Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 30


__ADS_3

Pada hari yang sama, Alex menjumpai Anton sahabatnya. Tidak lain, tujuannya yaitu untuk mendapatkan kabar kemana sebenarnya istrinya pergi. Dan entah mengapa, perasaannya mengatakan bahwa Anton mengetahui di mana keberadaan Keyla.


"Semoga saja kalian tidak sedang mengerjaiku." Gumam Alex dalam hatinya.


Alex sudah membuat janji dengan Anton untuk bertemu di salah satu Cafe yang dekat tempat kerja Anton.


Saat Alex sampai di nomor meja yang di kasih tau Anton, ia menyapa Alex. "Hai." Anton menyambut kedatangan sahabatnya


"Aku tidak ingin basa basi. Aku tau, kamu mengetahui di mana keberadaan Keyla." Desis Alex tajam dengan tatapan seperti ingin menelannya dalam keadaan utuh.


"Gue tidak mau ikut campur urusan kalian, itu tidak ada sangkut pautnya sama gue. Selama ini gue juga nggak pernah punya hubungan apapun dengan istri lo." Jelas Anton sambil mengaduk minuman di hadapannya.


"Jangan ngeles Anton! Kamu yang menghubungi Keyla terakhir kali sebelum dia pergi dari rumah."


"Ya, gue memang menghubunginya. Apa kamu masih ingat malam dimana lo mabuk?"


Alex mengernyit dahinya. "Apa hubungannya dengan itu?"


"Hari itu, gue cuman menjelaskan kenapa bisa lo mabuk. Itu juga karena Keyla maksa gue buat ngasih tau alasan lo mabuk karena apa."


"Setelah gue ngejelasin kenapa lo mabuk, terus dia bilang dia mau pergi. Bukan maksud aku membela Keyla, tapi apa yang dia lakuin itu benar. Sadar gak sih lo? Semua yang lo lakuin itu salah Alex, salah banget."


Kata-kata yang dikeluarkan Anton bagaikan tamparan keras terhadap Alex. Semua yang Anton katakan itu memang benar.

__ADS_1


"Aku yakin kamu tau dimana Keyla." Ucap Alex dengan memincingkan matanya, ia akan terus berusaha mendesak Anton untuk memberitahu dirinya dimana keberadaan Keyla sekarang.


Anton menghela nafasnya kasar. "Sebenarnya lo mendatangi orang yang tepat, tetap saja gue tidak bisa memberitahu lo di mana Keyla berada."


Alex menatap wajah Anton dengan sendu, berarti dia sudah menemukan sedikit titik terang. "Izinkan aku untuk kembali bertemu dengan istriku, jangan biarkan aku tersiksa begini." Air mata yang tidak pernah di tunjukkan di hadapan sahabatnya kini sudah menetes. Sekuat apun Alex menahan, tetap saja air matanya keluar.


Dengan tatapan memohon Alex menarik lengan Anton, ia sangat ingin bertemu dengan Keyla. "Beri aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki semuanya." Lirih Alex penuh kesedihan.


"Bagimana dengan Mira?" Desia Anton dengan tajam.


Alex menggeleng dengan cepat. "Aku tidak akan peduli lagi dengan wanita pengkhianat itu. Asalkan kamu mengembalikan istriku."


Anton tergelak dengan apa yang didengar dari Alex. Matanya terlihat ada sedikit keraguan dalam mengucapkan 'tidak peduli lagi'.


"Lo gak tau apa yang udah Keyla alami. Lo mah enak tinggal nyakitin doang."


"Pegang janjiku ini. Aku tidak akan membiarkan lagi ada air mata yang menetes dari istriku setelah ini." Alex mengatakan dengan sebelah tangannya sudah diangkat keudara memberikan tanda bahwa dia mengatakan itu dengan sungguh-sungguh.


"Sepertinya menarik."


Sial ! Umpat Alex dalam hatinya. Sepertinya Anton mempermainkan dirinya.


"Tapi sayang, gue tidak tau lagi dimana keberadaan Keyla sekarang ini."

__ADS_1


"Bohong! aku yakin kamu yang menyembunyikan istriku selama ini."


"Tinggalkan Mira!" Anton menahan emosinya. Ia tidak bisa membiarkan Alex yang terus memaksa dirinya untuk mendapatkan Keyla kembali, terlebih Alex masih memiliki hubungan dengan Mira meski tidak sebaik dulu lagi.


"Kenapa?" Anton menanyakan kepada sahabatnya yang tak kunjung memberikan jawaban.


Sulit. Itu sangat sulit bagi Alex, ia harus memastikan kembali apa dirinya masih mencintai Mira atau tidak.


"Bisa gak lo tinggalin si Mira?"


"Aku bisa."


Akhirnya Alex memberi jawaban yang sangat ingin di dengar Anton.


"*Tha*nk, Sekarang Keyla bersama nyokap dan bokap lo."


Anton menjulurkan tangannya ke arah Alex. "Selamat, lo udah datang kepada orang yang tepat mengenai ini. Lo tau gue nggak pernah bisa bohong sama siapapun, lo sudah merusak rencana kita untuk ngerjain lo."


"Mommy dan Daddy tidak pernah memberitahu tentang Keyla kepadaku. Bahkan dia juga tidak pernah menghubu-,"


"Gue harus cabut, sorry gue ada keperluan mendadak." Sela Anton dengan tangannya sibuk dengan ponselnya.


"Oke, terimakasih sudah memberitahuku dimana Keyla."

__ADS_1


Dengan hati yang begitu lega Alex juga meninggalkan cafe itu. Meskipun ia belum bertemu dengan Keyla, namun dengan sebagian besar informasi yang ia dapatkan dari Anton sudah cukup baginya.


__ADS_2