Tentang Dia

Tentang Dia
TD SEASON2 Berbeda


__ADS_3

๐Ÿ’ Happy Reading ๐Ÿ’


''Siapa juga yang melamun!'' Jawab Nadia.


''Heleeeh, aku melihatnya sendiri. Kau sedang memikirkan pria yang tadi malam itu kan?'' Ledek Alin.


Nadia pun melempar bantal ke arah Alin, namun sayang langsung di tangkap dengan mudah.


"Kalian sedang apa?, kenapa gak ajak-ajak?" Ucap Ailen yang baru saja pulang bekerja.


"Kau sendiri baru pulang, bagaimana mau mengajakmu bermain." Jawab Alin.


Ailen seorang pengacara muda, berbakat dan sedang naik daun. Kenapa nggak naik pesawat aja, memangnya tu daun kuat angkat Ailen๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜….


Sedangkan Alin ia bekerja sebagai dokter Anak, mereka masih muda namun sudah memiliki prestasi yang memuaskan. Tak heran mereka bertiga mendapat julukan three girls beauty.


Banyak para pria yang mengejar mereka, namun mereka bertiga ingin lebih memfokuskan dulu karirnya. Apa lagi Alin, dia baru saja mendapat promosi dari atasannya, dan lagi putra Direktur Rumah Sakit tempat Alin bekerja menyukai Alin.


''Haduuuuh!! hari ini aku lagi kesal sekali, mood ku hancur berkeping-keping.'' Ucap Ailen dengan wajah yang cemberut.


''Kenapa emangnya? dan tu lagi, kenapa tu wajah di jelek-jelekin.'' Ucap Alin, ia bermaksud untuk menghibur sahabatnya yang sedang kesal.


''Hiiis kau ini! nyebelin banget sih!'' Ucap Ailen, kemudian ia pun bergabung duduk bersama Nadia dan Alin.


''Eh, apa-apaan ini! belum mandi sudah duduk di kasurku, mandi dulu sana.'' Ucapa Nadia, kemudian mereka pun dorong-dorongan. Tapi masih dalam mode bercanda ya. Akhirnya Ailen pun mengalah dan memilih untuk mandi dulu, sebelum bergabung kembali dengan para sahabatnya.


...............


Ke esokan harinya...


Nadia hendak pergi ke sebuah Cafee. Dan lagi-lagi, ia tak sengaja melihat Raka yang sedang asik mengobrol, sepertinya Raka sedang ada rapat. Nadia pun hanya duduk membelakangi Raka, dan Raka pun tak tau, kalau di belakangnya persis adalah Nadia yang sedang duduk.


Setelah selesai rapat, Raka pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Namun saat berdiri ia tak sengaja menyenggol kursi yang sedang di duduki oleh Nadia. Hingga Nadia tersedak oleh makanannya. Saat itu Nadia sedang makan.


''Aduh, Uhuk...uhuk.'' Nadia pun berdiri, Iya sangat kesal! Siapa yang berani mengganggu sarapan paginya. Dan saat ia berdiri, ternyata Raka.


''Kau?'' Ucap Nadia, namun dia enggan berurusan kembali dengan Raka. Ia pun bermaksud pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun, tangannya di tahan oleh Raka.


''Ada apa?'' Tanya Nadia.


''Maafkan aku, aku tidak sengaja. Aku minta maaf.'' Ucap Raka.

__ADS_1


''Ya, baiklah. ''Tidak apa-apa kok.'' Ucap Nadia, kemudian Ia pun berlalu pergi ke kamar mandi.


''Apa yang terjadi dengan gadis aneh itu? kenapa dia sangat berubah. Bahkan penampilannya tidak lagi seperti yang dulu, terlihat lebih elegan.'' Guman Raka. Raka pun masih menunggu Nadia, hingga Nadia kembali lagi ke tempatnya.


''Kenapa masih di sini?'' Tanya Nadia.


''Tidak apa-apa, aku hanya menunggumu saja.'' Jawab Raka.


''Menungguku? untuk apa?'' Tanya Nadia, ia heran kenap Raka jadi semakin aneh.


Raka masih berpikir-pikir untuk menjawab apa alasannya. Bahkan ia pun tak tahu mengapa ia masih berdiri di situ.


''Tidak apa-apa, kau sudah maafkan aku belum?'' tanya Raka.


''Sudah!'' Aku sudah memaafkanmu. Sekarang lebih baik pergilah, bukankah kau banyak urusan.'' Ucap Nadia.


''Oh, ya sudah kalau begitu, terima kasih. Raka pun hendak melangkah pergi, namun ia kembali lagi.


''Kenapa kembali lagi?'' Tanya Nadia.


''Kau pergi dengan siapa?'' Tanya Raka.


''Bukan urusanmu!'' Ucap Nadia.


''Hei, tunggu dulu! kenapa malah langsung menarikku.'' Tanya Nadia. Lalu Nadia dengan segera mengambil tas dan barang-barangnya, karena tangannya sudah di tarik oleh Raka, hingga ia masuk ke dalam mobil Raka.


''Kenapa kau sama sekali tidak berubah! dari dulu masih saja menjengkelkan.'' Ucap Nadia.


''Aku memang sudah menjengkelkan dari dulu, bukankah kau sudah tahu.'' Jawab Raka.


''Menyebalkan sekali!'' Guman Nadia.


''Apa kau bilang?'' Tanya Raka.


''Tidak bilang apa-apa, Mungkin kau salah dengar.'' Ucap Nadia, mencoba mengelak karena ia tidak ingin berdebat lagi dengan Raka. Harinya sungguh sial, pagi-pagi sudah mendapatkan masalah. Tapi entah mengapa satu mobil dengan Raka, seperti ada kerinduan tersendiri dalam hati Nadia.


Bahkan Raka sendiri pun bisa merasakannya. Entah mengapa hatinya begitu senang saat ia melihat Nadia, bahkan tanpa alasan ia masih setia menunggu Nadia dari kamar mandi. Dan tanpa ia sadari pun Raka malah menarik tangan Nadia untuk satu mobil dengannya, dan mengantarkannya untuk pulang.


''Apa yang terjadi dengan hatiku? kenapa aku malah seperti ini.'' Batin Raka, dia masih fokus menyetir, namun hatinya sedang kalut memikirkan apa yang ia rasakan.


''Tidak mungkin kan aku jatuh cinta sama dia.'' Batin Raka.

__ADS_1


"Kenapa hatiku malah terasa senang bisa bertemu dengan Raka, tidak mungkin kan aku menyukai cowok aneh ini." Batin Nadia, sambil sesekali ia melirik ke arah Raka.


"Kenapa melihatku? apa ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya Raka.


"Tak," Ucap Nadia.


Raka pun kemudian bertanya alamatnya Nadia, setelah di beritahu, Raka pun mengantarkan Nadia pulang ke alamat rumahnya.


"Oh, ternyata kamu tinggal di sini." Ucap Raka.


"Ya, tentu saja Aku tinggal di sini. Tidak mungkin kan aku memintamu mengantarkanku ke rumah tetangga." Jawab Nadia.


"Kenapa gadis ini berubah lagi, padahal tadi sudah normal. Sekarang jadi aneh lagi." Batin Raka.


"Kenapa melihatiku seperti itu?, jangan mengejekku di dalam hatimu." Ucap Nadia, sambil menunjuk wajah Raka.


"Siapa juga yang mengejekmu. Aku hanya tidak menyangka, ternyata rumah kita dekat. Rumahku ada di ujung jalan sana." Ucap Raka.


"Siapa yang bertanya!" Ucap Nadia, sungguh membuat Raka ingin sekali menciumnya. Eh tunggu dulu, kok cium sih?.


"Aku tidak menjawab pertanyaanmu, aku hanya menunjukkannya padamu." Jawab Raka dengan kesal. Namun entah mengapa, ada kebahagiaan tersendiri di dalam hatinya. Ribut seperti ini seperti sudah lama ia rindukan.


"Ya sudah, masuklah!" Perintah Raka.


"Tentu saja aku masuk, masa iya aku keluar lagi. Ya sudah terima kasih ya, sudah mengantarkanku sampai rumah dengan selamat. "Sana Pulanglah!" Ucap Nadia.


"Kau ini, berterima kasih! tapi tidak ikhlas. Sekarang langsung mengusirku." Ucap Raka.


"Aku harus bagaimana lagi, kau sudah mengantarkanku sampai rumah. Dan Bukankah sekarang kau seharusnya pulang. Apa kau masih ingin berdiri di luar!" Ucap Nadia.


"Baiklah-baiklah, selamat tinggal, sampai berjumpa lagi." Ucap Raka, namun tiba-tiba entah mengapa tangannya langsung mengelus rambut kepala Nadia, hingga pandangan mereka pun bertemu dan seakan dunia berhenti seketika.


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. LIKE, RATEโ˜† 5, VOTE DAN KOMEN, karena itu adalah sebagai bentuk dukungan untuk Mala supaya lebih bersemangat lagi.

__ADS_1


Salam Sayang Dari Nadia๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


__ADS_2