Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 55


__ADS_3

Drrrtt...


Drrrtt...


Drrrtt...


Bekali-kali ponsel Keyla berdering mengusik tidurnya. Merasa terganggu dengan dering ponselnya ia mulai meraba-raba di nakas tempai biasa ponsel di letakkan.


Setelah berhasil menemukan benda yang mengganggunya, ia mengerjapkan matanya saat mendapati Alex yang menghubungi.


"Halo..." sapanya mengangkat panggilan itu.


Tut.


Belum sempat bertanya apa pun, sambungan mereka terputus. Keyla begitu terkejut ketika mendapati ternyata, Alex sudah menghubunginya puluhan kali. Ia berusaha menghubungi kembali, tapi sayang ponsel Alex bahkan tidak aktif.


Pesan masuk yang begitu banyak. Keyla bahkan tidak percaya Alex mengirimnya pesan ratusan kali.


Alex


Sebentar lagi ada sopir yang jemput kamu.


Cepat bersiap, aku sudah membuat kejutan untukmu.


Keyla membaca berulang-ulang pesan terakhir dari suaminya, ada rasa senang, sekaligus penasaran. Pasalnya ini masih terlalu pagi untuk membuat kejutan.


"Kejutan? Apa tadi malam dia keluar untuk mempersiap kejutan untukku di pagi hari?" tebaknya mengenai alasan kepergian suaminya terburu-buru keluar tadi malam.


Ting...


Bunyi pesan masuk, dengan semangat Keyla membukanya.


Alex


Kamu sudah siapkan? Jemputan sudah sampai.


Tanpa lagi berpikir panjang setelah membaca pesan itu, ia bergegas untuk siap-siap. Keyla bahkan terlihat buru-buru mengingat dirinya sudah di tunggu.


***


"Silakan," ujar seorang pria kepada Keyla yang entah sudah berapa lama menunggu.


Keyla membuka pintu mobil di barisan penumpang seraya mengangguk dan segera masuk untuk duduk.

__ADS_1


"Kita mau ke mana Mas?" tanya Keyla pada saat pria itu sudah menghidupkan mesin mobilnya, bukannya menjawab pria itu hanya tersenyum lalu menancap pedal gas dengan kecepatan tinggi.


Pria itu menoleh kebelakang. "Suami Anda menyuruh saya untuk merahasiakan ke mana saya akan mengantarkan Anda," jawabnya tanpa ada ekspresi dari wajahnya, lalu dia kembali berbalik.


"Saya jadi penasaran."


"Tenang saja, sebentar lagi kita akan sampai."


"Iya Mas," jawab Keyla singkat. Sejujurnya hatinya masih bertanya-tanya mengenai kejutan apa yang suaminya persiapkan sampai harus dijemput oleh sopir.


"Mas sopir baru ya? Soalnya saya belum pernah lihat Mas."


"Saya suruhan suami Anda, dan hanya untuk hari ini saja," jelasnya, dari dalam hati ia berharap wanita di belakangnya itu tidak lagi banyak bertanya.


"Sumpah deh Mas, saya jadi deg-degan. Ini kali pertama suami saya buat surprise beginian," jelas Keyla terkesan curhat kepada pria itu.


Selama perjalanan Keyla di buat penasaran, hati dan pikiran dibuat terus menebak akan kejutan apa Alex berikan untukknya.


Tidak ada yang saling berbicara, masing-masing hanyut dalam lamunan diri sendiri. Keyla, bahkan nampaknya sekarang ia sudah tertidur.


"Kita sudah sampai," ucap pria itu setelah hampir tiga jam dalam perjalan, kemudian ia memarkirkan mobil di halaman sebuah rumah itu.


"Hah?" Keyla bingung saat membuyakarn


"Rumah siapa ini Mas?"


"Ini Vila, mari Pak Alex sudah menunggu ada di dalam," ujar pria itu dan Keyla mengikuti perintahnya tanpa sedikitpun menaruh rasa ragu.


Matanya terus menelusuri seluruh tanaman yang tersungguhkan di sekelilingnya, padahal sangat jarang bisa ada Vila yang nyaman di tengah padatnya Ibu Kota.


"Selamat bersenang-senang. Masuklah Pak Alex sudah menunggu Anda sedari tadi, saya menunggu di luar, kalau ada hal silakan panggil saya."


"Baik, terimakasih," ucap Keyla. Kini ia sudah berada di hadapan pintu dengan dua wanita menyambutnya.


"Selamat datang, Tuan Alex sudah menunggu anda di atas." Dua wanita itu tersenyum lembut, mempersilakan Keyla untuk berjalan. Lalu mereka menutup kembali pintu utama yang menjadi akses Keyla tadi.


Tanpa menaruh rasa kecurigaan, atau hal apa pun. Keyla menuruti untuk berjalan lebih dulu.


"Welcome to the hell *****."


Gema suara wanita berada tepat pada anak tangga paling atas. Saat itu kakinya yang baru menginjak pada anak tangga pertama langsung terhenti dan menengadahkan ke arah suara tadi..


"S--siapa kamu?" tanya Keyla dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Selamat datang wanita sialan, dan katakan selamat tinggal kepada harapan kejutan yang akan diberikan suamimu."


Satu persatu wanita itu menuruni anak tangga, kedua tangannya terlipat di dadanya. Raut wajahnya terlihat seperti menyimpan dendam yang amat dalam.


"Di mana Alex?" tanya Keyla tidak peduli dengan ucapan wanita itu, mukanya sudah pucat, seluruh tubuhnya bergetar. "Kamu siapa?"


"Aku kekasihnya, apa kamu tidak mengenaliku lagi?"


"Katakan apa maumu! Dan di mana suamiku?" tanya Keyla tak menggubris pertanyaan wanita di hadapannya.


Keyla mundur beberapa langkah saat wanita itu semakin mendekatinya. Ia takut melihat wajah wanita di hadapannya, raut wajah yang sangat sulit di artikan. Sirat matanya menunjukkan kebencian.


Mata wanita itu tidak sengaja memperhatikan tangan Keyla yang menyentuh perutnya. "Oh ternyata kamu sedang hamil," ditatapnya dengan tatapan tidak dapat diartikan.


Wanita itu semakin mendekati Keyla. Ia tidak bisa lagi mundur karena dua wanita yang menyambutnya tadi sudah berapa tepat di belakangnya.


"Ikut aku!" perintah wanita itu dengan mencengkam kuat lengan Keyla dan dia berusaha dengan kuat menarik tangan wanita penuh amarah itu.


"Aku tidak mau," tukas Keyla dengan cepat. Pipinya sudah basah, tidak ada yang bisa dilakukannya kecuali menangis.


Jika ia bisa melakukan sesuatu maka yang pertama ia harus lari menyelamatkan diri, tapi mustahil. Semua terlihat seperti sudah di rencakan, tidak ada celah untuknya lari.


"Dhea, Alika, seret dia!"


Kedua lengan Keyla sudah diapit dengan kuat, sekalipun ia mencoba untuk memberontak ia tidak bisa, dirinya sendiri mereka berdua. Bahkan sekarang bertiga.


"Tolong." Keyla menjerit. "Tolong aku."


"Diam atau aku akan mencekik lehermu. Di sini tidak akan ada yang menolongmu," ancam salah satu di antara mereka.


Semoga ini hanya mimpi, Tuhan cepat bangunkan aku. Batin Keyla memohon.


Seketika pandangan sudah gelap, Keyla tidak lagi merasakan apapun. Kesadarannya sudah benar-benar hilang.


.


.


.


.


Like dan komentarnya ya...

__ADS_1


jangan sungkan-sungkan selagi Free


__ADS_2