
Happy Reading
Rasanya semua ini seperti sebuah mimpi. Rania sangat bahagia sekali, melihat keluarga kecilnya sudah lengkap. Namun terkadang Rania juga takut, takut kalau suatu saat nanti, ia akan kehilangan semua itu. Bukan masalah kekayaan, harta, ataupun benda.
Tapi, semua kasih sayang yang baru ia dapatkan dari keluarga tercintanya. Ucapan selamat tak berhenti mengalir dari keluarga kerabat dan juga teman-temannya. Bahkan kakek Johnson memberikan sebuah hadiah yang terlalu Wow!! menurut Rania.
Bagaimana bisa bayi sekecil ini, diberi hadiah sebuah perusahaan. Dan Rania juga baru mengetahui bahwa, Villa yang dulu pernah Ia tempati bersama Arshel, adalah Villa milik kakek Johnson. Atau bisa dikatakan Villa milik Mama dan Papanya.
2 Bulan sudah, semenjak kelahiran baby Raka. Bahkan Arshel yang biasanya pulang larut, kini selalu menyempatkan untuk pulang lebih awal.
Arshel ingin sekali selalu dekat dengan putranya itu, bahkan kalau bisa Arshel ingin membawanya ke tempat kerja. Namun karena usianya yang masih terlalu kecil Arshel juga tidak tega, apa lagi saat melihat situasi kantor yang terlalu berisik.
Hari ini Rania berencana mengunjungi panti asuhan, namun seperti biasa Arshel sekarang makin rewel!!. Haruse yang rewel anaknya la ini malah bapaknya!.
''Aku akan ikut pokoknya,'' Gak ada tapi-tapian.'' Ucap Arshel.
''Bukan begitu, Mas kan hari ini ada meeting dikantor, kalau Mas ikut!, lalu apa nggak sayang tu proyek baru?.'' Ucap Rania.
__ADS_1
Ya seperti itulah keseharian mereka, tiap pagi ada aja yang diributin.
Rania sungguh tidak menyangka, Kehidupan masa lalunya yang begitu kelam, sekarang berganti dengan kebahagiaan.
Sedangkan misteri kematian orang tua Rania dan Arshel pun sudah tuntas diurus oleh Kakek Johnson.
Hanya karena masalah bisnis dan saingan perusahaan, mereka sampai tega saling membunuh satu sama lain.
Aku terkadang heran dengan semua orang, kita sudah berusaha selalu berbuat baik, namun terkadang kebaikan kita malah dibalas dengan kejahatan.
6 Tahun kemudian......
Kini baby Raka Adhitama Johnson. Yah kepanjangan, baby Raka sudah berusia 6 Tahun. Bocah kecil itu sedang bermain kejar-kejaran bersama kakek buyutnya.
''Ayo kakek tangkap Laka!'' Ucap Raka kecil, yang terlihat Sungguh sangat menggemaskan.
Tak lama kemudian Rania pun datang membawa cemilan kesukaan putra kecilnya itu, dan juga jus untuk kakek dan suaminya.
__ADS_1
''Raka sayang,'' Ayo makan dulu nak!, jangan berlari-lari terus, kasihan kakek buyut.'' Ucap Rania.
Namun panggilannya sama sekali tak digubris oleh anaknya, membuat Rania cemberut melihat tingkah polah putranya itu.
Arshel yang melihat istrinya kelelahan karena mengurus rumah juga putra kecilnya, kemudian Arshel pun berinisiatif membantu istrinya.
''Sayang, jagoan Papa!'' Kalau Mama memanggil Raka harus cepat menjawab, jangan membuat Mama kesal. Lihatlah jika Mama sedang cemberut, hilang kan cantiknya.'' Ucap Arshel menasehati putranya sambil memperlihatkan Rania yang sedang cemberut.
''Iya ya Pa, Mama jadi enggak cantik. Baiklah Raka akan menghampiri Mama dahulu.'' Ucap Raka. Kemudian iapun berlari menghampiri Mamanya.
"Maafkan Raka mama,'' Lain kali Raka gak lari-lari lagi Mama.'' Ucap Raka kecil. Huuuu sungguh menggemaskan melihat ekspresinya.
Rania pun tak dapat menahan tawanya. Sungguh dalam ekspresi bersalah Raka kecil, membuat semua orang yang sedang berkumpul tertawa terbahak-bahak.
Rania segera menggendong Raka dan menciumi pipi putranya yang bersemu merah menahan tangis.
''Eh, Anak Mama enggak boleh cengeng ya!, Ayo Mama sudah membuatkan makanan kesukaan Raka.'' Ucap Rania.
__ADS_1