
Perang dingin antara Keyla dengan Alex masih berlanjut. Belum ada yang berbicara satu sama lain, semenjak Mom dan Dad memutuskan untuk tinggal di luar negeri sepertinya hubungan mereka malah bukan membaik.
Alex yang tetap kekeh akan mempertahankan pernikahan antara mereka membuat Keyla semakin muak dengan lelaki yang berstatus suaminya itu. Apa yang harus dia lakukan ? Apakah ia harus kabur dari rumah ? Tidak, itu tidak mungkin ia tidak tahu harus pergi kemana jika pulang kerumah mendiang ibunya pasti dengan mudah Alex menemukannya.
Keyla Pov~~
Saat ini aku belum tau harus kemana dan menceritakan kepada siapa sudah sangat sakit rasanya memendam perasaan ini semua.
"Aku benar-benar wanita bodoh dengan mudahnya aku mencintai laki-laki yang memang hatinya sama sekali bukan untukku," Aku hanya menatap mukaku di cermin. Rasanya begitu menyedihkan bukan ?
Berkali-kali ponselku bunyi tapi tidak ada sama sekali niat untuk melihat siapa, sekarang ini aku hanya membutuhkan tempat untuk mencurahkan isi hati.
Ponselku masih saja berdering, sedikit rasa penasaran membuatku berjalan kearah suara dimana ponsel aku letakkan. 'Mommy' Nama itu, kenapa mom menelfonku saat sedang kacau begini.
",,,,,"
"Iya mom, maaf tidak mendengar panggilan dari mommy. Tadi Keyla tertidur," ujarku sengaja membohongi mommy.
",,,,,"
__ADS_1
"Kami baik-baik saja, Alex sudah berangkat ke kantor. Mom dan Dad apa kabar ?"
",,,,,"
"Iya Mom titip salam untuk Daddy, baik-baik disana aku juga sangat merindukan kalian."
Mom memutuskan sambungan telfon. Mommy sangat peduli denganku bagaimana jika ia tau bahwa anaknya selalu berselingkuh di belakangku ? Apakah Mom akan tetap membela anaknya ? Sandiwara pernikahan ini harusnya sudah bisa di akhiri, Alex bisa pergi bersama kekasihnya. Tapi, kenapa sekarang ia tak ingin meninggalkanku. Banyak hal yang tidak aku mengerti pada diri laki-laki itu setelah menjebakku dalam pernikahan gila ini.
***
Alex sekarang lebih sering berada didekat Mira. Semenjak wanita itu jarang keluar negeri ia bahkan sering mendatangi kantor Alex dan tanpa rasa malu dengan beraninya datang kerumah untuk menginap.
Keadaan seperti sekarang membuat keyla semakin menjauh dari Alex.
"Hai bro gue boleh pinjam istri lo gak untuk besok. Gue janji gak bakalan macam-macam sama keyla, please kali ini aja ini urgent model yang mau gue pakek untuk produk baru gue kecelakaan."
"Kenapa harus perempuan itu, tidak boleh sama sekali tidak boleh. Sekarang disini ada Mira yang memang jelas profesinya Top Model, hubungi saja Mira sebelum dia balik ke London."
"Waah yang benar saja ? ini benar-benar penawaran yang luar biasa. Tentu saja boleh pasti nantinya produk gue lebih maju jika aku menggunakan Mira, hanya saja aku sedikit tertarik pada Keyla saat kalian menghadiri pestaku."
__ADS_1
"Aku sedang sangat sibuk jangan terlalu banyak bicara hal yang tidak penting." Tut..Memutuskan sambungan telfon.
Dengan beraninya Anton menghubungi Alex untuk meminta istrinya untuk dijadikan sebagai bintang iklan produknya. Tidak bisa, itu sangat tidak boleh terjadi, Alex sangat tidak suka jika wajah istrinya di nikmati oleh banyak orang nantinya.
'Jangan sampai Anton juga tertarik pada wanita itu hanya aku yang boleh memilikinya aku yang berhak untuk atas dirinya selama dia masih berstatus istriku'
Tok..tok.. Suara ketukan pintu. Alex mempersilahkan untuk masuk.
"Maaf pak, Ada Bu Mira di luar ia ingin bertemu dengan bapak. Saya sudah memberitahunya kalau bapak sekarang sedang tidak mau di ganggu oleh siapapun, tapi dia tetap ngotot untuk minta masuk."
Tidak memberikan jawaban ia berjalan ke arah pintu ruangan. "Saya akan keluar dengan Mira, jik ada yang ingin menemui saya suruh telfon saja."
Sekretaris itu hanya mengangguk dan menutup kembali ruangan bosnya yang sudah hilang di hadapannya.
"Pak Alex kemana dia, kenapa Moodnya terlihat jelek ?"
"Alah biasa pacarnya yang sombong itu datang kemari, mungkin mereka akan pergi makan."
"Hei kalian hati-hati kalau ngomong jangan sampai Pak Alex mendengarkan percakapan, bisa-bisa hari ini adalah hari terakhir kalian bergabung disini." Peringat Sekretaris itu pada Desi dan Mayang. Mereka memang sangat terkenal suka bergosip di kantor tanpa mengenal tempat.
__ADS_1
"Apa urusan mu ? kalau tidak suka mendengarkan obrolan dari kami tutup saja kupingmu itu."
Tidak mau berdebat dengan dua wanita itu, si sekretaris hanya menatap mereka dengan pandangan tidak suka lalu mengambil langkah untuk pergi.