Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 15


__ADS_3

Pagi hari ini Keyla dan Alex sudah siap turun kebawah untuk ikut sarapan bersama. Hari ini adalah hari keberangkatan mommy dan daddy Alex ke luar negeri.


"Aku tidak mau kalau sampai mommy ataupun daddy tau kejadian tadi malam," Peringat Alex pada istrinya.


Alex sangat takut jika sampai hal tadi malam di ketaui orang tua, bisa bisa dia di coret dari daftar nama keluarga.


"Kamu tenang saja semuanya aman kok," Jawab Keyla sambil menggedikkan kepalanya lalu terus berjalan tanpa menunggu suaminya.


"Selamat pagi mom,dad."


"Pagi Keyla sayang... Ayo cepat gabung," Balas mom dan dad yang sudah dari tadi duduk di meja makan.


"Sepertinya aku sangat merindukan kalian nantinya," Ucap Keyla. Ia terus mengaduk aduk makanan di dalam piring.


"Kami juga akan merindukan kalian, ingat kalian harus kesana untuk menjenguk kami di sana, satu lagi dad sangat berharap pada kalian untuk segera memberi kami cucu,"


Alex yang sedari tadi hanya diam akhirnya sudah terbatuk batuk mendengar permintaan Dad nya, Keyla meraih segelas minum dan di berikan pada suaminya.


"Makanya makannya pelan pelan nggak usah buru buru," Ujar Keyla dengan nada setengah mengejek.


"Tenang saja kalian akan mendapatkan kabar bahagia dalam waktu dua atau tiga bulan lagi."


Alex meraih tangan istrinya dan mengecup lembut.


Tentu saja perlakuan seperti itu membuat jantung istrinya seperti ingin melompat. Alex memang sangat pintar dalam bersandiwara di depan orang tuanya, hingga mereka sama sekali tidak pernah tau bahwa pernikahan Alex dan Keyla hanyalah sebuah pernikahan kontrak.


***


Setalah mengantarkan Mom dan Dad kebandara Alex mengajak Keyla pergi belanja.


Keyla sempat beberapa kali menolak ajakan suaminya tapi pada akhirnya ia tetap harus mengikuti suaminya.


Saat pertama kali mereka masuk ke pusat perbelanjaan mereka langsung di suguhan berbagai macam kebutuhan fashion.


"Apa aku boleh membeli tas ini," Tanya Keyla. Ternyata dia memilih tas yang branded dan harganya juga wah.


"Ternyata istri ku sangat pintar dalam memilih, Terserah kamu aku hanya membayarnya saja," Alex merangkul tubuh istrinya agar bisa lebih dekat dengannya.

__ADS_1


Cukup lama mereka berkeliling hampir 3 jam untuk membeli apa saja yang di inginkan keyla.


Alex terus berjalan dengan merangkul istrinya dan memegang beberapa tas belanjaan istrinya.


Sebenarnya Alex sudah mencintai Keyla hanya saja dia tidak pernah mengatakan pada istrinya. karena ego yang lebih besar, ia juga ingin menikahi kekasihnya Mira.


"Kita hari ini puas puasin jalan jalan atau apa gitu, besok aku udah harus kerja lagi bahkan sepertinya aku akan lembur."


Terdengar suara helaan nafas dari mulut Alex, sepertinya ia masih ingin berdua dengan istrinya.o


Saat sedang asik ngobrol dengan suaminya ponsel Keyla berdering pertanda ada panggilan masuk.


"Nicholas menghubungi ku, apa aku boleh menjawabnya," Ia bertanya pada suaminya.


"Hari ini kita menghabiskan waktu untuk bersama, aku tidak mau ada yang mengganggu kita. Sekarang matikan ponselmu ! Aku juga sudah mematikan ponselku, kita sangat jarang menghabiskan masa berdua jadi tolong harga aku,"


Keyla hanya mengangguk lalu menonaktifkan ponselnya sebelum di masukkan kembali ke dalam tas.


"Kita akan singgah dulu untuk minum baru kita akan kembali ke rumah,"


---


Keyla di buat bingung dengan perlakuan suaminya, di dalam hatinya ingin sekali ia mengatakan bahwa sebenarnya ia sangat mencintai suami yang di nikahinya secara kontrak.


Mereka sama sama melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah, setelah menghabiskan waktu bersama seharian.


"Boleh kah aku meminta bantuan mu,"


pinta Keyla dengar binar mata memohon.


Alex hanya mengangguk tanda setuju.


Dengan cepat Keyla menyerahkan semua paper bag yang di tangannya.


"Terimakasih... aku hanya ingin ke dapur untuk minum,"


Senyum memenuhi wajah Keyla, lalu dia pergi melangkah ke dapur.

__ADS_1


***


Saat keyla masuk ke dalam kamar ia tidak mendapati suaminya, mungkin saja dia sedang mandi atau keluar tapi entahlah keyla tidak mencarinya. Ia langsung mengambil handuk untuk mandi karena badannya sudah terasa lengket.


"Kenapa dia belum juga kembali kemana dia?"


Keyla hanya bertanya pada dirinya sendiri.


Ia terus merapikan semua belanjaannya yang di atas sofa dan di susun kedalam lemari.


Ceklek... Keyla menoleh ke arah suara pintu terbuka Ia melihat suaminya dengan membawa sebuah Map berwarna biru.


"Kamu habis dari mana," Tanya keyla.


"Aku habis dari ruangan kerja, kenapa kamu sangat lama dari bawah,"


"Tadi aku hanya mengajak ngobrol sasya, dan sedikit mendengar curhatannya hehe..."


Alex duduk disamping istrinya dengan sebelah kaki di turunkan ke lantai.


"Coba baca ini apa," Ujar Alex sambil menyerahkan Map yang di bawanya.


Istrinya hanya sempat membaca judulnya saja, ia kembali menarik surat perjanjian pernikahan mereka.


"Well... Aku rasa ini semua sudah tidak penting, kita bisa menjalani pernikahan ini tanpa ada perjanjian konyol seperti ini,"


Mata keyla terbelalak melihat surat itu di koyak Alex.


"Apa maksud kamu, aku tidak mau nantinya kau tidak menepati janjimu akan memberikan ku rumah dan uang setelah kita bercerai," Teriak Keyla tepat di muka suaminya. Sungguh ia tidak percaya dengan apa yang Alex perbuat.


"Tidak akan ada perceraian diantara kita," Tegas Alex dengan mencengkram kedua bahu istrinya.


"Kenapa ? bukankah sebentar lagi kau akan menikahi kekasihmu ?, Aku memang terlalu bodoh sudah percaya pada mu dengan menerima tawaran pernikahan gila seperti ini dan sekarang kau malah menghancurkan surat perjanjian itu," Keyla menepiskan tangan suaminya.


"Sampai sekarang aku masih belum bisa memilih antara kamu atau Mira aku harap kamu bisa mengerti itu,"


Rasa bersalah menghantui pikirannya karena harus menyakiti perasaan istrinya. Tapi dia tidak memiliki pilihan lain untuk saat ini.

__ADS_1


__ADS_2