
Setelah makan malam usai, Nicholas meminta waktu untuk bisa berbicara dengan Keyla berdua. Mereka menyuruh Almira untuk meninggalkan mereka dan tidak ikut dalam pembicaraan mereka.
Karena merasa pembicaraan yang ingin Nicholas dan Keyla bicarakan, Almira memilih untuk masuk ke kamar.
Di meja makan hanya ada Nicholas dan Keyla yang duduk terdiam. Nicholas yang katanya ingin berbicara pada Keyla cuma terdiam sambil menggeser-geserkan layar ponselnya.
Begitu juga dengan keyla, ia juga diam menunggu Nicholas memulai pembicaraannya.
"Nic, kamu mau bicara masalah apa?" Keyla memulai dengan bertanya. Karena menurutnya duduk terdiam seperti sekarang ini sangat membosankan.
Nicholas menghela nafas panjangnya. Di genggamnya lembut tangan Keyla yang ada di hadapannya.
"Ini mengenai Alex." Ujar Nicholas singkat.
Mendengar nama itu hati Keyla kembali sakit, apalagi dengan mengingat anak yang sedang dikandungnya malah membuat hatinya semakin perih. Mendengar nama itu, sepertinya malah membuat perutnya mual. Rasanya jika yang di hadapannya adalah lelaki yang di sebut nama tadi ingin sekali ia mencakar wajahnya.
"Sekarang Alex itu-"
Nicholas menghentikan perkataannya.
"Dia... Sering keluar masuk club. Dulunya dia tidak suka minum, sekarang dia sering kali minum dengan alasan untu melupakan kamu."
"Keyla..." Nicholas menatap kedalam manik matanya.
"Tolong, beri dia kesempatan Key. Kalian bisa memeluainya dari awal, memperbaiki semuanya. Keyla please ." Tatapan Nicholas menjadi sendu di tambah lagi dengan nada memohonnya.
"Pernikahan kami sudah berakhir." Tegas Keyla. Kata-kata itu barengan dengan air matanya yang ikut turun.
"Kapan kalian bercerai?"
__ADS_1
Keyla hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tidak memiliki jawaban untuk itu. Keyla tau, pernikahannya memang tidak pernah berakhir tanpa ada kata perceraian diantara keduanya. Sekalipun kontrak pernikahan mereka sudah berakhir tapi tidak ada surat perceraian yang menjadi bukti bahwa dirinya dan Alex sudah pisah.
Nicholas menghapus setiap jejak air mata Keyla yang jatuh dengan jempolnya. "Meskipun aku bukan lagi menjadi sahabat Alex, aku tetap peduli dengan Alex. Setidaknya kami pernah bersahabat cukup lama."
"Aku belum bisa kembali padanya, jikalau perlu surat perceraian. Aku akan mengurusnya besok." Ujar Keyla mantap.
"Jangan Key, jangan. Kita sudah cukup menghukumnya seperti ini jangan di tambah lagi. Aku takut dengan Alex." Nicholas begitu amat sangat memohon kepada Keyla.
Keyla menarik tangannya dari genggaman tangan Nicholas. Lalu, tangan itu menyentuh perutnya yang masih rata. Kepalanya mengikuti arah dimana tangannya sedang berada, hatinya akan hancur sangat-sangat hancur jika sampai Alex tidak mau mengakui anak yang sedang di kandungnya. Jadi untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi, Keyla lebih memilih untuk tidak kembali kepada Alex.
Tidak mungkin Keyla kembali kepada Alex sekarang ini, mengenai hatinya apakah dirinya masih mencintai Alex? Atau masihkah dirinya menginginkan Alex menjumpainya?
Mengenai rasa cinta, entahlah sekarang Keyla sudah melupakan rasa itu. Setelah mengetahui penyebab Alex melampiaskan nafsunya kepada Keyla, sekarang Keyla tidak bisa membedakan yang mana benci yang mana cinta. Jika rasa ingin berjumpa, rasa itu selalu terbesit di benaknya. Dirinya sangat ingin menjumpai Alex dan melihat bagaimana tampang lelaki itu sekarang. Apa masih datar seperti dulu? Masih acuh tak acuh terhadap Keyla?
"Saat ini aku masih bisa menyembunyikan kamu di sini karena ingin melihat Alex sejauh mana mencari mu. Ternyata dia itu nyariin kamu cukup jauh Key, dia laki-laki bodoh yang tidak bisa menemukan kamu yang nyatanya masih ada di dekatnya,"
"Tolong beri kesempatan satu kali lagi kepada laki-laki bodoh itu. Kami semua ingin melihat Alex yang selalu gagah, dan selalu tampan penampilannya kembali lagi. Bukan Alex yang sekarang, kami semua rindu Alex yang dulu."
Dengan menarik nafas yang sangat dalam seraya menutup kedua matanya. "Beri aku waktu untuk berpikir." Ujar Keyla yang baru saja bersuara setelah hanya diam mendengarkan Nicholas bicara.
"Bagaimana dengan anak ini? apa Alex akan mengakuinya atau malah menuduhku telah berbuat macam-macam. Batin Keyla.
Nicholas menatap Keyla dengan sungguh-sungguh. "Aku sangat berharap kamu mau kembali kepada Alex. Cuma kamu yang bisa mengubah kehidupan Alex yang sekarang, yang begitu hancurnya hidupnya tanpa kamu."
"Kamu adalah sumber ke hidupannya. Semenjak kamu pergi, aku atau bahkan kami semua dapat dengan jelas merasakan sakit yang Alex rasakan karena kepergianmu."
"Aku takut." Keyla mengatakan dengan tatapan kosong.
"Aku takut nantinya dia akan kembali lagi kepada Mira, wanita yang dia cintai. Rasa cinta Alex kepada Mira sangat besar, sangatlah besar. Sehingga pengkhianatan yang sangat besar di lakukan oleh Mira dapat dia maafkan."
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan Keyla, Nicholaa menggelengkan kepalanya. "Itu dulu sebelum dia menyadari bahwa kamu lebih penting di dalam hidupnya. Memang sekarang ini aku tidak lagi bersahabat dengan Alex, tapi aku tau semuanya dari Anton. Aku akan membawakan Anton kemari jika kamu perlu. Kamu bisa bertanya bagaimana Alex sekarang, bahkan dia sudah tidak lagi peduli dengan Mira. Sekarang dia hanya butuh kamu."
Merasa tidak ada lagi yang ingin di sampaikan Nicholas berdiri dari duduknya.
Ia berjalan menuju tempat dimana Keyla, tangannya menyentuh bahu Keyla.
"Sepertinya ini sudah hampir tengah malam, aku pulang dulu. Oh ya, sebelum pulang aku ingin melihat Almira. Dimana dia?" Nicholas merasakan bahwa dirinya merindukan sikap Almira, di mana tingkah laku gadis itu selalu bisa membuat dirinya terhibur.
"Dia di kamarnya."
"Apa bisa aku bertemu dengannya?"
Keyla mengangguk sembari bangun di duduknya. Dia berjalan menuju kamar milik Almira, begitu juga dengan Nicholas.
Dengan pelan Keyla membuka pintu kamar Almira. "Dia sudah tertidur."
"Besok saja kamu datang lagi, sepertinya dia lelah seharian mengurus-"
Nicholas menolehkan kepalanya untuk mendengar Keyla berbicara. "Apa yang dia urus? Tanya Nicholas yang merasa apa yang Keyla katakan itu gantung.
"Mengurus tugasnya, iya itu maksudku. Seharian ini dia capek mengerjakan tugasnya." Keyla membuat alasan. Hampir saja dirinya keceplosan untuk mengatakan bahwa Almira seharian mengurus dirinya.
"Yasudah, kalo gitu aku pulang. Jaga diri kalian baik-baik ya."
Keyla mengantarkan Nicholas sampai ke pintu depan.
Keyla melambaikan tangannya saat Nicholas sudah menghidupkan mesin mobilnya.
"Hati-hati ya Nic. Jangan kelayapan lagi ini sudah tengah malam." Ingat Keyla kepada Nicholas.
__ADS_1
Setelah Nicholas pergi Keyla mengunci pintu, Karena tidak ada lagi yang akan keluar. Keyla berjalan untuk duduk di sofa dekat dirinya, ntah mengapa hatinya mengatakan bahwa ia tidak bisa kembali lagi kepada Alex. Keyla merasakan, bahwa kesendiriannya selama ini membuat dirinya lebih baik dari pada harus bersama Alex.