Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 20


__ADS_3

Keyla Pov~


Aku masih takut untuk membukakan kedua mataku. Apa yang akan dilakukan pria itu? Kenapa dia semakin mendekatkan tubuhnya denganku.


Kriiukk...


Suara yang keluar dari arah perutku terdengar dengan begitu sangat jelas. ini pasti karena aku tidak mengisinya dengan apapun lagi setelah sarapan pagi tadi. Aku membuka mataku dan meletakkan tangan di atas perutku.


"Cihh... Suara apa itu." Tanya Alex yang sudah menjauhkan tubuhnya dekatku.


"Sepertinya cacing di perutku memintah jatahnya. Aku belum terisi apapun sejak tadi siang."


"Jadi kamu pergi dengan lelaki itu tidak diberi makan? sebelum Nicholas tidak pernah takut mengeluarkan uangnya untuk membeli makanan untuk Ana. Kenapa dia pelit dengamu?"


Kenapa lelaki yang satu ini suka sekali menuduh orang yang bukan bukan. Ana siapa wanita itu kenapa Nicholas tidak pernah menceritakan apapun padaku. Padahal aku sudah terbuka dengannya.


"Itu sama sekali bukan urusan kamu Alex, berhenti mengurus hidupku bukannya sebentar lagi kamu akan bertunangan dengan Mira? Kamu urus saja diri kamu sendiri dan kekasih kamu itu." Aku mengatakan semua itu dengan tegas, entah keberanian dari mana menghampiriku.


"Oh ternyata kamu sudah tau tentang itu? Bagus berarti aku tidak perlu menjelaskan lagi apa yang terjadi kedepannya." Ucapan Alex terdengar begitu sombong.


Aku menghela nafas panjang. "Sudahlah aku sedang tidak ingin bicara denganmu." Aku bangkit dari dudukku. Tapi tangan Alex begitu cepat menarik pergelangan tanganku hingga aku terduduk kembali.


"Aku belum selesai denganmu." Bentaknya dengan sedikit kasar.


Air mata yang telah aku tahan telas lolos begitu saja. Kenapa Alex tega memperlakukanku seperti ini? Apa ada yang salah denganku? Bahkan aku tidak pernah ikut campur dengan urusannya.


"Aku mohon lepaskan aku Alex, aku mau kedapur untuk mencari bahan yang bisa aku masak. Sekarang perutku sangat lapar." Tanganku ikut memegang tangannya.


"Kita akan keluar untuk makan."


Apa? Keluar, Alex mengajakku untuk makan diluar. Apa aku sedang tidak salah mendengar apa yang diucapkan Alex.


"Cepat ganti bajumu aku menunggu di mobi." Dia pergi begitu saja, sedangkan aku masih terduduk dan memandang punggungnya yang semakin menjauh dariku.


Aku sama sekali tidak mengerti dengan suamiku dia terkadang bersikap normal kadang bersikap dingin bahkah kadang kadang juga sedikit kasar, dan sekarang dia mengajakku untuk makan diluar.

__ADS_1


"Sebenarnya apa isi di dalam otaknya itu, kenapa dia tiba tiba berubah dang mengajakku untuk makan malam di luar." Hatiku masih bertanya tanya dengan sikapnya yang tidak jelas.


Aku berjalan menuju Wardrobe untuk mencari pakaianku yang masih aku sisakan di kamar ini. Sebelumnya memang aku sudah memindahkan beberapa barang dan pakaianku ke kamar bawah.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk menggantiakan pakaian, aku memang sengaja tidak berlama lamaan. Sedikit takut jika nanti Alex marah lagi karena harus menungguku lama.


'Perfect' adalah kata pertama yang terlintas di benakku saat melihat pantulan diriku dicermin.


"Padahal aku ini cantik, tapi kenapa suamiku sendiri tidak jatuh cinta padaku."


Haha lucu memang aku memuji diriku sendiri. Tapi memang benar aku ini tidak kalah cantiknya dengan perempuan yang sangat dicintai suamiku sendiri.


*Aku percaya tuhan adalah yang maha membolak balikkan hati setiap insan. Mungkin saja sekarang hatimu itu masih untuk wanita lain, tapi kedepannya bisa saja aku yang berada di hatimu.


 


-\=oOo\=-


 


Keluar untuk makan malam adalah hal yang pertama bagi Keyla setelah dirinya menikah dengan Alex. Lucu memang jika dibayangkan, padahal mereka sudah menikah hampir satu tahun tapi suaminya tidak pernah mengajaknya untuk makan malam diluar.


"Untuk apa ini."


"Kenakan saja tidak perlu banyak tanya." Tegasnya bernada dingin.


Keyla bingung dengan apa yang diperintahkan suaminya itu, untuk apa dirinya menggunakan jacket di tempat seperti ini. Apalagi jacket yang harus digunakan itu ukuran pria, pasti sangat lucu jika harus digunakannya.


"Ayo cepat pakai jacket itu, atau aku menyuruhmu untuk tetap dimobil."


"Iya iya sabar kenapa?" Ia mengenakan jacket yang ada di tangannya.


Bibir Alex menyungging senyum karena puas dengan istrinya yang mengikuti perintahnya. "Cepat turun, aku lapar." dirinya sudah turun duluan dan meninggalkan Keyla di dalam mobil


Keyla turun dengan buru buru dan mengejar suaminya dari belakang.

__ADS_1


"Tungguin kenpa sih main tinggal tinggal segela lagi." Ucap keyla yang sudah berjalan di samping Alex.


Kedatangan mereka disambut dengan sangat baik oleh pelayan restoran itu, bahkan mereka juga mengantarkan pasangan itu menuju ke salah satu meja makan yang sudah dihidangkan beberapa makan yang lezat dan juga sudah lengkap dengan minuman.


"Silahkan menikmati makanannya tuan dan nona, jika ada yang perlu lagi nanti silahkan tekan saja belnya. Saya permisi dulu tuan." Membungkukkan badannya untuk memberi rasa hormat.


"Terimkasih Mas." Balas Keyla dengan lembut dan sopan.


Sangat jauh berbeda dengan suaminya yang sudah duduk dan tidak peduli lagi dengan apapun.


"Dasar Arrogant." Maki Keyla dalam hatinya.


Akhirnya ia juga ikut duduk di hadapan suaminya. "Sejak kapan kamu memesan semua ini." Tanya Keyla dengan memandang Alex.


"Nikmati saja apa yang di hadapan kamu, tidak perlu banyak bertanya. Aku tidak suka ada yang mengajak untuk berbicara ketika sedang makan." Nada ucapan dari Alex begitu dingin.


Kanapa? Apa ada yang salah dengan pertanyaan darinya. Padahal dia hanya perlu menjawab saja 'tadi' atau 'baru saja' tidak perlu sombong seperti itu.


"Siapa yang menyuruhmu untuk membuka jacket!" Seru Alex dengan tegas saat melihat Keyla yang sedang mengeluarkan sebelah lengannya dari jacket yang ia kenakan.


Kilatan mata lelaki itu sangat jelas terlihat jika dirinya sedang marah. Karena takut cepat cepat Keyla membenarkan ulang.


"Maaf aku hanya merasa tidak nyaman." Wajahnya menunduk kebawah lalu meraih seporsi makanan di hadapannya.


Makan malam itu terasa begitu menegangkan bagi seorang Keyla. Tidak biasanya dirinya harus mendengar ucapan kasar disaat sedang berada ditempat umum. Ya meskipun meja mereka berjauhan dengan yang lain, tapi tetap saja mereka sedang tidak berada di luar dan pasti orang orang akan menlihat jika mereka ribut disitu.


"Cepat selesaikan makanmu, sebentar lagi akan ada sopir yang menjemput kamu pulang."


Keyla yang sedang menikmati makanannya mengangkat wajahnya untuk melihat suaminya. "Kenapa aku di jemput oleh sopir. Apa kamu tidak ikut untuk pulang." gemam Keyla yang masih mengunyah makanan di dalam mulutnya.


"Sekarang perhatikan mataku dan buka telingamu itu secara lebar-lebar. Jangan pernah tanyakan apapun yang aku lakukan dan juga jangan ikut campur dengan urusanku."


"Apa kamu mengerti." Alex Kembali menegaskan.


"Baik." Balas Keyla dengan suara pelan. "Tapi kenapa? apa alasannya? kamu kenapa boleh mencampuri urusanku." Kembali bertanya namun hanya dari dalam hatinya saja.

__ADS_1


Entah apa yang membuat suaminya semakin berubah, sikapnya membuatku takut jika berada di sampingnya.


Oh tuhan aku berharap supaya jangan sampai aku membencinya, jika sampai suatu saat nanti hatinya terbuka untukku. Aku tidak bisa berjanji untuk memaafkannya.


__ADS_2