Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 38


__ADS_3

Alex menatap nanar wajah Keyla yang masih belum kunjung sadar. Pikirannya kembali mengingat di mana kejadian dirinya yang tidak sengaja melayangkan tamparan yang begitu keras kepada istrinya. Alex tak tahan melihat perubahan sikap Keyla, dan juga kata-kata yang tak ingin ia dengar dari mulut Keyla. Alex begitu menyesal dengan sikap bodohnya yang telah bermain kasar. Sekarang karena dirinya Keyla harus di rawat inap di rumah sakit.


Bekas tamparan itu sangat jelas tergambar pada wajah Keyla. Mata Alex terus menatap istrinya yang sedang terbaring, ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu dengan Keyla. Ia takut Keyla marah atau bahkan lebih, yaitu membencinya. Keyla yang akan membencinya itu akan sangat menyakitkan bagi Alex. Dirinya tidak mau hal itu terjadi.


Alex merogoh kantongnya untuk mengambil ponsel. Jemarinya begitu lihai dalam mengetik sesuatu, lalu ia memencet salah satu nomor telepon untuk dihubungi.


"Halo Ana tolong ke rumah sakit yang sudah aku kirim alamatnya barusan. Sekarang!"


Alex menghubungi Ana untuk ke rumah sakit menemani dirinya. Mungkin saja dengan kehadiran Ana bisa menenangkan Keyla ketika nantinya sadar. Alex tau, jika Keyla melihat dirinya yang ada malah membuat Keyla semakin marah padanya.


"Nyebelin banget sih jadi orang. Aku itu mau istirahat, capek banget tau... Enggak lagi di kantor, di rumah ada aja...." Kesal Ana dari sambungan telepon.


Ya, selama ini Alex benar-benar merepotkan Ana. Karena hanya Ana satu-satunya orang yang bisa Alex percaya saat ini. Semenjak Keyla pergi banyak hal yang harus di-handle Ana, semua itu karena pikiran Alex yang kacau memikirkan istrinya itu.


"Ini penting, cepat! Sekarang aku perlu kamu bantu aku jaga Keyla."


"Apa? Mengenai kakak ipar. Oke, oke tunggu adik ipar ini segera ke situ."


Tut.


Ana terlebih dulu memutusakan sambungan teleponnya.


***


Nicholas dan Almira sedang di perjalanan pulang setelah menghadiri acara. Mereka baru pulang setelah makan malam bersama, bukan cuman makan malam. Nicholas juga mengajak Almira untuk jalan-jalan meski hanya sekedar keliling kota di malam hari. Ya walaupun keliling kota, itu saja sudah sangat cukup untuk mereka bisa menghabiskan waktu bersama.


"Terimakasih Almira, sudah sudi menemani kakak malam ini." Ujar Nicholas yang menghentiakan mobilnya di depan rumah Almira.

__ADS_1


Almira tersenyum manis kepada Nicholas. Namun ketika hendak turun, matanya mengarah ke pintu rumahnya yang terbuka. "Kak Nicho, kok pintu depannya terbuka lebar?" Tanya Almira curiga.


"Keyla....!"


Nicholas yang seperti orang baru sadar, membuka pintu mobilnya dengan cepat dan berlari ke dalam rumah. Begitu juga dengan Almira ia segera menyusul dari belakang Nicholas.


"Keyla." Panggil Nicholas saat berada di dalam.


Melihat Nicholas seperti orang panik, Almira mengecek ke dalam kamar Keyla. Tidak ada. Kamar itu kosong, kemudian ia kembali membukakan pintu kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Keyla. Sama saja kamarnya juga kosong, tidak ada Keyla.


"Dapur!" Seru Almira.


Tidak menunggu lama Nicholas mengarah ke dapur. Namun nihil, Keyla tidak ada dimanapun. Keyla benar-benar tidak ada, Keyla diculik.


"Kak... Mbak Keyla tidak ada." Almira sudah panik, ia sekali tidak tahu harus mencari Keyla di mana lagi.


"Beling?" Ia kembali tidak sengaja melihat pecahan kaca dilantai.


"Temani aku!" Nicholas menarik lengan Almira untuk mengikuti dirinya. Nicholas membawa Almira keluar.


"Kunci pintu! Temani kak Nicho, kakak tau dimana sekarang Keyla berada."


Nicholas berjalan lebih dulu menuju mobilnya, ia menghidupkan mesin mobil dan menunggu Almira di sana..


"Kita mau ke mana Kak?" Tanya Almira yang kini sudah duduk di samping Nicholas.


"Ke rumah Alex. Suaminya Keyla."

__ADS_1


"Jadi, mbak Keyla diculik sama suaminya gitu? Kok Kak Nicho bisa tau?"


"Kakak tau, karena tidak ada orang lain yang menginginkan Keyla. Cuman Alex yang sedang mencari-cari Keyla sekarang ini."


Jelas Nicholas. Sedangkan Almira yang mendengar hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


Ya, Nicholas yakin sekali yang telah membawa Keyla kabur dari rumah adalah Alex. Tidak ada orang lain selain Alex, Karena Nicholas sudah memastikan semuanya yang berbubungan dengan Keyla. Tidak ada satu orangpun yang berkepentingan dengan Keyla selain Alex. Mengenai kecurigannya terhadap mobil yang mengikuti dirinya pada saat ia menjemput Almira sudah terbukti. Selama ini memang benar, bahwa dirinya ada yang mengawasi.


"Awas kamu Alex!" Umpat Nicholas kesal dengan sikap Alex. Perasaan Nicholas mulai was-was, ia takut jika terjadi sesuatu dengan Keyla. Bagaimana jika sampai Alex kembali bersikap seenaknga dengan Keyla? Bukan mudah bagi Keyla pergi dari rumah, meninggalkan semua luka yang telah Alex berikan kepadanya


Almira yang di samping Nicholas hanya memandangi wajah Nicholas. Ia bisa melihat bagaimana Nicholas terlihat begitu marah karena Keyla dibawa oleh suaminya. Kini, Almira merasa ragu akan sikap Nicholas, sikap manis Nicholas, perhatiannya dan juga semua yang sudah Nicholas lakukan kepadanya. Almira terlalu berlebihan dalam menilai Nicholas, dirinya sudah salah berharap lebih dari Nicholas. Semua sudah jelas Nicholas begitu takut kehilangan Keyla, apapun alasan yang di berikan Nicholas semua tidak berarti. Nicholas mencintai Keyla.


Rasa takut kehilangan adalah salah satu bukti bahwa kita mencintai seseorang.~ Almira


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Vote, like dan komennya dong biar semangat updatenya


Terimakasih😘


__ADS_2