Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 45


__ADS_3

"Iya, gak usah pamer! Bikin orang baper aja, nasib-nasib jadi orang jomblo," desis Almira seraya mengelus dadanya. Beginilah jadinya kalau sedang pasangan yang baru baikan, ada hangat-hangat hangatnya gitu.


--------------------------------------------------------


"Sayang, kalo ga ada lagi yang perlu dibicarakan kita pulang ya. Besok aku harus masuk ke kantor."


Keyla menyipitkan matanya. "Kok cepat banget?" Ia melepaskan lengan suaminya yang masih betah melingkar di bahunya.


"Udah, pulang aja Mbak,. Besok pulang kuliah aku ke rumah," ujar Almira kasihan pada Alex, mana mungkin Alex membiarkan istrinya jauh-jauh lagi darinya.


"Emangnya kamu tau Mbak tinggal di mana?"


"Ya tau dong. Kan, udah pernah ke rumah sama Kak Nicho,"


"Serius ya! Awas kalo kamu ga datang, Kita ga bakal bantuin kamu jadian sama Nic," ancam Keyla. "Benarkan?" Ia menoleh kepada Alex di sampingnya.


"Benar banget sayang, makanya kita pulang ya." Alex membenarkan istrinya, mengalah demi istri bukan hal yang berat juga baginya.


Sekarang aja gitu, dulunya gak.


"Temanin ke kamar sebelah, mau ambil hp."


Alex mengikuti pergerakan kaki istrinya, membiarkan lengan istrinya mengapit lengannya.


"Nah, ini kamar tidur aku. Biasanya aku sering tidur sama Almira," ujar Keyla sembari membuka lebar pintu kamar. "Bantuin aku beresin semua baju-baju di lemari, terus kopernya di samping itu," rengeknya dengan bernada manja, tangannya menunjuk ke satu sudut kamar di mana koper itu diletakkan.


"Semua?" tanya Alex saat melihat isi di dalam lemari.


"Iya."


"Mending ga usah dibawa pulang aja, bajunya juga ga banyak,"


Melihat ponselnya terletak di atas meja, dengan cepat ia meraih ponsel itu. Rasanya rindu sekali, dua hari tidak menyentuhnya seperti ada yang kurang saja dalam hidupnya.


"Sayang, bajunya biar aja di sini ya?" Alex menanyakan ulang.

__ADS_1


"Hah?" Keyla mencondongkan kepalanya, ia keasyikan membuka setiap pesan masuk begitu banyak dari Nicholas.


"Ngapain sih?" Alex ikut melirik layar ponsel istrinya. "Bajunya ga banyak, tinggalin aja di sini. Besok kita beli baru."


"Enak aja, itu baju sebelum aku nikah sama kami. Banyak kenangan dari baju itu semua, udah masukin aja," perintah Keyla, ia masih sibuk membuka semua pesan-pesan tidak jelas dari Nicholas yang mengkhawatirkannya.


"Suaminya di cuekin nih? Ga di bantu?"


"Kalo ga ikhlas yaudah, pulang aja sana!" Keyla mengeluarkan baju dari dalam lemari, lalu memasukkan sembarang ke dalam koper. Merasa kesal kepada Alex.


"Eh, sayang. Bu--kan gitu udah gapa--pa kamu duduk aja."


Lagi pula ucapannya hanya sia-sia, Keyla sudah memasukkan semua bajunya. Bahkan ia sama sekali tidak menoleh kepada Alex.


"Tunggu, biar aku yang bawa kopernya."


Ia menarik koper di tangan Keyla. Siapa sangka, Keyla malah menatapnya tajam. Kedua pipinya basah, dia menangis? Salah apa Alex padanya.


"Ga usah sok peduli." Keyla menepis kuat tangan Alex lalu menyeret kopernya keluar. Sedangkan Alex di buat ternganga oleh dirinya.


Merasa seperti tidak beres, Almira juga ikut mengikuti Keyla ketika mereka berpas-pasan di ruangan depan. "Mbak Keyla kenapa?" menatap bingung wajah wanita itu yang terlihat sedih.


"Aku gapapa," jawabnya, kemudian ia keluar lalu berjalan cepat ke arah mobil.


"Sayang," panggil Alex.


"Mas, Mbak-nya kenapa ya?"


"Saya juga ga tau, terimakasih sudah menjaga istri saya selama ini," balas Alex, lalu ikut menyusul istrinya.


"Sama-sama, jagain Mbak Keyla dan calon Dede bayinya ya," teriak Almira, ia masih berdiri di depan rumah menunggu mobil mereka pergi.


\*\*\*


"Kamu kenapa sih?" tanya Alex bingung, dirinya terus didiami sepanjang perjalana.

__ADS_1


"Hm."


Seperti tidak ingin peduli, Keyla membuang mukanya ke arah lain.


Sudah jadi kebiasan kali yah, tiap marah ga mau natap muka lawan bicara.


"Jadi makin cinta," gurau Alex seraya merapatkan diri dengan istrinya


Entah apa yang membuat istrinya marah, sepertinya ia sama sekali tidak membuat kesalahan, atau mengatakan sesuatu yang melukai hati istrinya.


Alex mengembukan nafas beratnya, merasa tidak ada pergerakan dan larangan ketika ia mendekatkan diri dengan tubuh istrinya. "I love you," ujarnya pelan. "Aku minta maaf," tambahnya, mungkin saja ia membuat kesalahan tanpa ia sadari.


Merasa tidak mungkin Alex bisa mengembalikan mood istrinya, ia memeluk istrinya dan meletakkan dagunya di atas pucuk kepala wanita yang sedang marah tidak jelas kepadanya.


Percaya atau tidak, jika wanita sedang marah itu jangan banyak ditanya dulu, kenapa? Apa penyebabnya?


Lebih baik menenangkan dengan memeluknya. Jika wanita itu menangis, cukup hapus air matanya dengan menyapu lembut setiap jalan keluar air mata itu, mengecup lembut puncak kepalanya.


Biarkan dia bisa menetralkan perasaannya terlebih dulu.


"I love you more my beautiful wife."


Alex mengecup mata Keyla yang sudah terlelap, dengan pelan, ia menyandarkan kepala Keyla pada bahunya agar bisa tidur dengan nyaman.


.


.


.


.


.


Maaf upnya lama, dan pendek. Ini cuma pengen up aja, soalnya pikiran lagi buntu.

__ADS_1


Happy Reading untuk semuanya😘


__ADS_2