Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 31


__ADS_3

Hari baru, hal baru, semangat baru. Namun masih dengan hati yang masih menunggu sang pemilik rindu.


***


Satu bulan lebih Keyla sudah tidak pernah bertemu lagi suaminya. Kepergiannya waktu lalu mendapatkan dukungan dari mertuanya, mereka tau Keyla pergi dari Nicholas yang menghubunginya dan menjelaskan semua yang telah terjadi. Mereka juga ikut marah dengan sikap Alex dan mendukung jalan yang di pilih Keyla untuk menyadarkan apa yang sudah Alex lakukan.


Bukan hanya memberi dukungan dengan jalan yang dipilih menantunya, mereka juga selalu mengirimkan Keyla uang dengan jumlah yang tidak sedikit untuk kebutuhan Keyla. Setiap hari Keyla hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah tanpa keluar sedikitpun, karena dirinya sudah menjadi incaran anak buah Alex.


"Mbak, kok tidur mulu. Kawanin aku nonton yuk."


"Ganggu aja kamu Almira, mbak lagi capek. Ngantuk mau tidur dengan puas."


Ya, selama ini Keyla tinggal bersama Almira. Gadis yang pernah mengajaknya berteman di tempat kurus komputer. Almira memberi Keyla tumpangan ketika tau lari dari rumah.


"Capek ngapain, orang yang tiap hari kuliah belum lagi harus ikut kursus, nganterin pesanan orang gak capek kok."


Almira adalah gadis yang mandiri, sekarang dia memiliki toko online yang baru saja dibukanya. Keyla menyuruh Almira untuk tidak bekerja terlalu capek lagi, biaya kehidupan mereka sudah di tanggung oleh mertua Keyla. Bahkan, Nicholas juga ikut memberi mereka uang jajan dan uang bulanan.


"Mbak ayo dong bangun..." Rengek Almira kepada Keyla yang tak kunjung membukakan matanya.


"Pokoknya mbak mau tidur." Ucap Keyla mantap.


Dirinya tidak tau kenapa akhir akhir ini merasa sedikit lelah, dan banyak tidur. Belum lagi sekarang nafsu makannya sudah berkurang.


"Jangan gangguin mbak lagi ngantuk. Awas sana keluar." Keyla melempar bantalnya ke arah Almira yang masih menunggunya.


Keyla terkekeh sendiri melihat Almira yang pergi karena kesal dengan dirinya. Mereka berdua memang suka menonton tapi sekarang Keyla merasa pusing jika terlalu melihat bayangan di televisi.


"Mbak Keyla..." panggil Almira pelan untuk memastikan, apakah Keyla sudah benar-benar tertidur atau belum.


Disampingnya juga berdiri sosok Nicholas yang menatap Keyla penuh senyum.


Nicholas selalu menyempatkan diri untuk menjumpai Keyla setiap hari minggu.


"Hei my cinderella." Sapa Nicholas dengan mendekatkan diri kesamping tempat tidur Keyla.

__ADS_1


Tidak ada pergerakan atau jawaban dari wanita itu, sepetinya dia sudah terlelap.


"Kak Nicho tau itu mbak Keyla, hmm... Sudah beberapa hari terakhir ini hobinya tidur terus."


"Biar saja, kita tidak pernah tau apa yang sedang Keyla rasakan. Kakak kemari hanya ingin melihat keadaan kalian." Ujar Nicholas yang masih menatap Keyla dalam balutan selimut yang menutup sampai ke lehernya.


"Haduh haduh calon suami akoh sweet banget." Ucap Almira dalam hatinya.


Sejak pertama kali dirinya berjumpa dengan Nicholas, tidak tau kenapa dirinya selalu memikirkan lelaki tampan itu.


"Eh kak, duduk dulu di depan. Mungkin mbak Keyla sebentar lagi juga bangun, Aku kebelakang dulu mau buat minum." Almira sedikit membungkukkan badannya melewati Nicholas.


***


Sambil menunggu Keyla bangun. Almira dan Nicholas menonton bersama, ia sangat senang karena yang menemainya menonton sekarang adalah lelaki yang sangat di kagumi dirinya.


"Kak Nicho aku boleh tanya sesuatu gak?" Tanya Almira ragu. Ia tidak mau jika sampai dibilang ikut campur dengan masalah mereka.


"Hmm."


Apa maknanya sebuah 'hmm' yang ada malah Almira bingung apakah dia setuju atau tidak.


"Kak Nicho cinta gak sama aku? Aku tuh cinta sama kakak. Apa kakak mau jadi pacarku?" Ujar Keyla dalam hatinya sendiri.


Sebenarnya jika itu bisa di ungkapkan dengan kata mungkin Almira bisa berdamai dengan dirinya.


"Mbak Keyla orangnya suka tidur ya? Tapi pertama dia kemari kok nggak seperti itu, yang ada dia suka melamun."


"O itu, kirain kamu mau tanyain apa. Dulu pernah, kak Nicho sama Keyla beli cincin. Jujur sebenarnya cincin itu kakak beli untuk melamar dia. Rencananya kak Nicho itu mau lamar Keyla satu hari setelah suaminya melamar Mira kekasihnya."


"Kok namanya juga Mira. Ih gak suka deh." Ujar Almira dengan nada malas.


"Nama sama orangnya kan gak sama, makanya nama itu jangan pasaran." Nicholas mengacak rambut Almira, gadis itu suka sekali bersikap kekanak kanakan yang bisa membuat Nicholas gemas kepadanya.


"Apaan sih kak. Kok main rusakin rambut orang sembarangan."

__ADS_1


Ada yang mengatakan, jika pria suka memegang kepala seorang wanita. Berarti pria itu menyayanginya.


"Makanya jangan nyerocos orang lagi ngomong, Keyla suka tidur itu karena dia pernah bilang. Kalau dia tidur itu untuk melupakan masalah." Dengus Nicholas.


Perempuan itu sangat berbeda dengan perempuan lain, mungkin karena jarak umur mereka juga menjadi alasan kenapa Almira terlihat sedikit kekanak kanakan baginya.


"Tapi nih ya, kakak tidak tau kenapa akhirnya tidak jadi melamar Keyla. Semua rasa yang Kak Nicho rasa kepadanya hanya rasa sayang bukan dalam arti cinta, rasa ingin memiliki hanya karena ingin melindungi."


"Sampai kemarin suaminya masih menjumpai Kakak dan juga kak Anton, dia meminta Keyla dikembalikan kepadanya. Sebenarnya dua minggu yang lalu suaminya itu sudah meminta kepada Mom dan Dad'nya. Yang ada dia kena marah dan disuruh untuk berusaha agar tau gimana caranya memperjuangkan." Terangnya kepada Almira yang serius mendengarkan penjelasannya.


"Kekasihnya suami mbak Keyla gimana?"


Almira sungguh ingin tau kisah kehidupan Keyla. Dia begitu kagum melihat sosok Keyla yang dikelilingi pria tampan dan juga kaya, sedangkan dirinya hanya menikmati karena adanya Keyla bersamanya.


Nicholas menggelengkan kepalanya. "Kami tidak tau, yang pastinya wanita itu sekarang sudah kembali ke London."


"Wah ada yang lagi PDKT nih." Keyla melihat Nicholas dan Almira sedang duduk bersamaan.


Almira menoleh kearah suara dibelakangnya. "Dasar si Mbak ini. Bikin orang kaget aja."


"Ini kak Nicho tungguin mbak Key gak bangun-bangun." Sambung Almira.


Almira takut, bagaimana jika sebenarnya Keyla sudah berdiri sedari tadi di belakang mereka dan mendengar pembicaraan mereka ?


"Sorry, Sudah berapa lama Nic di sini." Keyla menghampiri mereka lalu memilih untuk duduk di sofa panjang yang terpisah dengan mereka.


Keyla kembali merebahkan tubuhnya dengan memiringkan sebelah badan agar menghadap kepada Nicholas dan juga Almira.


"Kak Nicho dia berubah jadi putri tidur lagi." Tunjuk Almira dengan dagunya.


Nicholas hanya terkekeh dengan melihat Almira. Dirinya tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan wanita yang selalu membuatnya untuk tidak pernah berhenti tersenyum.


"Biasa, habis kena kutukan penyihir. Kalian belanja sana gih." Perintah Keyla yang sok jadi bos.


Semenjak pergi meningalkan Alex, Keyla tidak pernah lagi melihat dunia luar. Hanya dapur, ruang tamu dan kamar saja yang menjadi tempat baginya. Semua karena dirinya dalam kondisi yang selalu dalam pencarian oleh anak buah dari suaminya.

__ADS_1


Sebelumnya terimakasih banyak untuk semua readerku, maaf suka lama update ceritanya.


Jujur authornya mau up setiap hari,tapi suka tidak semangat pas lihat like dan votenya.


__ADS_2