
Perlahan Alex mendekati tempat di mana Keyla masih berbaring. Alex memberanikan diri untuk menyentuh tangan Keyla, namun dengan begitu cepat Keyla menarik tangannya lalu menatap Alex tajam yang artinya ia benar-benar sedang tidak ingin disentuh oleh Alex.
****************************************
"Sayang aku minta maaf," ucap Alex serak.
"Kata-kata maaf dari kamu tidak mengubah apapun," balas Keyla datar. Ia berusaha agar tidak terlihat lemah di hadapan Alex, karena dirinya yakin bisa walaupun bukan bersama lelaki yang hanya bisa menyakitinya.
"Jangan menyiksaku dengan cara seperti ini. Aku mohon, beri aku kesempatan untuk kita terus bersama."
Pertahanan yang dibuat Keyla hancur, dirinya tidak sanggup mendengar permohonan dari Alex. "Bagaimana dengan anak yang sedang aku kandung, apa kamu percaya jika aku mengatakan ini anak kamu?" tanya Keyla.
Matanya kembali menatap tajam Alex yang berdiri di sampingnya.
"Aku mencintai kalian," jawab Alex dengan penuh keyakinan.
Deg...
Ucapan Alex sudah meruntuhkan dinding pertahanan yang dibuat Keyla, jantungnya juga ikut berdetak dengan begitu kencang. Tanpa sadar dirinya menyentuh dadanya, ruang hatinya dipenuhi dengan kehangatan.
Apa yang didengarnya begitu tulus, Keyla tidak dapat menyangkal ia sangat bahagia mendengar pengakuan dari Alex yang akan membahagiakan dirinya dan juga calon anak mereka.
Ana yang sedari tadi berdiri memandang dan menyimak pembicaraan mereka, ia ikut terharu mendengar pengakuan Alex. Satu butiran mutiara sudah lolos dari pelupuk matanya, namun dengan secepat kilat ia menghapus jejak air matanya. Dirinya sangat berharap Keyla bisa membalas semua rasa cinta Alex. Selama ini Ana hanya bisa mendengar racauan dari Alex ketika ia sedang di bawah pengaruh minuman, tapi kali ini Ana mendengar jelas ketika Alex sadar. Semoga saja Keyla bisa memaafkan Alex dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya.
"Kamu percaya ini anak kamu?" tanya Keyla sekali lagi yang ingin mendengar Alex mengakui anak itu adalah anaknya.
Jawaban dari Alex akan menentukan mereka akan kembali bersama atau tidak, Alex yang mau mengakui itu anaknya akan membuat mereka bersama kembali. Begitu juga sebaliknya, jika Alex tidak mau menerima itu anaknya berarti Keyla juga tidak mau menerima Alex kembali.
"Sudah terlalu larut, tidurlah," ujar Alex yang tidak ingin meneruskan pembicaraan mereka, ia sendiri bingung dengan kehamilan Keyla. Selama ini Alex sangat yakin, bahwa dirinya tidak pernah menyentuh Keyla sampai hamil. Lalu, bagaimana bisa Keyla hamil?
"Benar kakak ipar, sekarang kakak ipar istirahat ya. Jujur aku ngantuk banget," kata Ana yang sudah letih karena berdiri.
"Kamu tidur saja duluan, aku mau belum mendapatkan jawaban dari pertanyaanku."
Keyla masih menunggu Alex memberi jawaban mengenai kehamilannya. Ia menatap wajah bingung dari Alex perihal anak yang sedang di kandungnya. Sebetulnya ini bukan salah Alex, akan tetapi ini adalah salah dirinya yang tidak jujur dari awal. Tapi tetap saja Keyla mau mendengar bagaimana tanggapan dari Alex.
__ADS_1
"Aku bingung Key," jawab Alex setelah lama terdiam. "Cinta aku ke kamu tidak ada pengaruhnya dengan anak yang ada di kandungan kamu. Aku janji, aku bakal menerima kalian sepenuhnya," sambung Alex.
"Itu bukan jawabannya."
Alex bingung dengan Keyla, apa ucapannya belum cukup? Sebenarnya jawaban apalagi yang harus diberikan dirinya.
"Duh, bisa gak sih kalian itu tidak berdebat. Aku ingin tidur sebentar," komentar Ana yang sedikit kesal dengan pasangan yang tak henti-hentinya berdebat.
Bukannya diam. Keyla malah berkata, "Aku tidak peduli. Banyak pertanyaan yang harus Alex jawab, jadi aku tidak mau tau kamu merasa terganggu atau tidak."
Alex mengamati wajah Keyla dari arah samping. "Selama ini kamu sangat dekat dengan Nicholas," pikir Alex.
Tidak mungkin! Istrinya tidak mungkin berbuat seperti itu, selama ini ia juga mengenal Nicholas. Diantara persahabatannya dengan Nicholas, tidak pernah sekalipun Alex mendengar Nicholas berbuat hal seperti itu.
Alex benar-benar bingung, pertanyaan Keyla sudah seperti menjebak dirinya saja.
"Kenapa?" Keyla kembali bertanya karena Alex tidak juga menjawab peranyaannya.
"Apa kita pernah melakukannya?" tanya Alex memastikan.
"Oh ya, kapan? Kenapa bisa aku tidak mengingat hal termanis dalam hidupku?" Alex berusaha menggoda Keyla agar tidak terus-terusan bertanya.
Waktu kamu mabuk, hari di mana kamu dikhianati oleh kekasih kamu. batin Keyla
"Aku mencintai kamu key, aku sangat mencintai kamu. Aku tidak peduli itu anakku atau bukan, yang terpenting itu kamu," sambung Alex yang mulai frustrasi, entah bagaiamana lagi ia harus menjelaskan kepada Keyla bahwa dirinya benar-benar membutuhkan Keyla dalam hidupnya.
"Aku takut kamu kembali menyakitiku lagi," ujar Keyla, seraya menatap sedih Alex. Matanya mulai berkabut karena menahan air mata agar tidak jatuh.
"Nggak sayang, aku janji aku tidak akan menyakiti kamu lagi."
Alex berjalan untuk mengambil pisau di atas nakas dekat ranjang Keyla.
"Untuk apa itu?"
"Ambil ini Key, potong tangan aku yang sudah menampar kamu. Bila perlu kamu bisa menyayat seluruh tubuhku, aku ingin merasakan bagaimana sakitnya kamu selama ini."
__ADS_1
"Alex jangan gila, Ana bagun ana," panggil Keyla.
"Aah," pekik Alex merasa kesakitan, ia melukai tangannya sendiri.
"Kak Alex," pekik Ana yang meliht kejadian itu.
"Cepat panggil suster!" seru Keyla.
Dia bangun dengan cepat untuk merampas pisau yang masih ada di tangan Alex.
Tidak lama menunggu, beberapa perawat masuk ke dalam ruangan. Mereka berjalan cepat dengan membawa kotak P3K.
"Tolong suster," ujar Keyla yang sudah menangis khawatir dengan kondisi Alex. Keyla melihat wajah Alex, ia tidak sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun. Apa dia tidak merasa sakit?
"Ini harus di jahit, lukanya lumayan dalam," ujar perawat yang melihat tangan Alex.
Keyla menatap tidak percaya, bagaimana bisa Alex tega melukai dirinya sendiri? Apa sudah tidak ada lagi rasa sakit. Alex benar-benar melukai dirinya sendiri hanya, Keyla merasa bersalah atas apa yang dilakukan Alex. Andai saja ia tidak meneruskan perdebatan mereka, mungkin itu tidak akan terjadi. Alex hanya kehabisan cara dalam meminta maaf, hingga ia tega menyakiti dirinya sendiri.
Sama halnya dengan Ana, ia juga belum percaya dengan Alex yang berani melakukan hal sebodoh itu. Hal bodoh yang pernah Ana lihat, dan dengan beraninya Alex menyakiti dirinya karena Keyla yang takut akan di sakiti kembali oleh Alex. Cara Alex tempuh bukannya malah mendapat kepercayaan, akan tetapi malah membuat Keyla semakin takut kepadanya.
.
.
.
.
.
Hai semuanya... Maaf ya slow update.
Terimakasih banyak untuk kalian semua yang sudah menunggu kelanjutan dari cerita saya.
Di tunggu like, komen dan votenya ya untuk mendukung supaya saya bisa lebih semangat lagi dalam mengupdate bab berikutnya.
__ADS_1