Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 63


__ADS_3

Nicholas tidak mungkin menghindar dari pertanyaan-pertanyaan wanita di hadapannya. Sudah waktu juga ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Ana, juga alasan kenapa ia tidak menghadiri acara ulang tahun pernikahan orangtua Alex.


Nicholas, menarik napas panjangnya lalu mengeluarkan dengan pelan. Ia sudah mempersiapkan dirinya untuk menceritakan yang sebenarnya, apapun resikonya.


"Bagaimana kamu bisa mengatakan aku tidak hadir dalam acara itu, kamu saja yang tidak melihatku. Aku nengerti sih, kamu pasti tidak mengenaliku diantara para tamu."


"Bohong!" Keyla menyuarakan dengan lantang. Sejak pertama kali ia mengenali lelaki itu, ini adalah kali pertama dirinya mendapatkan kebohongan darinya.


"Kamu tidak pintar dalam berbohong Nic, katakan saja apa alasan kamu tidak hadir."


"Jangan menutupi apapun dariku Nic," imbuhnya lagi.


Nada ucapan Keyla terlalu memaksanya untuk jujur. Sambil memandangi sekeliling tempat, Nicholas memajukan dirinya ke depan lalu melipat kedua lengannya di atas meja.


"Pertama, yang perlu kamu tau kenapa aku tidak bisa hadir pada saat acara ulang tahun pernikahan Tante Lisa, dan Om Bram karena aku gak mau bertemu orangtua Ana. Kedua, jika aku hadir tentu aku akan mengajak Almira dan juga keluargaku. Mungkin jika aku menceritakannya akan sangat panjang," jelas Nicholas sambil membuang pandangannya ke samping. Karena melihat Keyla sangat serius mendengarnya, ia tidak mungkin memutuskan begitu saja.


"Sebenarnya, aku sama Ana sempat menjalani hubungan selama empat tahun. Kita sudah sama-sama serius, pada saat Ana ke London aku memutuskan hubungan kami dengan alasan aku belum siap LDR, tapi aku berjanji akan menikahinya setelah dia kembali ke Indonesia. Pada saat dia kembali ke sini, dia berubah mengikuti gaya-gaya kehidupan di sana, Ana suka pergi ke club, minum-minum tidak jelas. Aku tidak mungkin menikah dengan perempuan seperti itu Key. Satu hal yang tidak aku percaya dari Ana, ketika dia mengatakan kepada orang tuanya aku hanya mempermainkannya dan telah menipu keluarganya karena tidak jadi menikahinya, mereka semua jadi tidak menyukaiku. Kamu tahu, aku dan Alex menyembunyikan kelakuan Ana dari keluarganya. Setiap dia mabuk, Alex meminjamkan apartemennya untuk Ana, supaya orangtua Ana tidak tau dia mabuk."


Keyla membulatkan matanya mendengarkan penjelasan Nicholas, semuanya terdengar penuh kebenaran. Akan tetapi mengenai Ana, Keyla masih tidak percaya. Benarkah itu?


Semua yang ada pada diri Ana tidak terlihat seperti apa yang Nicholas jelaskan.

__ADS_1


"Mungkin kamu bertanya-tanya. Kenapa bisa Ana tidak seperti apa yang aku ceritakan, itu karena dia sangat pintar dalam segala situasi. Kamu tenang saja, Ana aman kok tidak seperti Mira yang nekat jika apa yang diinginkan tidak tercapai." Nicholas masih menjelaskan dengan tenang, ia tidak mau Keyla menjauhi Ana karena semua cerita buruk tentang wanita itu yang ia ceritakan.


Terjawab sudah apa yang ada dalam benak Keyla, semua cukup logis untuknya. Ternyata ia tidak salah memilih Nicholas untuk menjadi sahabatnya, ia laki-laki yang baik. Meski Nicholas dibenci keluarga Ana tapi, ia tidak pernah mencoba menjelaskan tentang wanita itu kepada siapapun.


"Gimana Nona Kepo, apa anda sudah puas mendengar cerita saya?" ejek Nicholas dengan nada bercanda menggoda Keyla.


Keyla mencebik kesal, "Aku ini Cinderella."


Melihat reaksi Keyla, Nicholas menekan bibirnya yang sedang menahan tawa dengan jempol tangannya. Ingin sekali rasanya menertawakan Keyla, tapi nanti yang ada malahan dia marah.


"Baiklah, Cinderella. Aku mau kasih sesuatu sama kamu," ujar Nicholas sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya, dan menyerahkan kepada Keyla.


"Undangan?" Keyla mengernyit heran.


"Nic, oh my god. Nic, ini serius? Kamu gak lagi bercandakan? Kalian serius akan menikah?" Semua pertanyaan keluar begitu saja, ketika Keyla baru saja membaca isi dari undangan yang masih berada di tangannya.


"Ini Almira yang beberapa waktu lalu kita kumpul bareng itu bukan?" tanya Sasya sambil terus memperhatikan seluruh tulisan yang ada dalam kartu undangan.


"Iya."


"Wih, akhirnya. Selamat ya Kak Nicho." Sasya menjulurkan tangannya ke hadapan Nicholas memberi ucapan selamat, dan Nicholas membalas jabatan tangan Sasya dengan senang hati.

__ADS_1


Masih dengan tatapan tidak percaya, Keyla memperhatikan Nicholas. Ia membolak balik kartu undangan itu untuk memastikan itu undangan sungguhan atau hanya mainan dari Nicholas. Tidak dapat dipercaya mereka akan menikah secepat itu, seingatnya mereka baru saja berkenalan beberapa bulan dan, Almira juga masih dalam masa kuliah.


"Nic, jawab aku. Kamu ini serius atau lagi mainin aku doang?"


"Aku serius. Kamu adalah orang pertama yang aku kasih undangannya, dan Sasya orang kedua."


"Kuliah Almira gimana?" tanya Keyla sambil menumpu kedua sikunya di atas meja untuk menompang dagunya.


Nicholas juga ikut melakukan hal yang sama seperti Keyla. "Semuanya aman. Kuliah, Almira masih tetap bisa melanjutkan kuliahnya. Kita juga sudah sepakat untuk menunda memiliki momongan sampai Almira wisuda."


Keyla mencubit kedua pipi Nicholas, "Uh. Selamat babang Nicholas tampan."


"Sakit." Nicholas menarik tangan Keyla untuk lepas pipinya.


"Habisnya aku gemas."


Nicholas melirik arloji di tangannya, pukul 15.10. Ia sudah menghabiskan banyak waktu bersama Keyla, ini sudah saatnya untuk dirinya kembali ke kantor. Jam istirahatnya sudah melebihi jatah, Nicholas bangkit seraya merapikan jasnya.


"Ini sudah jam masuk, aku kembali dulu." Nicholas berpamitan untuk pergi meninggalkan mereka. "Oh ya, ini uang untuk bayar semua ini." Ia meletakkan beberapa lembar uang kertas pecahan seratus ribu, sebelum meleset langkahnya.


"Iya, makasih ya calon manten," sahut Keyla sembari melambaikan tangannya ke arah Nicholas yang mulai menjauh dari hadapan mereka berdua.

__ADS_1


"Sya, kita bayar ini dulu, siap dari sini baru kita pulang terus ke rumah," ujar Keyla kepada Sasya.


Tanda tanya mengenai hubungan Nicholas dan Ana sudah terjawab, semua sudah jelas. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Nicholas, ditambah lagi dengan mendapatkan undangan darinya, berarti tidak ada kata Nicholas mendekati Almira hanya untuk bersenang-senang. Nicholas sudah membuktikan bahwa ia laki-laki yang dapat dipercaya.


__ADS_2