Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 59


__ADS_3

Malam harinya, para tamu undangan dan semua kerabat sudah berkumpul diacara perayaan ulang tahun pernikahan Lisa, dan Bram. Acaranya tidak besar tapi terlihat cukup sempurna.


"Mari kita sambut.... Mr. Bramastio Arnault dan Mrs. Lisa Arnault," ucap MC, dan di sambut dengan tepukan yang sangat meriah dari para tamu.


Pemilik dari acara tersebut berdiri, lalu berjalan naik ke atas podium. Mereka berdiri dibalik kue besar yang terhias dengan menarik. Di sana, sudah ada anak dan menantunya menyambut mereka.


Balutan Dress berwarna putih yang melekat pada tubuh Lisa, dan juga accsessrois pelangkap lainnya membuat ia terlihat begitu cantik meski usianya tak lagi muda. Sama halnya dengan Bram, ia menggunakan jas tuxedo putih agar senada dengan istrinya.


"Happy anniversary. Mom, Dad. We miss you so much," ujar Alex yang menyambut mereka dengan pelukan hangat.


Keyla yang berdiri pada tempatnya sampai menitikkan air mata, tak dapat di pungkiri, ia juga amat sangat merindukan Lisa, dan Bram. Baginya, mereka sudah sama seperti orang tuanya sendiri. Karena Lisa, dan Bram menyayanginya dengan sangat baik.


Setelah melepaskan pelukan dari Alex, mereka menatap Keyla yang sedang berulang kali menyapu air matanya, "Menantu kesayangan Mommy, dan Daddy."


"Mom, Dad." Keyla memeluk mereka sambil terus menangis. Lelaki yang dari tadi bersamanya menggelus lembut punggung istrinya.


Alex melihat bagaimana istrinya menangis sampai sesenggukan, mungkin ini cara wanita melepaskan kerinduannya.


"Sudah, jangan seperti ini. Ada banyak tamu yang sedang memperhatikan kita," bisik Alex lalu Keyla melepaskan pelukan itu, dan mengambil tissue untuk mengelap bekas-bekas air matanya.


Pun dengan Lisa, ia ternyata ikut menangis. Terlihat dari ia mengedipkan-mengedipkan mata.


Suasana sedikit berubah menjadi sendu, pun dengan istrumen piano tiba-tiba dimainkan menjadi sangat mendukung suasana itu.


Banyak diantara mereka terbawa situasi, dan ikut terharu.


Siapa yang tidak akan begini setelah sekian lama tidak bertemu?


"Coba lihat." Alex memalingkan wajah Keyla, mengambil tissue yang ada di tangan wanita itu, dan mengelap jejak air matanya.


"Setelah mereka siap memberi kata sambutan untuk tamu, kita beritahu kado istimewa dari kita ya," bisik Alex kepada istrinya disela-sela orang tuanya sedang mengucapkan sepatah dua patah kata kepada tetamu.


Ya, layaknya ceramah.


"Nanti kamu aja yang ngomong," balas Keyla yang juga bisikan pada suaminya.

__ADS_1


Entah berapa menit, akhirnya Lisa, dan Bram mengakhiri kata sambutan.


Setelah itu, master of ceremony (MC) kembali mempersilakan para tamu untuk menikmati semua yang sudah disediakan.


Sebagian mulai menikmati makanan, dan ada juga yang memilih untuk berdansa.


"Mom rasa, kalian seperti lelah sekali. Sebaiknya kalian istirahat saja dulu, kami mau ngobrol sama mereka," ungkap Lisa kepada Alex, dan Keyla. Tubuhnya tak pernah lepas dari rangkulan suaminya, Bram.


"Wait for a second." Alex menahan orang tuanya agar tidak pergi, matanya beralih kepada wanita cantik di sampingnya.


Bram mengernyit bingung ketika anaknya tak kunjung mengatakan apapun. Pun dengan Lisa, ia mandang heran mereka berdua lalu mengalihkan pandangan kepada suaminya.


Melihat mereka mulai tersenyum, Lisa semakin dibuat bingung dengan mereka.


Alex mulai menyentuh perut istrinya untuk memperlihatkan sesuatu yang tertutup gaun yang dipakai Keyla, "Look. You will be grandma and grandpa."


Sontak Lisa menarik Keyla untuk dipeluknya, "Oh, my god." Ia begitu bahagianya mendengar kabar Keyla sedang mengandung, keinginannya untuk memiliki cucu setelah sekian lama menunggu akhirnya akan segera terkabulkan.


"Congrat's son." Bram menyalami putranya, "This is the best ever gift. Sekali lagi selamat, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah," ujarnya seraya menepuk-nepuk bahu Alex. Ia turut bahagia dengan kabar itu, doanya dan juga Lisa telah dikabulkan Tuhan.


"Ya dong, biar surprise gitu."


"Iya, Mom. Ini usul Alex, dia yang sengaja meminta agar kehamilan Key ini kita tutupin dulu sampai hari ulang tahun pernikahan kalian ini, Alex juga nyuruh Key pakek baju beginian biar gak kelihatan perutnya," tambah Keyla memperjelas semuanya.


Ya, Keyla senga menggunakan gaun berwarna biru elektrik dengan desain khusus hingga perutnya sama sekali tidak menonjol. Dirinya dan Alex sudah merencanakan semua dari awal, semuanya benar-benar terlihat sempurna, sehingga Lisa, dan Bram tidak bisa melihat sama sekali apa yang mereka sembunyikan.


"Pantesan Mom lihat kamu, kok kayak ada yang beda ya? Ternyata ini." Lisa mengelus perut Keyla, bibirnya terukir senyuman yang tidak bisa diartikan dengat kata-kata. Ia begitu bahagia dengan calon cucu yang sedang dikandung Keyla.


"Bedanya apa Mom? Cengeng ya?" ejek Alex yang langsung mendapatkan hadiah cubitan di perutnya.


"Awww..." Ia meringis kesakitan.


Merasa kasihan dengan suaminya yang mengaduh kesakitan ia melepaskan cubitan itu, dan memelotinya lelaki itu, "Rasain."


Melihat kelakuan dari Alex, dan Keyla. Lantas Bram, dan Lisa tertawa bersama. Momen yang dari dulu mereka harapkan, tapi baru sekarang keharmonisan dari hubungan anaknya terlihat.

__ADS_1


Ketika mulai ada beberapa tamu menyapa mereka, perbincangan mulai berhenti karena harus menjawab mereka.


"Sayang, kamu capek gak?" tanya Alex kepada istrinya, dan dijawab dengan anggukan.


Yah, siapa yang tidak lelah jika ada acara. Apalagi dengan kondisinya yang sedang hamil, pastinya Keyla membutuhkan banyak istirahat.


"Aku pusing rame-rame kayak gini," balas Keyla.


"Mom, Dad, kita permisi dulu ya. Aku sama Keyla mau ke kamar, sayang dia lelah."


"Iya, ya sudah. Kalian istirahat saja dulu, kalian pasti capek." Lisa membiarkan mereka pergi, kemudian ia kembali melanjutkan untuk berbincang dengan tamu-tamu.


"Hai Kak Alex, Kakak Ipar..." sapa Ana di tengah perjalanan Keyla, dan Alex untuk pergi meninggalkan acara itu.


"Kok kamu sendirian, Om sama Tante mana?" tanya Alex heran karena Ana hanya seorang diri, sekaligus khawatir dengan sepupunya itu.


Kekhawatirannya tidak ada lain, Alex merasa cemas jika sampai Ana melihat Nicholas bersama perempuan lain. Alex tau bagaimana perasaan Ana, dia pasti akan sangat terluka.


"Kalian mau ke mana?"


"Kita mau ke kamar, mau istirahat. Ikut yuk, aku mau cerita-cerita sama kamu, lagiankan ini acaranya orang tua," ajak Keyla kepada Ana, memang dirinya bukannya akan tidur melainkan karena malas harus bersalaman atau bertemu dengan tamu yang rata-rata sama sekali tidak di kenalinya.


"Emang boleh?" tanyanya dengan dahi mengerut, bisa-bisanya Keyla mengajaknya.


"Udah gapapa ikut aja." Alex menyetujui, dan dengan senang hati Ana ikut bersama mereka.


Harusnya dengan begini, Ana pasti tidak akan melihat atau menjumpai Nicholas. Karena Alex yakin jika Ana sudah bertemu dengan laki-laki itu, pasti Ana sudah meninggalkan acara sedari tadi. Wajahnya juga tidak se ceria yang dilihatnya sekarang.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa, Like dan komentarnya kalau ada yang lebih point bisa vote, supaya authornya semangat update.


__ADS_2