Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 62


__ADS_3

Pada sebuah rooftop kafe, Keyla dan Sasya sedang menunggu Nicholas. Ia sudah menghubunginya dari tadi malam, Keyla yang ingin tahu mengenai hubungan antara Nicholas dan Ana, mencoba untuk mengajak laki-laki itu untuk berbicara. Keyla mau mendengarkan langsung dari mulut Nicholas, meski sebetulnya ia bisa menanyakan pada Alex, tapi ia tidak mau. Lebih baik mendengarkan dari orangnya langsung dari pada mendengar penjelasan dari orang lain.


Dalam dirinya, Keyla tahu bahwa ia sudah ikut campur masalah pribadi orang lain. Tapi, sejauh ini Nicholas juga begitu, jadi ia juga ingin mereka saling terbuka.


Menyimpan rasa penasaran itu amat sangat berat bagi Keyla, hingga pada akhirnya setelah satu minggu ia bisa mengajak Nicholas untuk bertemu. Ya, sebelumnya Keyla tidak mungkin keluar karena mertuanya masih berada di Jakarta, tapi kemarin mereka sudah kembali ke Kanada. Jadi hari ini Keyla baru bisa keluar, dan tentunya ia tidak menunda waktu untuk mendengar penjelasan dari Nicholas, pastinya ia tidak mau membiarkan rasa penasaran terus menguasai pikiran dan dirinya setiap hari.


"Kak Nicho telefon aku nih Mbak." Sasya menyerahkan ponselnya kepada Keyla, dan tentunya wanita itu menjawab dengan cepat.


"Halo, kalian di mana? Aku sudah coba menghubungi Keyla, tapi handphone-nya enggak aktif," ujar Alex lalu Keyla mengecek ponselnya setelah mendapat pemberitahuan dari Alex, dan benar saja ponselnya mati.


"Naik aja ke atas Nic," perintah Keyla.


"Kalian di rooftop?"


"Iya."


"Ok, tunggu sebentar aku sedang menuju ke situ."


Selesai berbicara, Keyla mengembalikan ponsel Sasya sambil mencoba menghidupkan ponselnya. Namun, ternyata ponsel miliknya sudah kehabisan baterai. Pantas saja Nicholas menghubungi Sasya.


"Hai, maaf aku sudah membuat kalian menunggu lama," ujar Nicholas yang baru sampai, ia segera menarik kursi untuk mempati dirinya.


"Biasa aja gak perlu minta maaf, aku tau kok kamu lagi kerja. Lagian kita juga belum lama tungguin kamu."


"Iya, ini aku baru istirahat. Oh ya, makannya mana?" Nicholas bertanya karena belum ada apapun di hadapan mereka semua.


Keyla menarik kursi tempat ia duduk agar bisa lebih rapat dengan meja. Lebih tepatnya untuk bisa lebih dekat Nicholas yang duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Itu dia udah datang pesanannya," ujar Sasya yang mendapati dua pelayan berjalan ke tempat mereka dengan membawa baki berisi makanan dan minuman.


Dengan cepat Nicholas menyuruput jusnya tanpa berpikir panjang. "Makasih ya Mbak, tau aja saya sudah haus dari tadi."


Setelah kepergian kedua pelayan yang mengantarkan makanan kepada mereka, Nicholas mulai menyantapi makanannya, ia benar-benar seperti orang sedang kelaparan.


Melihat gelagat Nicholas, Keyla merasa ragu untuk memulai pembicaraannya. Ia hanya mengaduk-aduk minumannya, dan menatap Nicholas secara diam-diam.


Dari cara makan Nicholas, dapat dipastikan bahwa ia sedang begitu lapar. Sampai-sampai ia begitu fokus dengan makanannya.


"Eh, kok kamu cuman liatin aku, cepat makan," tegur Nicholas saat mendapati Keyla sedang memperhatikan dirinya.


"Laper banget ya Nic?"


"Iya, kebetulan dari pagi gak sempat sarapan, gak sempat apa-apa," jawab Nicholas sambil terus menyuapi spagetti ke dalam mulutnya. "Kamu juga Sya, masak makan aja sok cantik gitu. Kenapa? Lagi tebar-tebar pesona sama cowok-cowok di ujung sana?" imbuhnya lagi dengan sok tau menuduh Sasya yang bukan-bukan. Niat, hatinya hanya bercanda.


Sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, Keyla mencoba untuk membaca Nicholas. Apa laki-laki itu akan mendengarkannya?


Yakin saja Nicholas pasti mau mendengarkan.


"Nic," panggilnya ragu.


"Hem..." jawabnya dengan mulut terus mengunyah.


Keyla menahan niatnya melihat bagaimana Nicholas begitu menikmati makanannya. "Makan saja dulu," ujarnya, namun Nicholas malah memandangi dirinya seperti orang sedang menunggu jawaban.


"Ngomong aja, aku dengerin kok. Em, sebenarnya kamu mau tanyain apa sih? Dan tumben banget si Alex kasih izin kamu keluar?" tanya Nicholas benar-benar ingin tahu tentang hal yang akan ditanyakan Keyla kepadanya sampai harus mengajaknya keluar.

__ADS_1


"Em..." Keyla mulai bingung untuk memulai, ini adalah kali pertama ia mengurusi hal pribadi orang lain.


"Apa?"


Sepertinya Nicholas benar-benar ingin tahu, ia sudah membiarkan sisa makanannya untuk menyinak Keyla.


"Aku mengatakan pada Alex ingin bertemu Almira. Sebenarnya aku mau tau hubungan kamu sama Ana."


"Untuk apa?" tanya Nicholas sambil menyandarkan punggungnya kebelakang. Ia juga bingung, kenapa tiba-tiba Keyla menanyakan itu?


"Jawab sana Nic, aku juga mau tau kenapa kamu gak hadir di acara ulang tahun Mommy, dan Daddy?"


Nicholas tidak mungkin menghindar dari pertanyaan-pertanyaan wanita di hadapannya. Sudah waktu juga ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Ana, juga alasan kenapa ia tidak menghadiri acara ulang tahun pernikahan orangtua Alex.


Nicholas, menarik napas panjangnya lalu mengeluarkan dengan pelan. Ia sudah mempersiapkan dirinya untuk menceritakan yang sebenarnya, apapun resikonya.


.


.


.


.


Ceritanya Slow update dan gak panjang.


Terimakasih yang sudah sudi menbaca.

__ADS_1


__ADS_2