
Berjam jam Alex hanya duduk di kantor tanpa menyentuh sedikitpun pekerjaannya. Begitu banyak email yang masuk juga tidak dibuka, Alex membatalkan semua janji pertemuan dengan para klien. Dirinya masih betah mengurung diri di dalam ruangannya.
"Ceraikan aku."
Itulah kata kata yang masih melayang layang di dalam otaknya. "Beraninya kamu Keyla."
Suara Alex bergema diseluruh ruangan, bisa jadi teriakannya itu terdengar sampai keluar ruangan.
"Sekali lagi kamu meminta cerai dariku aku akan melakukan cara apapun supaya kamu tidak pernah bisa jauh jauh dariku." Alex menekan kuat pelipisnya, dirinya merasa pusing.
"Atau jangan jangan Nicholas yang mencuci otak kamu. Kalau memang benar, dia sudah dua kali bermain main denganku. Kali pertama aku memaafkan kamu, tapi tidak untuk kali ini."
"Sekarang ini kamu berani merusak pernikahanku dengan meracuni otak istriku." Alex sudah benar benar yakin bahwa Nicholas telah membuat Keyla berani meminta cerai pada dirinya.
Alex melepaskan jas yang melekat pada tubuhnya sembari meraih ponsel yang diletakkan di atas meja. Dirinya ingin menjumpai Nicholas dan memberi pelajaran telah berani mendekati istrinya sampai di luar batas.
***
Setelah menempuh perjalanan yang hampir satu jam Alex sampai di kantor Nicholas. Alex datang dengan perasaan berapi api.
Alex sudah menghubungi Nicholas bahwa dirinya ingin bertemu.
Sesampai di kantor Nicholas banyak sekali wanita wanita yang menatap dirinya dengan penuh senyuman. Memang sudah menjadi kebiasaan bagi Alex jika banyak wanita yang melirik dirinya. Biasanya Alex selalu membalas senyuman dan teguran dari mereka semua, tapi hari ini dia datang dengan wajah yang begitu dingin.
"Aku ingin bicara sama kamu." Tegas Alex begitu sampai di ruangan Nicholas.
"Bro ada apa denganmu? Kenapa kau meninggikan nada bicaramu tanpa ada sebab." Jawab Nicholas yang sedikit terkejut dengan kehadiran Alex.
"Aku sedang tidak ingin berbasa basi, apa yang kau inginkan?"
"Jangan sampai kau macam macam kepada istriku!"
__ADS_1
"Mentang mentang aku membiarkan kalian bebas pergi ke mana saja, tapi kau seenaknya saja menghasut Keyla." Alex masih melanjutkan ucapannya dengan kondisi tangannya yang sudah menarik kuat kerah baju Nicholas.
"Lepaskan aku Alex! Ini kantorku jangan kamu berani berbuat kasar disini dan menuduhku macam macam." Nada suara Nicholas juga tidak kalah dengan Alex. Mereka sudah sama sama menarik kerah baju satu sama lain.
"Aku tidak suka kamu, berbuat seenak kamu disini. Lepaskan aku atau aku harus memanggil keamanan kemari." Ancam Nicholas dengan menatap tajam ke wajah Alex.
"Apa yang kamu masukkan ke dalam pikiran istriki." Tanya Alex yang sudah melepaskan kerah baju Nicholas.
"Apa maksud kamu?" Nicholas dibuat bingung dengan apa yang baru saja ditanyakan Alex.
"Kamu sudah menyuruhnya untuk meminta cerai dariku."
Amarah dalam diri Alex tidak dapat dibendung lagi. Dirinya menggebrak meja yang berada didepannya.
"Bisakah kita bicara baik baik,"
"Aku memang mengharapkan Keyla, tapi setelah kamu melepaskannya. Perlu kamu tau kami hanya keluar untuk jalan jalan atau hanya pergi duduk di taman itu saja." Nicholas tetap berusaha menjelaskan dengan tenang.
Nicholas memang jauh berbeda dengan Alex yang bersikap pemarah dan cepat emosi. Dirinya memang terkenal dengan sikap yang tenang, dan tidak suka berkata kasar.
"Maksudnya kamu menuduhku menyuruh Keyla untuk meminta cerai dari kamu?"
"Ya." Satu kata yang keluar dari mulut Alex.
"Salah, aku sama sekali tidak menyuruh apapun kepada Keyla. Kamu menuduhku tanpa bukti sama sekali, aku memang mengharapkan Keyla tapi setelah kalian bercerai."
"Ck... jangan harap!! Aku tidak akan melepaskan Keyla." Jawab Alex dengan cepat.
"Apa maksud kamu? bukankah selama ini kamu bilang kamu tidak mencintai keyla, lusa kamu dengan Mira juga akan bertunangan." Tanya Nicholas tidak percaya dengan pernyataan Alex.
"Itu sama sekali bukan urusan kamu, mulai sekarang tidak ada lagi kata persahabatan diantara kita. Satu lagi jauhi Keyla istriku." Alex memberi peringatan dengan menekankan kata istriku agar lebih jelas.
__ADS_1
"Jangan egois Alex! Kamu jangan mempermainkan hati Keyla. Dia wanita yang sangat tulus dan rapuh, setiap hari kamu menyakitinya apa itu belum puas bagi kamu." Nicholas sungguh tidak percaya bahwa Alex tega menyakiti Keyla.
'Semua orang bisa berubah dalam mencintai, tapi sikap egois yang suka memaksa kehendak dapat melukai hati dan perasaan orang lain.'
"Jahat sekali kamu Alex sudah dengan tega memperlakukan Keyla dengan sesuka hati kamu." Nicholas tersenyum dengan sinis kearah Alex.
"Itu bukan urusan kamu." Balas Alex dengan nada dingin.
"Tentu saja bro, aku tidak akan ikut campur jika kalian baik baik saja. Satu hal juga perlu kamu ingat, aku telah membeli cincin di hari yang sama denganmu,"
"Siap siap jika sedikit waktu tidak kamu manfaatkan dengan baik maka Keyla akan menjadi milikku." Rasa percaya diri yang tumbuh pada Nicholas membuat Alex semakin geram padanya.
"Jangan harap." Timpal Alex dengan memandang penuh kebencian kepada Nicholas.
"Tentu saja tidak, tapi aku sedikit yakin dengan hatiku. Apalagi ketika aku melihat Keyla yang lebih dekat denganku mantan sahabat suaminya di bandingkan dirimu yang tidak bisa menghargai dirinya."
"Satu celah saja yang kamu sia siakan, sudah cukup untukku mendapatkan hati Keyla." Nicholas kembali mengingatkan.
"Jika tidak ada lagi yang perlu kamu bicarakan silahkan angkat kakimu itu dari ruanganku. Jangan sekali kali kamu berani menginjakkan kaki di kantorku!!" Seru Nicholas dengan menunjukkan kerah pintu.
"Jangan anggap urusan kita telah selesai kalau sampai kamu mendekati Keyla lagi."
"Aku tidak janji." Batin Nicholas.
"Apa ada lagi sebelum aku menyuruh para keamanan kantor ini untuk menyeretmu untuk keluar karena sudah kurang ajar disini." Nicholas tidak tahan lagi dengan sikap Alex. Pantas saja jika sampai Keyla meminta pisah karena kelakuannya seperti ini
"Tidak perlu repot repot, aku bisa keluar sendiri. Awas jika sampai kau mendekati istriku lagi." Ancam Alex dengan mengarahkan jari telunjuknya ke muka Nicholas yang tepat dihadapannya.
Tidak ada lagi balasan dari Nicholas walaupun sebenarnya ingin sekali rasanya mempelintirkannya. Namun tetap saja ia diam karena dirinya lebih dewasa dalam berpikir 'jika panas dibalas dengan panas makan tidak akan padam, tapi balaslah dengan kedinginan setidaknya tidak akan membuat bara semakin menjadi jadi.'
Nicholas menghela nafas panjang lalu mengacak acak rambutnya frustasi.
__ADS_1
"Aku memberimu kesempatan kali ini saja untuk bersama Keyla, jika sampai kamu menyia nyiakan kesempatan ini. Aku tidak berjanji untuk mempertemukan kalian kembali."
Apa yang harus dirinya lakukan sekarang, Nicholas tau ia telah jatuh cinta kepada orang yang salah. Tapi dirinya tetap bahagia telah menjalani hari dengan Keyla meskipun singkat.