
Melangkah di bebatuan, tergores kerikil tajam tak bertuan. Membekas luka di kaki tak terobati, Tak ada pilihan selain terus melangkah walau sulit tuk dimengerti.
Mendaki bukit terjal dengan tepian bergerigi kasar. Tergelincir karena emosi, hadirkan kekosongan di dalam hati.
Bingung mau berbuat apa, tak ada ide ataupun inovasi. Semua serasa gelap dan sempit.
Suara hati kian meronta-ronta memompang untuk terus melangkah, walau berat tuk dijalani. Keinginan untuk bertahan terus berkobar penuh semangat. Jalani saja hari demi hari, biarkan sang waktu yang menentukan hasil di kemudian hari.
----------
Tangan Keyla bergetar kuat dengan air mata yang terus keluar membasahi pipinya. Dua garis biru yang sangat jelas dari hasil Test Pack. Menandakan Keyla sedang hamil. Tidak hanya tangannya, tubuhnya juga ikut begetar kuat. Apakah dirinya harus bahagia atau sedih, karena sekarang Keyla memiliki malaikat kecil dalam perutnya.
"Mbak gimana ?" Teriak Almira dari luar kamar mandi yang sedang menunggu Keyla.
Keyla keluar dengan cepat menyambar Almira dan memeluknya. "Positif. Aku gak tau apa yang harus aku lakukan sekarang." Lirih Keyla dengan terisak.
Dirinya bukan tidak menerima kehamilannya, namun Keyla tidak tau bagaimana caranya memberitahu Alex tentang anak yang di kandungnya.
"Jangan gini dong mbak Key. Mbak harus kuat, kita akan berdiskusi bersama kak Nicho dan mertuanya mbak." Bujuk Almira untuk menenangkan Keyla yang memeluknya erat.
"Ini sangat rumit, bahkan aku gak tau harus mulai dari mana menjelaskan semuanya."
Almira menarik dirinya. "Semua akan ada jalan keluar. Sekarang mbak istirahat dulu... Aku mau telepon kak Nicho."
Keyla menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu memberitahukan siapapun, Aku akan mencari jalan keluar sendiri. Aku yakin bisa menjaga anakku nantinya.
__ADS_1
"Gimanapun juga, suami mbak harus tau mengenai ini semua. Dia berhak tau ananknya mbak!" Seru Almira sembari meraba perut Keyla yang masih rata.
"Pernikahan kami hanya pernikahan kontrak."
"Apapun pernikahan, kalau sudah mengucapkan janji suci itu adalah pernikahan yang sah. Jangan egois mbak, anak itu butuh sosok ayah." Tegas Almira yang mulai tersulut emosi karena sikap keras kepala Keyla.
"Almira tolong tinggalkan aku sendiri jangan pernah beritahu sesiapun dulu mengenai ini." Keyla sudah bulat dengan keputusannya untuk menutupi kehamilannya.
Karena merasa iba dengan kondisi Keyla, Almira keluar dan membiarkan Keyla sendirian di kamar. ia membiarkan Keyla agar bisa menenangkan dirinya sendiri.
***
Sudah jam 8 malam, Keyla belum juga keluar dari kamarnya. Almira sudah beberapa kali mencoba memanggilnya untuk makan malam, tetap saja Keyla tidak mau keluar dan hanya ingin menyendiri.
"Kalau mbak Keyla gak mau keluar juga, aku akan hubungin kak Nicho untuk mendobrak pintu ini." Ancam Almira yang kesusahan untuk membuka pintu karena terkunci dari dalam.
Dari dalam kamar, Keyla yang merasa di ancam akhirnya dirinya membukakan pintu untuk keluar. "Ganggu orang tidur aja." Ucap Keyla dari dalam sambil membuka pintu.
"Nic." Keyla terkejut dengan melihat Nicholas berada di hadapannya.
"Hai...." Sapa Nicholas.
"Mata kamu kok sembab gitu?" Tanya Nicholas yang kebingungan dengan melihat kondisi Keyla.
"Ada apa?" Tanya Keyla jutek.
__ADS_1
"Kok mbak jadi galak gitu pasti efek yah? Kak Nicho kemari mau nganterin makan loh untuk kita."
"Efek apa?" Tanya Nicholas yang bingun kedua wanita di hadapannya.
"Ya efek lapar loh kak, masak efek lain. Contohnya kayak aku ini kenyang jadinya adem, ayu." Ujar Almira dengan sikap centilnya
"Udah yuk mbak ke dapur, aku lapar lagi nih." Almira menarik tangan Keyla dengan Nicholas yang mengikuti mereka dari belakang.
Sesampai di dapur mereka langsung duduk atas kursi dengan makanan yang sudah dituangkan Almira kedalam piring.
"Kak Nicho ini untuk kakak."
Keyla tersenyum melihat Almira yang bersikap sok manis kepada Nicholas dengan menuangkan minum untuknya.
"Nggak biasanya kamu malam-malam kemari?" Tanya Keyla.
"Kak Nicho itu kangen sama kita loh mbak." Sahut Almira.
"Haha..." Nicholas tergelak.
"Kebetulan tadi aku lewat jalan sini, jadinya aku mampir deh." Jawab Nicholas yang masih tergelak.
Ya, sebenarnya bukan karena kebetulan. Tetapi karena memang dirinya sengaja mampir ke tempat Keyla.
"O ya, habis ini ada yang ingin aku bicarakan sama kamu Keyla, Jadi habisin aja dulu makannya." Lanjut Nicholas sambil memperhatikan Keyla.
__ADS_1
"Terus aku gimana?" Tanya Almira sambil melihat Keyla, lalu beralih melihat Nicholas.
Suasana hening seketika, pertanyaan Almira mereka abaikan. Dann kini hanya ada suara dentingan dari sendok yang beradu dengan piring yang menghiasi sisa makan malam mereka.