
Suasana ruang kelas yang sudah sepi, tak membuat Almira berkutik dari tempat duduknya. Ketika semua orang keluar setelah mata kuliah terakhir, Almira malah duduk termenung tak jelas menumpang dagunya dengan kedua tangannya.
Gadis berambut panjang ikal mendekati Almira. "Woi, lagi mikirin apa lo?"
Ia sedikit terkejut. "Eh, gak ada," balasnya jujur, karena memang tidak ada yang di pikirkan Almira.
Gadis itu berdiri di samping Almira dan memperhatikan isi kelas, lalu berkata, "Semua udah pada pulang, lo gak mau pulang?"
"Hm, kayaknya belum. Lo duluan aja," balas Almira tanpa menoleh sedikitpun kepada gadis di sampingnya.
"Lo napa sih?" Gadis itu bertanya lagi memastikan keadaan Almira menarik kursi di sebelahnya, ikut duduk bersama Almira. "Lagi ada masalah?" tanyanya lagi dan dibalas dengan gelengan kepala dari Almira.
"Gue lagi gak ada masalah apa-apa."
"Serius? Jangan di pendam sendiri kalau ada masalah. Cerita aja sama gue, dari pada lo stres mikirin sendiri mendingan lo curhat sama gue," ujarnya memastikan bahwa Almira sedang tidak menutupi masalah darinya.
"Gak percaya amat lo sama gue."
"Bukan gak percaya, gue takut aja tiba-tiba lo udah bunuh diri di sini. Makanya gue takut ninggalin lo sendirian tau."
Almira sedikit terbahak mendengarnya. "Terus gue jadi penghuni kampus, dan gue bakalan neror lo setiap hari."
"Jahat banget lo jadi hantu. Udah gue yang perhatian sama lo, tapi lo malah jahat sama gue," timpal gadis itu tidak terima, lalu mereka tertawa bersama.
"Udah pulang yok." Almira sudah berdiri terlebih dulu. "Gue nebeng ya," sambungnya dengan memasang wajah memohonnya.
__ADS_1
"Oke, kita keparkiran dulu ambil motor."
Keduanya keluar dari ruang kelas bersamaan, sambil berbincang-bincang sepanjang berjalan bersama.
Tidak membutuhkan waktu lama, Almira dan temannya sudah keluar dari gedung kampus mereka. Namun siapa sangka, ketika teman Almira menghentikan motornya untuk memperhatikan kendaraan yang lewat di hadapannya, sebuah mobil yang dikenali Almira terparkir di badan jalan samping kampusnya.
"Almira."
Benar saja, ia memanggil nama Almira. Dia adalah Nicholas yang sengaja menjemput Almira.
"Ita." Almira menepuk bahu temennya. "Gue turun di sini aja deh, soalnya ada teman yang jemput." Ia menunjukkan ke arah mobil Nicholas.
"Oh, yaudah gapapa," balas temannya yang di panggil namanya Ita. "Hati-hati ya!" ingatnya kepada Almira ketika sudah turun dari motornya.
"Lo juga hati-hati di jalan. Jangan ngebut!" tegas Almira kepada temannya di balas dengan acuan jempol.
"Kenapa Kak Nicho gak kasih tau dulu mau jemput aku, sayang loh teman aku tadi udah aku suruh pulang. Padahal dia udah nungguin aku tadi..."
"Tapi kamu tetap pilih Kakak, kan?"
"Percaya diri sekali Anda."
Almira meninggalkan Nichholas, berjalan lebih dulu menuju mobil Nicholas, sedangkan lelaki itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Almira yang selalu membuatnya terhibur.
"Malam ini kamu sibuk gak?" tanya Nicholas yang sudah duduk di jok kemudinya.
__ADS_1
"Kan, aku sudah pernah kasih tau sama Kakak. Setiap malam aku itu kerja."
"Kerja untuk apa? Kakak sudah pernah kasih tau sama kamu, gak usah kerja. Kakak mampu biayin kamu."
Ya, Nicholas memang sudah mengingatkan Almira untuk tidak bekerja lagi. Nicholas menginginkan agar Almira bisa fokus dengan kuliahnya.
"Aku mau jadi wanita yang mandiri kak." Almira menatap Nicholas, ia meyakinkan lelaki itu bahwa dirinya bisa.
"Kamu gak capek?"
"Capek," jawab Almira singkat. Ya, mana mungkin orang tidak capek harus kerja setiap malam, kuliah, belum lagi banyak tugas-tugas yang menumpuk.
"Berhenti bekerja!" perintah Nicholas, ia merasa kasihan dengan Almira yang harus berjuang sendiri. "Kenapa kamu tidak menuruti saja perintah dari Kakak? Kamu tidak perlu capek-capek kerja."
Almira menggeleng kuat kepalanya, tidak mungkin dirinya berhenti kuliah. Ia takut jika kedepannya Nicholas meninggalkannya maka akan sulit mendapatkan pekerjaan baru. Almira percaya Nicholas adalah lelaki yang baik, tapi tidak menutup kemungkinan jika nanti kedepannya Nicholas berubah lalu menuntut sesuatu kepada dirinya. Semua orang bisa berubah,kan?
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like, dan komennya gak bayar kok ^_^