Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 47


__ADS_3

"Sayang..."


"Ngapain sayang-sayang. Udah tau tiap hari pintunya ga pernah dikunci malah sayang-sayang di luar," cetus Keyla dari dalam.


Berharap disambut istrinya saat pulang dari kantor, dipeluk, dan mendapatkan ciuman selamat datang? Sia-sia.


Mungkin Alex belum seberuntung itu bisa memiliki istri seperti keinginannya.


Tak masalah, jika istrinya tidak mau melakukan semua. Maka, dirinyalah yang harus memulai lebih dulu.


**********************************


"Kepengen banget pas pulang ada-"


"Kan, pelayan di sini bisa menyambut kamu pulang," potong Keyla bernada malas.


Alex tersenyum. "Aku maunya kamu," Ia berjalan mendekati istrinya yang sedang duduk di ranjang.


"Itu pilar-pilar sudah aku utuskan menyambut kamu."


Seketika Alex tergelak mendengar ucapan istrinya, baginya lucu tapi tidak bagi istrinya. Jika itu jawabannya pertanda ia sedang tidak ingin membahas permintaan Alex.


"Sayang. Aku laper makan bareng yuk."


Sebenarnya Alex tidak lapar, hanya saja itu adalah cara supaya Keyla mau makan.


"Aku mau makan yang ada coklat-coklatnya, terus minum coklat panas."


"Kita makan aja di luar," uja Alex


"Tadi di meja makan ada map, gunting sama bunga. Aneh gak sih?" tanya Keyla semangat. "Buat aku yang anehnya itu, gunting. Untuk apa gunting di situ, gak nyambung banget," tambahnya seraya menyibakkan selimut yang menutupi sampai batas pahanya.

__ADS_1


"Terus?"


"Ya terus aku biarin di situ, tanpa aku sentuh sedikitpun. Gak penting rasanya."


"Sayang." Alex meraup wajahnya dengan kedua tangannya. "Sekarang semua itu di mana?"


"Masih di meja makan, kalau gak ada yang pindahin sih."


"Itu untuk kamu sayang," ucap Alex sembari mencubit gemas hidung Keyla. "Ya sudah, biarkan saja du---lu barang-barang itu. Ayo kita keluar, katanya kamu mau makan makanan serba coklat, minuman coklat." Ia meletakkan kedua tangannya pada pundak Keyla.


"Aku udah gak pengen," jawab Keyla malas.


"Tapi aku lapar."


"Yaudah, kamu makan sana. Aku mau puding coklat," putus Keyla. Lalu dengan langkah malasnya ia pergi ke kamar mandi, entah kenapa ia merasa mual berbicara lama dengan Alex, apalagi ketika Alex mendekatinya rasanya ia ingin segera memuntahkan semua isi perutnya tepat pada muka Alex.


Hoek...


Hoek...


Hoek...


"Sayang kamu kenapa?"


"Kamu gak bisa liat aku lagi muntah..." lirih Keyla, seketika lututnya terasa lemas dan tak bisa menopang tubuhnya. Namun, dengan kecepatan yang Alex punya, ia bisa menahan tubuh Keyla agar tidak sampai jatuh ke lantai.


"Kita ke rumah sakit ya." Alex membawa Keyla keluar, namun Keyla membalas cepat dengan gelengan kepalanya.


"Aku jijik ngeliatin muka kamu," ujar Keyla lemas. Jujur, tidak tau apa yang membuat dirinya sampai segitunya melihat wajah suaminya. Ia akui wajah suaminya tampan, tapi sayang. Wajah tampannya malah bikin Keyla muntah.


"Maksudnya, kamu benci sama aku?"

__ADS_1


Keyla menggelengkan kepelanya. "Bukan, tolong anterin ke kasur. Minta tolong juga buatkan teh hangat, tambahkan mint. Cepat ya!"


Hatinya ingin menolak, tapi jika ia menolak bisa-bisa Keyla marah pada dirinya karena tidak menuruti permintaannya.


Akhirnya, Alex menuruti Keyla supaya ia tidak membawanya ke rumah sakit. "Kamu tidur dulu ya, aku suruh buat tehnya buat kamu."


"Kamu yang buatin," putus Keyla tak ingin di bantah.


"Nanti lama, kamu sendirian di sini."


"Kalo gitu, gak usah aja. Kamu keluar sana, kembali ke kamar kamu."


"Oke, oke. Kamu tunggu sebentar ya!" Alex merasa berat membiarkan istrinya sendirian. Kalau bukan karena takut istrinya marah dan akan mendiaminya entah sampai kapan, maka ia tidak mau meninggalkan barang sejengkalpun.


Sepanjang perjalanan hidupnya, Alex belum pernah melihat wanita hamil yang harus muntah-muntah.


Sepertinya ia harus menemui dokter kandungan, memeriksa apa yang salah dengan kondisi istrinya sampai harus muntah setiap pagi. Ditambah lagi, dengan perkataan istrinya tadi bahwa ia jijik melihat wajah dirinya.


Selama ini, ia merasa wajahnya sudah sangat banyak membuat perempuan tergila-gila padanya, sedangkan Keyla secara jelas mengatakan ia jijik melihat wajahnya.


.


.


.


.


.


Jangan lupa, like dan komennya.

__ADS_1


Semoga masih betah menunggu ceritanya, sorry slow update. Banyaknya tugas di dunia nyata teriak-teriak minta jangan di tinggalin. Jadinya gak bisa fokus Up cerita.


Aku sayang kalian semua. ^_^


__ADS_2