
Kedua lengan Keyla sudah diapit dengan kuat,
sekalipun ia mencoba untuk memberontak ia tidak bisa, dirinya sendiri mereka berdua. Bahkan sekarang bertiga.
"Tolong." Keyla menjerit. "Tolong aku."
"Diam atau aku akan mencekik lehermu. Di sini tidak ada yang menolongmu," ancam salah satu diantara mereka.
Semoga ini hanya mimpi, Tuhan cepat bangunkan aku. Batin Keyla memohon.
Seketika pandangan sudah gelap, Keyla tidak lagi merasakan apa pun. Kesadarannya sudah benar-benar hilang.
***********************************
Perlahan kesadaran Keyla sudah kembali, ia memutarkan bola matanya memandang sekeliling kamar tempat dirinya bangun. Keyla mengerutkan keningnya berusaha mengingat apa yang sudah terjadi.
"Ini bukan mimpi." Keyla menepuk pipinya sedikit kuat, ia masih berharap ini hanyalah mimpi belaka.
Ia menurunkan kakinya dari ranjang, berjalan cepat menuju pintu hadapannya. Terkunci? Berkali-kali Keyla mencoba membuka pintu itu, hasilnya nihil. Pintu sudah di kunci dari luar.
Pandangan mengarah pada jendela, sedikit berlari Keyla menghampiri jendela itu. "Jendelanya sudah di paku," ujarnya setelah mencoba.
"Tolong..." Keyla kembali berteriak, berharap ada seseorang yang mendengar dan membatunya. Ia tidak mau terkunci di sini.
"Apa ada orang, bantu aku... Aku di culik, Tolong." Keyla berteriak sekuat tenaga. Apa pun itu setidaknya ia sudah berusaha meminta tolong.
__ADS_1
Klek...
Tiba-tiba seseorang muncul dari balik pintu, sosok pria yang telah menculik Keyla. Pria itu kembali mengunci pintu setelah ia masuk ke dalam. Tangannya menenteng sesuatu.
Pria itu meletakkan tentengan itu di atas meja kecil dekat tempat tidur. "Ini makanan untukmu."
"Siapa kau? Kenapa kau membohongiku, dan mengatakan suamiku yang meminta kau menjemputku? Sebenarnya apa yang kau inginkan?" Keyla melempari berbagai pertanyaan kepada pria itu, matanya menatap penuh kebencian.
"Aku Eric, maaf aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu." Pria itu masih berujar dengan nada lembut. "Makan dulu, ini sudah siang," tambahnya, lalu ia berbalik badan menuju pintu untuk keluar.
"Katakan apa yang kau inginkan! Siapa sebenarnya kau dan wanita-wanita tadi."
Pria yang menyebut namanya sebagai Eric tidak menanggapi pertanyaa Keyla. Ia tidak mungkin memberitahukan sekarang.
Karena pria itu masih berdiri di pintu, dengan cepat Keyla berjalan ke arahnya seraya berkata, "Aku tidak mau di sini." Keyla berusaha mengikuti pria itu, ia juga mau keluar. Berharap pria itu berbaik hati mau melepaskannya.
Keyla yang memiliki sikap keras kepala, tidak mengindahkan pria itu. Bahkan tangannya menahan lengan Eric bermaksud ingin ikut keluar dengannya. Tak peduli apa yang akan dilakukan Eric kepadanya.
"Akh..." Keyla mendapat cengkeraman kuat pada lengannya, bekas tadi saja belum sembuh akibat dua wanita tadi sekarang di tambah lagi.
"Sakit? Ini belum ada apa-apanya. Aku bahkan bisa lebih dari ini." Eric melepaskan cengkeramannya, matanya menangkap mata Keyla yang sudah berlinang air mata.
Seperti ada sengatan dalam aliran darahnya, ia tidak tega menyakiti wanita ini. Tapi wanita ini mengabaikan peringatannya.
"Aku mau keluar dari sini!" pekik Keyla sembari menatap Eric, namun secepat kilat Eric membuang mukanya tidak mau membalas tatapan Keyla.
__ADS_1
Keyla menguatkan diri agar air matanya tidak menetes, ia tidak membiarkan dirinya terlihat lemah.
"Aku bisa membantumu keluar dari sini."
"Kapan?" tanya Keyla penuh harap, ia tidak mau berada di tempat ini.
"Bersabarlah sampai Mira kemari."
Nama itu, Keyla baru ingat. Di saat salah satu wanita tadi mengakui dirinya sebagai kekasih dari suaminya. Berarti semua ini sudah jelas Mira sengaja merencanakan semua. Dan mengenai suaminya? Ini semua pasti jebakan.
"Makanlah, aku tau kamu sedang mengandung. Jangan menghukum dirimu. Tidak perlu takut, aku akan menjagamu. Mira tidak akan melukaimu."
"Kau yakin?"
"Aku berjanji," ucap Eric penuh keyakinan. Keyla bisa merasakan ketulusan dari yang dikatakan Eric barusan.
Keyla mulai memundurkan langkahnya, membiarkan pria itu meninggalkanya.
.
.
.
.
__ADS_1
Like dan komentarnya. Bagi yang suka cerita ini boleh di Vote.