
Di dalam satu ruang rumah sakit terlihat beberapa orang sedang berkumpul, yang sangat memprihatinkan sekarang adalah keadaan keyla. Tepat di depannya sekarang ibunya sedang terbaring lemah dan tak sadar kan diri.
Keyla berada dalam dekapan alex, ia berusaha sekuat mungkin untuk mengunci keyla yang terus meronta untuk di lepaskan. Ia masih tidak terima jika ibunya sudah tiada.
"Aku mohon keyla tenanglah, sekarang ibu sudah tidak sakit sakitan lagi. Aku mohon kamu tenang," Alex terus berusaha menenangkan keyla yang sedang histeris sekarang ini.
-----
Usai pemakaman ibunya keyla tetap tidak beranjak pergi dari sisi makam ibunya, melihat semua orang telah pergi alex menemani keyla yang sedang menangis tersedu sedu.
"Kita pulang ya, tidak baik baik kamu seperti ini, sayang ibu yang sudah tenang malah melihat kamu seperti ini malah membuatnya tidak tenang,"
Alex sekuat tenaga membujuk keyla agar berhenti menangis, tapi keyla tidak meresponnya sama sekali. Ia masih fokus pada tanah yang sudah berbaring sag ibu tercinta.
__ADS_1
"Keyla aku mohon jangan buat diri kamu seperti ini, masih ada aku mom dan dad yang akan terus di samping kamu," Sekarang alex mengatakan itu dengan sungguh sungguh dan tulus dari hatinya.
"Tau apa kamu tentang diriku, kamu tidak usah sok perduli. Sekarang pergilah kemana pun kamu suka tak perlu sok care," muka keyla menunjukkan rasa marahnya pada alex.
Kemanapun aku pergi aku akan tetap pulang kepadamu, karena kamu adalah rumah bagiku. Batin Alex
Sekarang sudah tidak ada yang berani berbicara saat melihat kemarahan tersirat di wajah keyla, hanya sesekali suara isak tangia dari keyla yang terdengar
Melihat keyla saat ini membuat hati alex ikutan sedih, ia melihat bagaimana rasa sayang pada ibunya.
Sampai di rumah keyla tidak perduli dengan orang orang yang sedang menunggunya keyla langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang di susuli alex dari belakang.
"Keyla aku mohon jangan seperti ini, jangan buat aku frustasi begini," alex hanya mengacak ngacak rambutnya sampai dia tidak tahu harus berbuat melihat keyla sekarang.
__ADS_1
Alex memeluk keyla ia berusaha memberi kehangatan untuknya, saat di pelukan alex, keyla menumpahkan semua kesedihannya. Alex terus mempereratkan pelukannya dan sekali kali ia mencium kepala keyla.
"Terimakasih alex," setelah lama di pelukan alex ia hanya mengucapkan itu kemudian melepaskan diri dari pelukan alex.
"tunggu jangan pergi dulu," Alex menarik tangan keyla dan menangkap wajahnya, kemudian ia mencium mata keyla dengan lembut.
setelah alex melepaskan keyla dari ciumannya, keyla langsung pergi ke kamar mandi dan mengantikan pakain yang sudah ia kenakan dari tadi pagi.
"Kok lama banget keluarnya, kamu nangis lagi ?" Alex mengusap pipi keyla dengan lembut. Keyla memejamkan matanya dan menjatuhkan bulir air matanya.
Memang sangat sulit untuk melepaskan orang yang kita cintai. Rasanya begitu amat menyakitkan, untuk menelan air liur saja rasanya seperti menelan duri.
Salah satu alasan yang membuat keyla tetap bertahan dengan alex adalah ibunya, ia berusaha untuk tetap bersama alex supaya ia mudah mendapatkan uang untuk semua pengobatan ibunya.
__ADS_1
Tidak salah keyla mengharapkan uang untuk pengobatan ibunya karena itu semua telah tertera di surat pernyataan perjanjian kontraknya. Mungkin sekarang sudah saatnya untuk keyla mencari kebahagiaannya dengan pergi dari rumah itu dan meninggalkan banyak kenangan pahit di dalamnya.