Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 7


__ADS_3

Sekarang sudah minggu dimana pernikahan Alex dan Keyla akan segera di laksanakan setelah keyla menyutujui semua perjanjian pra-nikah tersebut.


"Mom, apa Mommy benar benar menyukai calon istriku?"


"Mommy selalu setuju dengan semua pilihanmu, Mommy harap kamu segera melupakan Mira." Lisa berusaha mensupport anaknya agar segera melupakan mira.


***


Setalah sekian lama meyakinkan ibunya bahwa Keyla akan menikahi Alex, akhirnya ibunya menyetujui putrinya yang akan segera menikah minggu ini.


"Ibu sangat berharap agar kamu tidak salah memilih suami nak, apalagi Nak Alex adalah orang kaya raya. Beda dengan status keluarga kita," kata ibunya sudah berkali kali menasehati Keyla karena ia takut harus melepaskan anak semata wayangnya itu. Apalagi selama ini Keyla hanya memperkenalkan pria biasa-biasa saja kepadanya, sekarang dia malah akan menikah dengan pria yang memang sangat beda derajat kehidupannya.


"Keyla kekamar dulu ya Bu mau istirahat, nanti kalau ibu sudah ngantuk Ibu tidur terus jangan berpikiran macam-macam lagi semua ini sudah Keyla pikir matang-matang." Keyla bangun dari tempat tidur ibu, lalu keluar menuju ke kamar untuk tidurnya sendiri.


Matanya hampir terlelap namun karena ponselnya berbunyi dengan perasaan yang malas ia mengangkatnya.


"Hai keyla sorry mengganggu sudah malam begini , jangan lupa besok aku bakalan ngejemput kamu untuk memilih gaun, ingat pagi-pagi kamu harus sudah siap."


Belum sempat Keyla merespon apa-apa Alex telah memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


"Ih apaan sih ini anak udah gangguin orang tidur, ngomongnya cuma itu doang kenapa mesti banget nelfon. Kenapa gak ngirim pesan aja." Dengan kesal Keyla menaruh kembali ponselnya dan berusaha untuk terlelap lagi.


Alex memang sengaja menghubungi Keyla untuk mengingatkannya agar tidak lupa mereka harus fitting baju untuk pernikahan mereka.


****


Matahari telah menyapa pertanda pagi telah datang tapi Keyla menarik lagi selimutnya agar cahaya matahari tidak mengganggu tidurnya.


Tapi bunyi ponsel yang membuatnya terbangun


"Gawat aku hampir kesiangan," ujar keyla sambil menepuk jidatnya, tanpa pikir panjang dan tidak mengangkat telpon dari Alex ia langsung bergegas untuk siap-siap.


hufff... dasar cowok gak jelas aku kira udah di depan aja waktu nelfon orang pagi pagi buta. Keyla


Tidak lama menunggu akhirnya mobil sport milik Alex berhenti di depannya.


"Heh cepat naik, orang telfon gak di angkat," ujar Alex terlihat kesal karena Keyla tidak menjawab panggilan darinya.


"Maaf, tadi aku gak lihat Hp soalnya lagi di silent maaf ya." Keyla duduk di samping Alex dan pura-pura mengecek ponselnya agar Alex percaya dengan alasan yang di buatnya.

__ADS_1


"Aku belum sarapan." Keyla memasang muka kasihannya karena belum sempat sarapan, ia harus buru-buru karena takut telat.


"Yasudah nanti siap dari butik kamu sarapankan bisa, setelah ini aku harus balik lagi ke kantor," jawab Alex datar. Kemudian ia hanya fokus menyetir mobilnya.


****


Hari pernikahan mereka hanya tinggal 2 hari lagi Alex masih sibuk dengan pekerjaanya karena masih banyak yang harus di kejar sebelum acara pernikahannya.


"Halo Ana sekarang kamu keruangan saya sebentar." Alex menyuruh Ana mantan sekretarisnya untuk keruangannya karena dia tau satu-satunya karyawan yang mau di ajak lembur adalah dengannya adalah Ana.


tok..tok...


"Permisi pak."


"Masuk, cepat bantu saya untuk menyelesaikan beberapa laporan ini, saya sedang mengirim file dan ada beberapa diantaranya yang harus di revisi." Alex hanya menunjukkan tumpukan dokumen di depan mejanya dan dia kembali fokus terhadap kerjaannya.


"Baik pak," jawab Ana sedikit jengkel.


Ana tau jika sudah begini sudah pastinya, Alex mengajaknya untuk lembut. Ya, mau tidak mau Ana harus mau. Tidak mungkin Ana bisa menolak.

__ADS_1


__ADS_2