
Kejadi yang tak di harapkan oleh keyla, dia bertemu dengan suaminya saat ia dan Nicholas keluar dari toko perhiasan tempat mereka membeli cincin. Alex dan Mira masuk kedalam sedangkan dirinya dan Nicholas berjalan keluar. Tubuhnya bagaikan di sambar petir disiang bolong, ketika ia melihat suaminya yang sedang berjalan dengan mesra bersama wanita lain.
Sakit, sudah pasti. Bagaimana tidak melihat kedua pasangan itu berjalan sambil menggenggam jemari tangan satu sama lain dengan wajah yang terlihat begitu bahagia. Bahkan mereka berjalan seolah-olah tidak mengenali Keyla.
"Hei apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Nicholas yang melihat keyla sudah berdiri mematung.
Nicholas tau itu adalah pertanyaan yang konyol, tidak ada wanita yang akan senang melihat suaminya sedang jalan dengan bahagia bersama wanita lain.
"Nic, sepertinya aku kehilangan moodku untuk kita pergi berbelanja. Bisakah kita pulang sekarang."
Dengan mata yang sudah berkabut akibat air mata yang ditahannya. Sepertinya untuk menelan ludah saja sungguh sangat sakit.
"Pulang ? Kenapa harus pulang secepat itu. Sekarang kamu butuh seseorang untuk kamu ajak bicara, aku tidak mau mengantarkan kamu pulang dalam kondisi seperti ini sebelum aku memastikan kamu baik-baik saja."
"Nicholas aku mohon antarkan aku pulang sekarang juga. Jangan khawatirkan diriku, aku baik-baik saja." Lirih Keyla, Ia tetap bersikeras untuk di antarkan pulang.
Nicholas tidak memperpanjang, ia tidak mau sampai harus bedebat dengan Keyla.
Tanpa mengeluarkan aba-aba Nicholas menarik lembut lengan Keyla menuju ke arah parkiran.
Sesampai disana Ia membukakan pintu mobil untuk Keyla. "Cinderella kamu tahu aku bukan, aku adalah orang pertama yang tidak mempercayai kata-kata dari apa yang kamu ucapkan bahwa 'diri kamu baik-baik saja'. Hatimu dengan kata yang keluar dari mulutmu itu jelas bertolak belakang, aku dapat melihat dengan jelas raut wajahmu itu menunjukkan kekecewaan dan kesedihan melihat mereka."
Nicholas masih berdiri sambil memegang pintu mobil di samping keyla yang sedang duduk di dalam.
__ADS_1
"Cukup !" Teriak Keyla.
"Cukup Nic aku sedang tidak ingin membahas mereka lagi, aku hanya mau pulang untuk menenangkan diriku sendiri." Tampa bisa di bendung lagi butiran kristal bening telah lolos dari pelupuk matanya.
Sungguh wanita mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bersama dengan wanita lain. Meskipun sekarang ia juga bersama dengan pria lain, tapi tetap saja membuat hatinya terluka. Karena mereka adalah pasangan kekasih sedangkan ia dan nicholas hanya berteman.
Tidak menunggu lama Nucholas menarik tubuh mungil kedalam dekapannya, ia berusaha untuk memberi sedikit kenyaman.
"Ssstt... Jangan tangisi yang tidak penting, kamu harus tau bahwa air mata kamu itu sangat berharga hanya untuk pria yang tidak bisa bersyukur memiliki istri cantik dan baik seperti kamu cinderellaku."
"Aku tidak akan mengantarkan kamu pulang kerumah, disana kamu malah akan lebih terluka. Apakah kamu memiliki tempat yang ingin kamu kunjungi, tempat yang bisa membuat perasaan kamu menjadi lebih tenang." Nicholas membelai lembut kepala Keyl yang masih didalam dekapannya.
"Aku ingin berkunjung ketempat ibuku, sepertinya pergi ketempat ibu sedang istirahat adalah pilihan yang tepat untuk membuat suasana hatiku menjadi sedikit membaik."
Nicholas melepaskan pelukan mereka, ia berjalan dengn sedikit berlari kearah pintu mobil tempat dia kemudi. Dia menempatkan kedua bokongnya dan menghidupkan mesin mobilnya. Ia memutar arah mobilnya untuk menuju kearah jalan raya dimana jalan itu yang akan ditempuhnya menuju ketempat pemakaman ibu Keyla.
"Kita singgah di seberangsana sebentar, aku mau beli bunga."
"Anything for you." Balas Nicholas sambil menggenggam lembut tangan Keyla.
***
Keyla berjalan menuju kesalah satu makam yang terlihat begitu indah, karena setiap saat keyla menyuruh penjaga untuk membersihkan makam ibunya.
__ADS_1
Ketika sampai ia langsung berjongkok sembari meletakkan satu bucket bunga dekat nisan ibunya. Ia mengecup nisan ibunya lalu melanjutkan dengan menaburi bunga di atas makam.
"Ibu hari ini aku kemari lagi dengan lelaki yang sama, dia Nicholas dia adalah lelaki yang sangat baik terhadap diriku,"
"Andai waktu dapat key putar kembali, aku mau seperti dulu lagi saat-saat aku berjuang untuk mencari biaya pengobatan itu. Di masa itu aku memiliki banyak waktu bertemu dengan ibu, tapi tidak. Aku malah menerima perjanjian untuk menikah konyol yang mana dia mau membantu pengobatan ibu karena aku sangat lelah bekerja di tempat terkutuk itu."
Sesekali terdengar suara suara sesenggukan karena isakan tangis dari Keyla. Nicholas hanya mengelus punggung wanita itu dari samping berharap dapat memberikan sedikit kekuatan.
"Key salah dengan menikah malah membuat banyak waktu yang harusnya key habiskan dengan ibu malah key habiskan dengan pria yang sudah jelas akan menyakiti hati Keyla."
Terdiam beberapa saat. "Key kemari hanya merindukan ibu. Sekarang key hanya sendiri doain Key ya bu supaya kuat melewati semua ini"
"Dan satu hal yang harus ibu tau, Alex tidak mau menceraikanku entah apa yang masih dipertahankannya. Padahal jelas-jelas itu hanya akan membuatku semakan sakit."
Tidak tahu seberapa banyak ia sudah menceritakan tentang pria yang kini sudah mencuri hatinya. "Keyla sangan merindukan ibu. Aku pamit ya bu sampai jumpa dilain waktu, selamat istirahat ibu...." Lanjut Keyla lalu mengelus nisan ibunya kemudian mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
Sungguh rindu itu benar adanya, apalagi yang sedang di rindukan sekarang adalah dia yang sudah pergi untuk selamanya. Itu sungguh sangat menyesakkan dada.
"Tante saya dan Keyla pamit untuk pulang, semoga tante tenang disana. Saya janji akan menjaga anak tante dengan baik."
Keyla melihat kearah Nicholas yang berada di sampingnya, ia tidak percaya bahwa Nicholas berkata seperti itu.
"Terimakasih, mari kita pulang aku merasa sangat lelah sekali. Sepertinya tidur adalah pilihan yang tempat untuk keadaan saat ini,"
__ADS_1
Senyum yang tulus mengembang di bibir Keyla, sebuah senyum yang tidak dibuat-buat dan juga senyum karena terpaksa. Ini benar benar senyuman yang tidak dapat di artikan saat mendengar ucapan dari Nicholas.
Dibebaskan bukan berarti kamu berhak untuk pergi kemana saja dengan pria lain~ Alex