan kepada Nona, dan ini mungkin akan membuat Nona menjadi sedih.'' Ucap Dokter Devano.


''Katakan Saja Dok, saya sakit apa? apakah sakit saya sangat serius?'' Tanya Nadia, dengan penasaran. Ia sungguh sangat penasaran, Apa yang membuat dokter itu ragu-ragu mengatakan penyakitnya.


''Leukimia.'' Ucap Dokter Devano. Dan itu sukses membuat Nadia diam seketika. Ia sunggu tidak percaya, kalau ia mengidap penyakit yang sama seperti yang merenggut nyawa Mamanya.


''Leukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi mampu untuk memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi.


Di saat bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang sudah ada dalam tubuh. Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya.


Kanker leukimia kemudian di bedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, yaitu akut dan kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit diobati.


Gejala leukimia juga termasuk cukup sulit untuk di deteksi karena jenis kanker darah ini tidak memunculkan ciri yang khas. Namun, pada umumnya waspadai tanda-tanda ini:


Anemia


Sering mengalami perdarahan seperti memar, mimisan, atau gusi berdarah karena darah sulit membeku


Nyeri sendi atau di area tulang belakang


Nafsu makan dan berat badan menurun drastis


Berkeringat berlebih di malam hari.


..........


''Apa ini serius Dok? Dokter tidak sedang bercanda kan?'' Tanya Nadia. Hatinya benar-benar hancur, air matanya mengalir seketika. Ternyata penyakit yang dulu menggerogoti tubuh Mamanya, kini Nadia pun merasakannya.


Ia sungguh tak menyangka, ia sangat takut bagaimana kalau ia tidak bisa sembuh. Apa lagi saat ia memikirkan Papanya, pasti jika Papanya tau, Papanya pasti akan merasa sedih.


Kini, Nadia sudah kembali ke rumahnya. Ia terlihat sangat kacau, siang Ailen yang masih menunggu sahabatnya itu pun segera menghampiri Nadia, saat ia melihat Nadia baru saja memasuki rumah.


''Apa yang terjadi padamu?, kenapa kau terlihat sangat kacau Nad?'' Tanya Ailen pada Nadia.

__ADS_1


Namun Nadia hanya diam saja, Kemudian Nadia menghampiri Ailen, dan memeluknya. Nadia menangis sesenggukan di dalam pelukan Ailen. Ia sungguh tidak bisa berkata apa-apa. Ailen pun ikut merasakan kesedihan yang di rasakan oleh sahabatnya, meskipun ia tak tahu apa penyebab Nadia menangis seperti ini.


''Ayo duduk dulu, ceritakan kepadaku! Apa yang membuatmu sedih.'' Ucap Ailen, Seraya menggandeng tangan Nadia dan menyuruhnya untuk duduk.


Ailen pun mengambilkan segelas air putih untuk Nadia. Setelah minum, Nadia pun kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Ailen. Sedangkan Ailen, Iya tak dapat berkata apa-apa lagi. Ia sungguh tidak menyangka, Bagaimana bisa sahabatnya yang terlihat sehat setiap harinya tiba-tiba mendengar kabar bahwa sahabatnya menderita penyakit yang menurutnya sangat serius.


Ailen pun tak kuasa menahan air matanya lagi. Ia pun kembali memeluk Nadia dan menangis. Dua sahabat itu pun saling berpelukan dan menumpahkan kesedihan mereka. Hingga tak lama datanglah Alin, yang kaget melihat kedua sahabatnya menangis sesenggukan.


''Apa yang terjadi kepada kalian? kenapa kalian berdua malah menangis?'' Tanya Alin, kemudian Alin pun menaruh tasnya dan ikut duduk di sofa. Ailen dan Nadya tak mampu lagi berkata. Suaranya terasa tercekat habis, setelah menangis. Mereka berdua pun langsung berhambur memeluk Alin.


''Apa-apaan ini?, kenapa kalian menangis? dan tidak bicara apapun kepadaku. Sekarang berhentilah menangis! dan ceritakan apa yang terjadi.'' Ucap Alin, Seraya menatap kedua sahabatnya itu.


Ailen meminta Nadia untuk pergi istirahat ke kamarnya. Nadia pun menuruti perintah Ailen lalu ia pun pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.


Setelah Nadia pergi ke kamarnya, Ailen pun kemudian menceritakan penyakit yang saat ini di derita oleh Nadia. Alin pun sangat terkejut, dan tidak percaya.


''Tidak mungkin! Ailen kau tau sendiri kan Nadia itu sehat! tidak,,,tidak! aku tidak percaya.'' Ucap Alin menggelengkan kepalanya.


Namun mau bagaimana lagi itu sudah menjadi kenyataanya, setelah Ailen menunjukkan surat dari Dokter. Kini giliran Alin yang menangis, meraung-raung. Karena ia juga pernah merasakan kehilangan kekasihnya akibat kangker itu juga.


-


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEβ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.


Salam Sayang Dari Ailen πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2