Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 44


__ADS_3

Keyla memijit pelipisnya. Ia merasa pusing, mobilnya tidak bejalan lagi pertanda sudah sampai.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Aku gapapa kok," jawab Keyla tidak mau membuat Alex khawatir.


Sebenarnya bukan masalah berat, Keyla hanya pusing biasa karena kelamaan di jalan.


"Sebentar ya, aku cek ada Almira di dalam."


"Aku ikut," sahut Alex ikut membuka pintu mobil.


Ya, Alex menepati janjinya untuk mengantarkan istrinya yang ingin bertemu Almira.


Tok...tok...


Keyla mengetuk pelan pintu rumah, ia merasa tidak enak mengganggu orang sudah tengah malam.


"Orangnya udah tidur kali," ucap Alex sedang menunggu di samping Keyla.


"Dia orangnya gak pernah tidur cepat."


"Terus kenapa gak ada yang buka pintu?"


"Almira ini Mbak Keyla... Bukain pintu dong... Capek nih nungguinnya. Almi--ra... Cepat keluar," teriak Keyla sambil terus mengetuk pintu.


Klek...


Pintu terbuka memperlihatkan sosok yang sedari tadi di panggil.


"Mbak Keyla?"


Tanpa menunggu lama, Almira memeluk Keyla dengan sangat kuat, ia tidak percaya bisa bertemu kembali dengan Keyla.


"Hei, kau mau membunuh istriku?" tanya Alex melihat Keyla kesulitan bernafas akibat Almira memeluknya sangat kuat.


"Ini suaminya Mbak?" Almira melepaskan pelukannya dan menatap bingung Alex, mukanya seperti familiar, tapi entah di mana dirinya pernah melihat lelaki ini.


"Kamu tidak ingin mengajak kami ke dalam? Aku sedikit pusing kelamaan di perjalanan. Tega sekali kamu."


"Eh, iya. Maaf aku lupa, silakan masuk."


Almira menggandeng tangan Keyla membawanya masuk ke dalam. "Mas, duduk dulu. Saya mau bicara sebentar dengan Mbak Keyla. Mbak kita ke kamar sebentar."


"Apa yang ingin kalian bicarakan? Aku tidak mengizinkan kamu membawa istriku ke manapun," ujar Alex menahan lengan Keyla agar tidak ikut bersama Almira.

__ADS_1


"Iya Almira." Keyla membenarkan ucap Alex.


"Tapi-"


"Tidak ada tapi-tapian. Katakan saja di sini, atau kalian tidak bisa berbicara sama sekali," ancam Alex tidak mau melepaskan Keyla.


Sebenarnya, Alex penasaran apa yang ingin mereka bicaran. Itulah alasan terkuat ia melarang Keyla ikut dengan gadis yang masih menggandeng lengan Keyla.


"Dih, sewot amat jadi orang. Biasa aja kali, aku bukan ngajakin Mbak Keyla lari kok. Pantes sih Mbak Key kabur dari Mas, orangnya songong begini."


"Stop! Jangan bikin aku tambah pusing. Lepasin tangan aku, kami mau ngobrol di tempat lain," ujar Keyla lebih memilih Almira. Ya, mungkin saja ada hal penting.


Almira tersenyum menang, ia membawa Keyla menjauh dari Alex menuju kamarnya.


"Mbak, aku mau nanya." Almira menutup pintu kamarnya. "Sebenarnya nama suami Mbak siapa sih? Wajahnya itu rada-rada familiar gitu tapi aku lupa pernah lihat di mana."


"Alex Arnault."


"Serius?" tanya Almira dengan mengguncangkan bahu Keyla. "Pemilik perusahaan Mspace Group, yang terkenal itu? Ya ampun... Mbak hebat banget bisa punya suami kaya raya. Tapi jahat," tambah Almira.


Aduh, ini apa gimana ya? Niat muji atau menjelekkan sih?


"Cuma mau bilang itu kita harus bicara di dalam kamar?"


"Kok bisa?" tanya Keyla tidak percaya. "Apa karena kamu suka salting sama dia? Makanya kamu hindarin Nicho biar gak malu-maluin?"


"Tau gak dia tuh nyebelin banget. Dia itu udah bikin aku baperan tiap hari, eh tau-taunya dia punya perasaan sama Mbak. Aku gak bisa di gituin, saki---t rasanya," jelas Almira lebih tepatnya ia sedang curhat mengenai kekesalannya kepada Nicholas, katanya gak cinta, tapi Keyla hilang diambil suaminya sendiri malah pani,kan.


"Are you jealous?" tanya Keyla sambil menaik turunkan alisnya ke arah Almira. "Udah nyatain aja." Goda Keyla dengan menyenggol bahunya dengan bahu Almira.


"Apaan sih Mbak Key."


Almira menunduk malu, jelas saja ia tidak mungkin memulai terlebih dulu, di mana biasanya yang memulai itu cowoknya.


"Yaudah kalo kamu enggak mau. Lumayan sih tampan, untuk Mbak aja deh kalo gitu."


"Genit banget sih, sebentar lagi juga udah jadi emak-emak. Dasar gak tau diri." Almira memicingkan matanya ke arah Keyla, lalu keduanya tertawa lepas seperti tidak ada beban.


"Eh Mbak. Tampang suami Mbak kek orang baik, kok bisa sikap dia jahat sih Mbak?" tanya Almira sedikit berbisik.


"Mbak juga gak tau, sekarang keliatannya dia udah berubah kok. Dari kemarin itu Mbak terus macing-macing dia terus biar emosi, biar dia marah,"


"Aku ngerasa kayak ada yang aneh sama pipi Mbak." Almira memperhatikan dengan saksama wajah Keyla.


"Gapapa kok, udah gak usah dibahas. O iya, kamu liat ponsel Mbak gak?"

__ADS_1


"Ada masih di kamar Mbak Key. Tante dari kemarin nelepon Mbak, gak ada yang angkat dia hubungi aku, katanya dia ada kirim uang lagi. Itu uangnya gimana? Aku transfer atau Mbak mau ambil cash?"


Keyla menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lembut. "Pakek aja untuk keperluan kamu. Selama ini mertua Mbak juga udah nyuruh kamu berhenti kerja gara-gara Mbak," ujarnya dengan menggenggam kedua tangan Almira.


"Aku jadi gak enak, di situ juga ada uang Kak Nicho."


"Ayo keluar, sayang suami Mbak sendirian di luar."


"Hp Mbak gimana?"


"Ya Mbak bawa pulanglah, nanti Mbak juga mau hubungi Nic, Mbak mau tanya perasaan dia ke kamu itu gimana."


"Serius?" tanya Almira girang. Ya, semoga saja perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Sekalian kasih tau kalo Mbak itu lagi hamil anak dari suami Mbak, biar dia gak ngarep sama Mbak," ujar Almira memajukan bibirnya ke depan.


"Benar sekali," balas suara dibalik pintu.


Tentu saja itu Alex, entah sejak kapan ia sudah menguping pembicaraan mereka.


"Aku setuju, Nicholas harus tau sebentar lagi kita akan menjadi keluarga bahagia. Nicho sepertinya juga cocok dengan gadis cerewet seperti mu, daripada dia terus berharap sama istriku. Kamu tenang saja, kami siap membantu supaya kamu dan Nicho bisa bersama."


"Aaaa... Baik banget sih suami Mbak. Beruntung banget Mbak Keyla, bisa dapat suami seperti Mas, berarti aku harus meralat ucapanku tadi. Suami Mbak Keyla udah orangnya tampan, kaya, baik lagi," ujar Almira menopang dagunya dengan kedua tangannya.


Biasa, kalau sudah ada perlunya pasti muji.


"Tentu saja, benarkan sayang?" Alex mendekati Keyla, lalu mendekatkan diri dengan Keyla yang sedang duduk di atas rajang. Alex menarik Keyla untuk merapatkan diri dengannya, seraya menghadiahkan sebuah kecupan pada dahinya.


"Malu ih di depan orang." Keyla mencubit perut suaminya, ia tidak menyangka Alex berani seperti itu.


"Iya, gak usah pamer! Bikin orang baper aja, nasib-nasib jadi orang jomblo," desis Almira seraya mengelus dadanya. Beginilah jadinya kalau sedang bersama pasangan yang baru baikan, ada hangat-hangatnya gitu.


.


.


.


.


.


Happy sunday...


Di tunggu like, komen sama votenya😍

__ADS_1


__ADS_2