
Malam hari saat Alex sudah pulang dari kantor. 'Bukan' lebih tepatnya pulang dari Apartementnya Mira, yang sekarang sudah menjadi keharusan baginya. Wanita itu sekarang sudab benar-benar mengendalikan kehidupan Alex, bahkan wanita itu juga sudah meminta kepada Alex untuk segera menceraikan Keyla.
"Kontrakku akan segera berakhir dia awal bulan depan, pokonya kamu harus cepat-cepat menceraikan perempuan itu"
"Mira kamu tau bukan Daddy masih belum mengalihkan semuanya atas namaku ? Jika aku menceraikan Keyla secepat itu, mungkin setelah itu aku hanya akan menjadi gelandangan."
"Bukan seharusnya kamu sudah mendapatkan semua itu setelah menikahi wanita itu ?"
"Harusnya seperti itu, aku juga tidak mengerti. Jadi aku minta sama kamu sayang bersabarlah, kamu tidak perlu khawatir semua akan aku urus"
"Tapi kamu janji ya setelah itu kita akan segera menikah, besok kita akan carikan cincin untuk pertunangan kita."
"Iya kamu tenang saja lagi pula besok aku juga libur jadi kita bebas kemana saja. Aku janji aku bakalan ada di sisi kamu setiap saat"
Perjanjian itulah yang membuat Alex terus terikat dengan kekasihnya. Hingga sekarang membuat dirinya tak acuh terhadap istrinya, bahkan sekarang ia selalu memasang paras datar saat tidak sengaja bertemu dengan Keyla.
***
Pagi hari Alex terbangun, ia harus pergi dengan dengan Mira hari ini karena kantor sedang libur di hari sabtu. Ia akan menemani Mira untuk mencari cincin yang akan digunakan di hari pertunangan mereka nanti.
Dengan langkah tergesa-gesa Alex menuruni anak tangga untuk turun dan sarapan sebelum ia berangkat.
Langkahnya berhenti sampai di anak tangga bawah terakhir ketika melihat keyla juga itu berjalan kearah yang sama dengannya.
Tidak biasanya dirinya bertemu di pagi hari untuk ikut sarapan di pagi hari dengannya. Biasanya Keyla memang tidak pernah turun di pagi hari ia lebih memilih untuk meminta asisten rumah tangganya untuk memberitahu dirinya jika Alex sudah tidak ada lagi di meja makan.
Alex memilih untuk berjalan terlebih dahulu, ia sengaja memilih untuk duduk di meja paling ujung agar bisa berjauhan dengan Keyla.
Saat sedang menikmati sarapan Keyla dengn sengaja melirik kearah Alex yang hanya terlihat fokus dengan makanannya. "Apa aku harus meminta izin untuk keluar dengan Nicholas." Pikir Keyla lalu kembali membuang pandangannya.
"Untuk apa meminta izin, bukankah ia sudah tidak peduli lagi dengan dirinya." Lanjut keyla dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku merindukan perhatianmu. Dulu saat ibu pergi kamu begitu peduli padaku. Kamu tau dengan kamu perhatian seperti itu sampai membuatku jatuh hati padamu. Padahal dengan sangat jelad kau hanya kasihan, aku benar-benar salah meng artikan itu semua." Masih bergumam di dalam hatinya.
"Ehemmm"
Alex sengaja berdeham untuk membuat Keyla menatap kearahnya. "Aku ingin bicara," Ujarnya singkat.
"Bicara sebelum aku pergi," Jawab Keyla dengan santai dan masih menikmati sarapan di piringnya.
Mendengar ucapan seperti itu Alex melemparkan tatapan dingin pada Keyla. "Kau mau kemana ? apa kau akan menjadikan dirimu seperti ****** seperti saat dulu lagi,"
Mata Keyla terbelalak mendengan Alex melontarkan pertanyaan merendahkan seperti itu. "Itu bukan urusanmu sama sekali, urus saja Mira kekasihmu itu."
Jujur Keyla berusaha terlihat tegar meskipun hatinya sangat sakit mendengan apa yang di ucapkan suaminya itu.
"Lagi pula untuk apa aku bekerja, bukankah aku selalu mendapatkan jatah uang bulanan dari kamu."
"Apa yang ingin kamu bicarakan katakan saja, mungkin kita tidak akan sering berjumpa,"
"Aku tidak memiliki waktu sekarang, temui aku di ruangan kerjaku nanti malam,"
Alex memandang kearah Keyla yang sedang berbicara dengannya. Mata mereka saling bertatap, Keyla dapat merasakan bahwa ia sama sekali tidak menemukan kehangatan disana. Semuanya sudah hilang, hanya tatapan yang selalu ia dapati.
"Kenapa mudah sekali bagimu bagimu membuatku jatuh cinta, dan setelah itu kau membuangku begitu saja"
Alex bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, mungkin dia memang benar-benar sudah tidak peduli pada Keyla. Jangankan berpamitan, untuk menatap dirinya saja Alex sudah tidak sudi. Apalagi untuk berbicara dengannya.
Sepeninggalan Alex Keyla hanya menatap punggung lelaki itu yang semakin menjauh dari dirinya.
"Aku akan pergi menemani Nicholas untuk mencari cincin, kami akan pergi kemall untuk belanja, dan setelah itu pulang." Gumam Keyla pada dirinya sendiri sambil melihat kearah tempat duduk suaminya tadi yang sudah kosong.
Keyla hanya berani berucap pada dirinya sendiri. ia masih betah di mejakan sendirian, mungkin hanya sedikit makanan yang masuk kedalam mulutnya sedari tadi.
__ADS_1
"Sebentar lagi Nicholas juga akan bertunangan sama seperi Alex, mungkin aku akan benar-benar tidak memiliki siapapun lagi." Lagi-lagi dirinya hanya berbicara seorang diri.
"Maaf Nona saja mengganggu,"Kedatangan Asisten rumah tangganya membuat Keyla benar-benar terkejut.
"Di depan ada tuan Nicholas sahabatnya tuan Alex, ia katanya menunggu nona."
"Iya bi benar, sekarang dia sedang dimana ?" Keyla meraih tas di sampingnya.
"Ada di ruang tamu.'
Mendengar apa yang di katakan Asisten rumah tangganya Keyla langsung pergi menuju ke ruang tamu.
Saaat sampai di ruang tamu Keyla melihat Nicholas yang sedang duduk. "Hai Nicholas maaf membuatmu harus menunggu lama,"
"Sama sekali tidak masalah Cinderella, bagiku sama sekai tidak menjadi masalah harus mengunggu berapa lamapun itu,"
Keyla hanya tergelak mendengar apa yang diucapkan lelaki yang sedang dihapannya.
"Kamu terlalu berlebihan, ayo kita berangkat sekarang. Aku tidak mau kita pulang terlalu lama nanti."
Mereka sama-sama melangkah keluar menuju mobil Nicholas yang sudah di parkir didepan pintu gerbang rumah mewah milik Alex.
***
Sesampai di sebuah toko yang penuh dengan perhiasan Keyla dan Nicholas mereka disambut oleh pelayanan yang menyapa mereka dengan ramah.
"Kamu pilih sama mana yang kamu suka, nanti tinggal aku yang akan membayarkan."
Keyla bingung dengan apa yang dikatakan pria itu. "Kenapa aku yang memilihnya, bukan harusnya kamu yang harus memilih sesuai dengan keinginan kamu sendiri," Tanya Keyla polos.
"Sekarang kamu pilih mana yang kamu suka, tidak masalah bagaimanapun yang kamu pilih aku akan mengikuti keinginan dari kamu," Bisik Nicholas pada telinga Keyla.
__ADS_1
Keyla yang mendengar bisikan di telinganya membuatnya bergidik geli karena hembusan nafas Nicholas yang terlalu dekatan dengan telinganya."Benarkah, aku harap apa yang aku pilih kamu akan menyukainya," Tersenyum ke arah Nicholas lalu menarik tangan laki-laki itu untuk mengikuti kemana dirinya akan pergi.
Kamu terserah memilih cincin seperti apa. Karena kamulah yang akan menggunakan cincin itu.~ Nicholas