Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 5


__ADS_3

Tanpa sengaja alex melihat wanita yang di club tadi di trotoar karena penasaran alex menghentikan mobilnya. "Hei kenapa kamu berjalan sendirian tengah malam begini." Alex hanya membuka setengan kaca mobilnya untuk berbicara pada keyla.


melihat air mata yang turun membasahi pipi Keyla, Alex turun dari mobil. "Kenapa kau menangis apa tadi kau-"


Belum siap Alex menanyakan keyla langsung menjawab "Tidak hanya saja saya telah di pecat dari pekerjaan."


"Masuklah aku akan mengantarkan mu pulang." Alex mulai merasa iba melihat wanita ini manangis.


Apakah pekerjaan seperti itu sangat berarti bagimu sehingga kau menangisi nya jika memang berarti kenapa kau tidak mau melayani laki-laki tadi.lirih alex di hatinya, ia hanya bertanya pada dirinya sendiri karena tidak berani menanyakannya pada wanita ini karena dia terus-terusan menangis


"Aku tidak tahu harus mengantarmu kemana jika tidak memberi tahu ku alamat rumahmu." Keyla hanya menatap wajah Alex dia tidak menjawab pertanyaan dari Alex.

__ADS_1


"Saya tidak tahu harus kemana, pulang? Mungkin saya tidak sanggup untuk pulang ke rumah saya tidak bisa melihat Ibu saya yang hanya terbaring lemah di rumah karena saya tidak membawa uang untuk pengobatan ibu saya." keyla terus berbicara tanpa melihat ke arah Alex


"Apa di rumah anda ada pekerjaan yang bisa saya kerjakan terserah apa itu pekerjaannya asalkan halal, mau jadi tukang masak, nyapu, ngepel." Keyla memasang muka memohonnya pada Alex.


"Oh lupa saya tidak pintar memasak, atau saya bisa jadi baby sister anak anda." Keyla terus meminta pada Alex


Apa!! apa muka ku setua ini sehingga kamu minta jadi baby sister anak ku. hanya hati Alex yang berkata


"lurus saja nanti dari simpang lampu merah di depan situ belok kiri dan agak masuk kedalam sedikit, nanti saya kasih tau di mana rumah saya." Keyla menjelaskannya dengan tenang karena sudah tidak menangis lagi


"Oke, pelan saja ini sudah mau sampai itu yang pagar warna putih rumah saya." Sambil menunjukkan dengan rumahnya Keyla mengambil tas di samping tempat duduknya itu.

__ADS_1


"Ini kartu namaku, besok hubungi aku. Di situ ada nomor telefon paling telat sampai sore." Alex menyerahkan kartu namanya.


"Baik, terimakasih saya akan menghubungi anda besok." Keyla turun dari mobil dan berlari menuju kerumahnya.


Dia masih bingung, bagaimana dia bisa berjumpa dengan lelaki setampan itu dan juga mau memberinya tumpangan gratis. Sekali lagi Keyla hanya menatap kartu tadi dan langsung memasukkanya ke dalam tas. Dia sangat berharap agar lelaki tadi mau memberinya pekerjaan, tak masalah apapun itu yang penting sekarang dia bisa membiayai ibu nya yang sedang sakit.


***


Pagi kembali menyapa Alex dengan malas harus bangun untuk pergi ke kantor padahal baru berapa jam dia tidur harus bangun lagi. Bukankah ini salahnya juga karena telah pergi dari rumah


Alex mengambil hp untuk menelfon supirnya dan satu orang yang di tugaskan Bram untuk menjaga Alex.

__ADS_1


"Saya tunggu dalam 15 menit kalian sudah di bawah." Alex menutup panggilan dan berusaha bersiap-siap agar tidak telat ke kantor walaupun dia tau itu kantornya namun dia tetap disiplin.


__ADS_2