
Masih berada di restoran tempat di mana Keyla makan malam bersama Alex, Keyla menunggu jemputan dari sopir pribadinya.
"Hai selamat malam Keyla, sedang sendiri." Seorang pria menyapa Keyla.
"Benar, saya sepertinya mengenali anda tapi entah dimana." Ucap Keyla sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal
"Kamu masih ingat siapa aku?"
"Maaf saya orangnya sedikit pelupa, bisa kamu memperkenalkan nama Anda?"
Anton terkekeh mendengar Keyla. "Tidak perlu formal denganku apalagi aku ini sahabat Alex. Kamu bisa memanggilku Anton."
"Ohiya iya, Maaf saya melupakan nama Anda."
"Sendirian aja kemana Alex?"
"Dia sudah pergi duluan karena ada keperluan mendesak, anda eh maksud saya kamu sedang bersama siapa?"
"Aku sedang menunggu temanku yang mengajak kemari. Hanya saja aku melihatmu yang duduk sendirian disini jadinya aku juga ikut pindah kemari." Anton menjawab dengan santai.
"Aku pulang dulu itu sopir yang menjemputku sudah datang. Sampai jumpa lagi ya." ucap Keyla sopan.
"Iya, hati-hati." Anton melambaikan tangannya.
Wanita itu sangat baik dan sopan, hal apa yang kurang dari wanita itu yang bisa membuat Alex tetap memilih Mira menjadi tujuan hidupnya. Cantik? Istrinya juga sangat cantik, bahkan kecantikannya bisa masuk kedalam kategori wanita tercantik didunia.
Pesan teks
Alex : Sopirnya udah jemput kamu apa belum?
Keyla : Sudah, ini aku lagi di perjalanan, kamu tidak pulang kerumah?
Keyla melirik ke arah layar ponselnya untuk menunggu balasan dari Alex, tidak ada balasan. Rasanya ingin sekali ia menghubungi suaminya untuk menanyakan kemana dia pergi.
Didalam perjalanan Keyla terus memikirkan Alex. Kemana sebenarnya laki laki itu pergi? kenapa hanya untuk membalas satu pesan darinya saja sangat susah.
***
__ADS_1
Alex Pov~
Semakin aku ingin menjauhinya, semakin aku berusaha untuk membuatnya membenciku yang ada hatiku semakin sakit saat melihat wajahnya yang terlihat begitu polos.
"*Alex aku mau kamu menempati semua janji kamu untuk menikahiku setelah kontrak kerjaku berakhir."
"Kamu tahu tujuan terbesar dalam hidupku adalah menghabiskan sisa hidupku denganmu."
"Bohong! Nyatanya kamu belum juga menceraikan perempuan itu. Kamu bisa saja memberitahu orang tuamu bahwa kamu tidak cocok dengannya."
"Mira aku minta sama kamu tolong mengerti aku untuk sekarang ini. Aku tidak bisa melepaskan Keyla dengan semudah itu."
"Kenapa huh? Apa kau sekarang mencintainya."
"Ya*."
Pertengkaran yang terjadi tadi siang dengan Mira membuatku semakin bersalah karena telah menyakiti hatinya. Satu satunya perempuan yang aku cintai, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelum aku bertemu dengannya.
"Kau menyakitiku Alex, kau menyakitiku. Kamu tau alasan aku masih bertahan untuk hidup itu semua karena kamu."
"Aku akan percaya jika kamu menceraikan perempuan itu. Aku memberimu waktu selama satu bulan. Atau kamu tidak akan pernah bisa melihatku lagi didunia ini*."
Mira memberiku pilihan yang sangat sulit dalam hidupku, mereka adalah wanita yang sangat berarti dalam hidupku.
Malam ini, malam dimana pertama kali aku mengajak istriku untuk makan malam diluar dia terlihat begitu cantik meski berpakaian seadanya.
"Untuk apa ini."
Ingin sekali aku menjawabnya 'aku tidak ingin ada banyak pria yang melihat tubuh indahmu itu'. Tapi bodohnya aku yang hanya memberimu jawaban yang bukan jawaban dari pertanyaanmu.
"Kenakan saja jangan banyak tanya."
Apa aku merasa bersalah dengan bersikap seperti itu? ya tentu saja, tentu saja tidak! Aku tidak merasa bersalah karena tujuanku sekarang adalah untuk menghapuskan rasa cinta yang harusnya tidak tumbuh dalam pernikahan gila ini.
"Sayang kamu sedang memikirkan apa? Kenapa sedari tadi kamu hanya diam dan termenung seperti itu." Mira yang berada disamping membangunkan ku dari lamunan.
"Tidak aku hanya sedang memikirkan pekerjaan di kantor bagaimana aku bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat sebelum hari pertunangan kita." Aku sengaja berbohong padanya supaya Mira tidak marah lagi denganku.
__ADS_1
Setelah aku meninggalkan istriku sendiri di restoran tadi aku sengaja mengunjungi Mira di apartemennya untuk kembali terbiasa dengan kekasihku. Aku hanya ingin setiap debaran jantungku hanya untuk Mira.
"Sayang kamu tau nggak, sebenarnya aku sedikit keberatan jika pertunangan kita ini tidak banyak yang tau. Apalagi aku sebagai Public figur, harusnya orang orang bisa tau tentang statusku." Ucap Mira yang sedang bermanja denganku. Dia terus mengalungkan kedua tangannya dileherku.
"Tidak perlu khawatir. Akan ada saatnya dunia akan tau aku ini hanya milikmu." Aku berusaha untuk membuat Mira bahagia, walau sebenarnya hatiku menolak.
"Terimakasih." Mira mengecup pipiku.
Tidak ada sama sekali rasa ingin membalas dengan apa yang Mira lakukan.
"Ini sudah hampir tengah malam, aku harus pulang."
"Kenapa kamu tidak menginap saja, aku masih sangat merindukanmu." Rengek Mira dengen mempererat pelukannya.
"Aku harus pulang, besok akan ada meeting di pagi hari." Aku tidak membalas setiap pelukannya, ia terus membenamkan kepalanya di leherku.
"Sudahlah Mira jangan terlalu manja begini, masih ada hari esok untuk kita bertemu."
"Besok temani malam temani aku belanja, aku ingin membeli tas keluaran terbaru dari Brand favorit ku."
"Baiklah, sekarang lepaskan pelukanmu. Aku harus segera pulang." Aku menarik lengannya yang masih melingkar kuat di tubuhku. Mira memang sangat suka bermanja tapi aku sedikit tidak suka jika dia sampai berlebihan seperti ini.
"hmm, Alex aku mau ke salon."
Aku mengerti dengan maksud dari Mira.
"ini kamu pakai saja sepuas hati kamu, aku pamit ya sayang." Aku menyerahkan kartu kredit, sambari menarik dirinya kedalam pelukanku.
"Terimakasih." Senyum langsung mengembang dibibirnya. "Kamu hati hati ya."
Aku melangkahkan kakiku untuk keluar dari apartemen Mira. Aku menuju ke pintu Lift yang akan membawaku keluar dari gedung apartemen ini.
Sesampai di Mobil otakku kembali memikirkan Keyla yang aku tinggalkan sendirian di restoran tadi. Apa dia sudah tidur sekarang?
"Bagaimana aku bisa melepaskanmu Keyla, sedangkan seluruh pikiranku sudah dipenuhi oleh dirimu."
"Kamu harus tau, aku menyakiti perasaan kamu itu bukanlah kemauan dariku. Semua yang aku lakukan supaya kamu membenciku, aku tidak kuat melihat matamu, wajahmu saat menangis. Aku hanya mau kamu itu membenciku Keyla."
Aku berteriak dan berbicara pada diriku sendiri sambil mukul setir mobil dengan kuat dihapanku. Aku sudah tidak peduli jika ada orang yang mendengarkanku. Biarkan saja orang orang mengatakan aku ini bodoh atau bahkah gila. Karena memang benar, aku memang benar benar bodoh jika melepaskan istriku. Dan gilanya aku telah menyakiti hati perempuan serapuh diri keyla, aku tau dia hanya berpura pura kuat dihapanku.
__ADS_1
Tapi sekarang bukan hanya hatinya saja yang sakit, tapi hatiku juga ikut sakit melihat wanita itu menangis saat aku membentaknya dan bersikap tak acuh jika berhadapan denganku. Dia benar benar hebat sudah berhasil menyita separuh parhatianku.