
*Dirimu yang selalu temani ku kini berlalu dari hadap ku, menjauh dan tak kan tergapai.
Langkah kupun terasa kian merapuh.
Terisak dalam dekap sepinya hari-hari ku tanpa hadirnya dirimu. Detak darah di nadi ku berhenti mengalir.
Hidup tiada berarti lagi bagi ku karena kau telah mencuri sebagian hati ku
dan pergi begitu saja tanpa bicara
Haruskah ku biarkan kisah ini berlalu?
Atau ku simpan dan ku kenang? Walau seumur hidup ku tahan rasa sakit dan kecewa saat cinta ku hilang*.
Alex Pov~
Malam harinya aku pulang setelah tadi siang mendapat telepon dari kantor, karena ada keperluan mendadak aku harus berangkat ke kantor meskipun tadinya aku berencana untuk tidak masuk hari ini.
Pulang malam aku juga punya alasan karena ada yang harus aku handle. Tujuanku tidak lain saat berada di rumah adalah untuk bertemu dengan Keyla istriku termanis meskipun aku sering membuatnya terluka, sekarang aku akan memperbaikinya sedikit demi sedikit.
"Apa Keyla sudah makan?" Tanyaku kepada salah satu maid yang menyambutku pulang.
Aneh bukan? tentu saja aneh harusnya ke pulanganku disambut oleh istriku bukannya pelayan dirumahku. Tapi apa boleh buat, semua karena kondisi hubungan kami yang retak.
"Belum tuan." Ujar maid itu dengan tenang.
"Panggil dia untuk ikut makan bersama saya. Satu lagi sampaikan kepada bi Astrid untuk menyiapkan air hangat untuk saya mandi."
"Baik tuan." Jawab sang maid sambil menundukkan kepalanya.
Karena tidak menunggu lama aku memilih untuk melangkah cepat menuju ruang makan sambil menunggu Keyla.
Perutku langsung memberi sinyal kepada otakku pada saat mata sudah melihat hidangan di hadapan meja.
"Sepertinya aku tidak bisa menunggu terlalu lama." Gumamku pada diriku sendiri. Karena memang Keyla belum menampakkan batang hidungnya.
"Tuan nona Keyla tidak ada di kamar. Saya juga sudah mencarinya ke tempat yang biasanya nona Keyla berdiam diri." Maid itu memberitahu kepadaku yang sedang makan dengan santai sambil menunggu Keyla.
"Apa tadi dia pergi bersama seseorang?" Tanyaku memastikan.
__ADS_1
"Maaf tidak tuan. Kami sibuk di taman belakang mengurus bunga nyonya di belakang."
"Pastikan sekali lagi, dan tanyakan kepada seluruh orang yang berada dirumah ini." Perintahku pada maid yang masih berdiri dengan kepala menunduk.
Kemana Keyla tidak biasanya pergi sampai malam begini? Apa karena tadi aku meninggalkan dirinya, hingga membuat dia kesal kepadaku.
Ini sungguh tidak wajar. Aku sudah menghabiskan makananku tapi Keyla belum muncul juga. Hingga pada akhirnya aku berinisiatif mencari sendiri.
Dia benar benar tidak ada di rumah.
Penjaga pintu gerbang rumah menjumpaiku.
"Tuan saya tadi melihat nona Keyla pergi dengan membawa koper, katanya nona ingin membagikan pakaiannya yang tidak dipakai kepada yang membutuhkan."
Apa?
"Persiapkan mobil dan beberapa orang untuk mendapingi saya!" Perintahku sambil membuka layar ponsel untuk memutar ulang CCTV kemana sebenarnya Keyla pergi.
"Bagus, ternyata kamu pergi lagi dengan lelaki sialan itu." Geramku pada saat melihat Keyla pergi bersama Nicholas.
"Kerahkan seluruh anak buah kita untuk mencari keberadaan istri saya, fotonya sudah saya kirim." Ucapku melalui sambungan telepon kepada salah satu anak buahku.
Ternyata wanita itu berani juga kabur dari rumah, dan ternyata aku salah bahkan wanita itu pergi tanpa meninggalkan sepatah kata apapun.
Apa salahku?
"Tuan semuanya sudah siap, mari kita berangkat sekarang."
Aku melangkahkan kaki dengan perasaan yang tersulit emosi. Tidak ada yang boleh merampas hakku.
***
Hampir pagi aku belum juga mendapatkan tanda tanda dimana keberadaan Keyla sekarang. Sudah beberapa kali aku menghubungi Keyla dan juga Nicholas, tapi ponsel mereka mati. Itu juga termasuk dalam kendala mereka dalam mencari keberadaan mereka karena tidak bisa melacak lokasi.
"Berani sekali kalian bermain denganku."
Aku belum habis pikir apa yang membuat Keyla pergi dari rumah. Apa karena Nicholas telah mengatakan sesuatu tentang diriku kepada Keyla? Atau memang benar seperti dugaanku selama ini bahwa mereka memiliki hubungan khusus di belakangku?
Dulu memang Nicholas sempat bercanda dengan diriku pada saat aku mengatakan 'aku akan menceraikan Keyla setelah satu tahun pernikahan kami.' Dia akan menikahi Keyla dengan suka rela.
__ADS_1
Itu dulu sebelum aku mencintainya.
"Awas saja kamu Nicholas, jangan harap kamu bisa bernafas lagi setelah ini."
Ini bukan hanya ucapan. Tapi ini akan menjadi nyata setelah aku menemukan mereka.
"Tuan bagaimana ini, kita belum juga menemukan mereka."
Selah satu anak buahku mencoba memberitahu hal yang juga aku tau.
"Saya tidak peduli. Kita harus menemukan mereka yang telah berani macam macam denganku."
"Baik tuan."
Kemana perginya wanita itu? Apa yang sudah di berikan Nicholas sehingga dia berani meninggalkanku. Kalau sampai aku mengetahui mereka memiliki hubungan aku tidak akan segan segan memberi mereka hukuman.
Tak peduli sudah berapa puluh kilo jalan yang kami tempuh sampai kembali pagi begini, aku harus menemukan mereka.
Aku juga sudah menyuruh orang orang suruhanku yang lain membuat laporan ke kantor polisi, supaya lebih mudah lagi dalam mencari keberadaan Keyla dan juga Nicholas.
"Halo bagaimana?" Aku menghubungi anak buahku yang lain.
"Tuan polisi juga kesulitan mencari keberadaan nona Keyla dan juga Nicholas, baiknya kita lanjutkan nati lagi."
"Kalau kamu tidak siap silahkan undurkan diri kamu! Saya mau istri saya kembali hari ini."
"Baik tuan saya minta maaf, kami akan mencari sampai kepelosok desa sekaligus."
Aku memutuskan sambungan lalu jemariku mencari nomor telepon anak buahku yang lain untuk mengecek di apartemen Nicholas dan rumah keluarganya. "Cepat kalian cari mereka di rumah keluarga Nicholas dan juga apartemennya."
"Sudah tuan kami sudah mengunjungi tempat dia tinggal, kami juga sudah mendatangi rumah Almarhum ibu Keyla."
Ternyata mereka sangat cerdik dalam hal bersembunyi, aku tidak menyangka mereka bisa menghilang seperti ditelan bumi. Aku tau ini semua Nicholas yang merencanakan, nyatanya sebelum Keyla pergi dia sempat teleponan. Bisa jadi itu adalah Nicholas yang mengajak Keyla untuk kabur.
"Jika ini adalah sebuah permainan, aku rasa ini permainan yang sangat seru."
Aku berbicara kepada diriku sendiri meskipun ada anak buahku. Mereka sama sekali tidak berani bicara, hanya ketika aku yang berbicara saja mereka berani menjawab.
Kepalaku sudah sangat berat sepertinya ini adalah efek dari aku belum tidur semalaman. "Kita lanjutkan nanti lagi, sekarang carikan hotel untuk kita semua."
__ADS_1
Aku menyuruh mereka untuk ikut bersamaku karena pencarian ini tidak mungkin di lanjutkan lagi. Lagi pula aku juga sudah meminta para polisi dan pastinya mereka juga memiliki jaringan yang kuat untuk mencari keberadaan Keyla dan juga Nicholas.