Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 25


__ADS_3

Keinginan Alex untuk menggantikan tempat tidur Mira sudah siap, tapi tetap saja ketikan dirinya masuk ke dalam kamar kekasihnya perasaan sesak memenuhi dadanya.


"Bisakah kita memulai semuanya dari nol."


Ck' dasar wanita tidak tau malu. Semudah itu dia mengajak Alex untuk memulai dari awal, apa dia tidak sadar dengan sakit yang begitu bertubi tubi di berikannya.


"Jawab aku! Jangan diamkan aku begini. Sedari tadi kamu hanya bersikap dingin tak jelas." Mira merengek kepada Alex.


Memang dari tadi keluar sampai pulang Alex lebih banyak diam dengan Mira. "Aku akan mau pulang."


Tidak ada larangan atau usaha pencegatan yang biasanya dilakukan Mira. Wanita itu hanya bisa menatap Alex punggung Alex yang semakin menjauhinya.


"Tak masalah sama sekali bagiku kamu diamkan, asalkan uang kamu tetap mengalir kepadaku."


"Bodohnya lagi kamu termakan dengan rayuanku. Satu langkah lagi untukku adalah menyingkirkan Keyla, bagaimanapun caranya. Kamu yang tidak menceraikannya tapi dia yang akan menceraikanmu Alex."


Mira tau dirinya harus menjadi baik bisa berpura pura untuk berdamai dengan kondisi sekarang. Dia tidak boleh gegabah dalam mengambil sebuah keputusan yang akan harus disesalinya kedepan.


 


***


 


Usai pulang dari apartemen Mira, Alex tidak pulang kerumah. Dia masih memikirkan kejadian, semua itu begitu dinikmati oleh Mira.


"Lex nggak biasanya lo minum minuman itu."


Ya, benar saja Alex sedang minum disebuah Club yang sudah lama tidak ditekuninya lagi. Meskipun dulunya Alex sering pergi ketempat dunia malam, ia sama sekali tidak pernah mencoba untuk mencicipi minuman yang beralkohol.


"Ini memang kali pertama untukku, sama seperti aku menerima pengkhianatan dari pacar aku. Kali pertama tapi sangat menyakitkan."


"Gila lo ya, lo benar benar gila." Anton sudah meraih gelas di tangan Alex.


"Hentikan Alex, ini sudah diluar batas. Lo udah nggak waras lagi."


"Sengaja... Aku memang sengaja, untuk apa aku waras hanya memikirkan perempuan yang dengan tega nyakitin hatiku. Sedangkan aku sudah mempersiapkan semuanya untuk pertunangan kami."


Anton menggelengkan kepalanya yang sudah tidak habis pikir dengan sahabatnya. Apa sih yang lebih dari Mira hingga dia seperti ini? Padahal sudah sangat jelas Alex melihat sendiri bagaimana Mira membalas cinta dari Alex.


"Besok harusnya aku dengan Mira tunangan, tapi lihat sekarang apa yang sudah dia lakukan padaku."


"Jelas bukan mana yang tulus sama yang modus, Keyla itu tulus sama lo dia mau lo sakitin. Mira, wanita itu memang tidak tau diri."


"Tutup mulut kamu, bagaimanapun aku tetap mencintai Mira." Ucap Alex sambil meneguk kembali minumannya.

__ADS_1


Anton kewalahan menghadapi Alex hingga terpaksa mengembalikan gelas minumnya tadi.


"Stop Alex, sudah berapa botol yang udah lo habiskan apa masih belum cukup?"


"Apa pedulimu huh'. Aku tidak akan berhenti sebelum ingatanku tentang Mira hilang."


Memang tidak ada yang bisa dilakukan oleh Anton. "Baiklah aku harus menghubungi istrimu. Semoga saja dia belum tidur." Anton mengambil ponsel di saku Alex dan mencari nomor Keyla untuk segera dihubungi.


"Halo ini aku Anton." Rasanya lega sekali saat Keyla mengangkat dengan cepat.


"Dimana Alex, kenapa kamu menghubungi saya dengan nomor Alex"


"Aku akan menjelaskannya nanti atau besok, ini bukan waktu yang tepat. Suruh sopir untuk mengambil mobil Alex dan kamu tetaplah dirumah aku yang akan mengantarkan Alex pulang."


"Tolong beritahu aku apa yang sedang terjadi."


Anton dapat mendengarkan nada bicara Keyla yang mencemaskan Alex tapi Anton sudah terlebih dulu memutuskan sambungan telpon. Saat ini memang bukan waktu yang pas memberitahu apa yang sedang di alami Alex.


"Gue Anterin lo pulang sekarang! lo udah gak waras lagi Alex."


"Jangan repot repot aku bisa pulang sendiri. Aku titip mobil sama kamu, aku pulang pakek taxi." Kata kata Alex mulai terbata bata efek dari minuman yang sudah mempengaruhinya.


"Waras nggak sih lo! Gue bilang loe gue anterin urusan mobil nanti sopir yang ambil kemari. Sekarang kita pulang." Bentak Anton yang sekarang sudah menarik tangan sahabatnya untuk di rangkul.


"Anton ada yang ingin aku bilang sama kamu, aku sudah memutuskan persahabatan dengan Nicholas dan aku juga melihat pengk-"


"Istri lo itu sayang sama lo Lex sadarlah."


Anton tak lagi mempedulikan entah apa saja yang keluar dari mulut Alex, berbagai umpatan di ucapkan untuk Mira. Anton berhasil membawa Alex keluar dari Club dan membawa Alex masuk ke mobil untuk di antarkan pulang.


"Ini sudah tengah malam tidak ada lagi orang yang masih terbangun jam segini, bawa saja aku ke rumah kamu." Pinta Alex dengan suara yang sudah tidak terlalu jelas.


"Gue udah telpon istri lo. Sekarang dia lagi nungguin lo jadi aman."


"Peduli apa wanita itu terhadapku." Timpal Alex.


"Aku tidak suka melihat muka sok polos yang nyatanya dia juga diam diam bermain di belakangku dengan Nicholas."


Anton menghela nafas panjang. Ingin sekali rasanya memberi obat penenang agar sahabatnya bisa diam dari ocehan yang membuat kupingnya sakit.


Mengenai Nicholas tentu Anton sudah tau sedari tadi setelah Alex keluar dari kantor Nicholas. Nicholas memberitahu semuanya agar tidak ada yang ikut salah paham.


***


Anton berhasil membawa pulang Alex, sekarang mobilnya sudah berada di area rumah besar milik Alex. Terlihat dari jauh Keyla berjalan untuk menghampiri mereka.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengannya?" Terlihat Keyla begitu shock saat menghampiri Alex.


"Ini bukan saat yang tepat untuk menjelaskan apa yang terjadi, sekarang bantu bawa ke dalam. Akan ku jelaskan semuanya di waktu yang tepat, aku pulang dulu."


Dengan susah payah Keyla berusaha membawa Alex ke dalam. Hatinya masih bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi. Apa ada suatu masalah yang membuatnya terbebani dirinya hingga Alex harus seperti sekarang.


Sampai di dalam kamar Keyla bingung harus melakukan apa. Sebelumnya dia tidak pernah mengurus orang yang hilang kesadaran karena pengaruh dari minuman.


"emm, sebaiknya tidurlah aku harus kembali ke kamarku."


Namun secepat kilat tangan Alex meraih pergelangan tangan Keyla.


"Jangan lakukan hal sama seperti apa yang telah dia lakukan padaku."


Keyla menatap bingung suaminya.


"Sama sekali tidak. Tidurlah besok aku juga harus mendaftar kelas kursus komputer."


Keyla berusaha untuk melepaskan pergelangannya dari genggama Alex.


"Jangan pernah tinggalkan aku."


Alex memberikan balasan tidak sesuai dengan apa yang Keyla bicarakan. Ya, wajar saja karena itu akibat pengaruh dari minumam.


"Tidurlah Alex kamu sedang mabuk, biarkan aku kembali ke kamar untuk tidur." Masih berusaha melepaskan dengan sekuat tenaga.


Usaha yang dilakukan sudah sia sia sekarang Alex sudah membawa Keyla di atas ranjang bersama dengan dirinya.


"You are mine and always be mine." Gumam Alex dengan suara parau tepat pada telinga Keyla.


Deg...


Keyla sudah tidak bisa berkutik lagi, jantungnya seperti ingin melompat keluar.


"Jangan katakan itu saat sedang mabuk. Katakanlah ketika kamu sadar, aku akan percaya itu." Keyla berusaha untuk bangun namun sebuah tangan kekar kembali menghalangi dirinya.


Mata Coklat terang Alex menatap kedalam manik mata hitam Keyla. Dengan secepat kilat Alex ******* habis bibir Keyla.


Tidak ada penolakan, Keyla benar benar hanyut dibuat Alex dengan setiap sentuhan yang diberikan membuat Keyla memejamkan mata dan menikmati semua itu.


"Semoga tidak akan ada penyesalan dalam hidupku." Keyla berdoa dalam hatinya karena dia tau apa yang sedang


Mereka sama menikmati semua itu hingga akhirnya tidak ada penghalang apapun lagi di antara mereka.


Keyla sudah benar benar menyerahkan sesuatu yang berharga pada dirinya. Air matanya sudah lolos dengan begitu saja.

__ADS_1


Ada rasa yang perih dalam hatinya saat harus merelekan tubuhnya untuk suaminya di saat waktu yang tidak tepat. Namun hatinya juga tidak bisa menolak bahwa ia juga menginginkan itu.


Keyla ikut berbaring mengikuti arah kemana Alex membawa dirinya, kedalam dekapan yang penuh dengan kehangat dan juga kenyaman. Masih dengan jantung yang berderu begitu cepat Keyla menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh mereka dan berusaha untuk menenangkan diri dengan meyakini dirinya bahwa tidak akan terjadi apa apa hanya satu kali.


__ADS_2