
Pagi hari Keyla terbangun. Dirinya merasa seperti ada sesuatu yang melingkar pada pinggangnya. Benar saja, sebuah lengan milik suaminya yang sedang memeluk pinggang dan mendekap Keyla dari belakang.
Keyla berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya dengan berharap empunya tidak ikut untuk bangun karena Keyla belum menyiapkan peralatan apapun untuk Alex ke kantor.
Dan sepertinya Alex terjaga dengan mengerang karena tidurnya ikut terganggu. "Biarkan seperti ini sebentar saja," Guman alex dengan suara serak.
Keyla yang menyerah dan hanya bisa pasrah membiarkan Alex tetap memeluknya.
"Bangunlah, aku aku menyiapkan baju. Apa kamu tidak masuk ke kantor hari ini?"
"Tentu saja tidak. Hari ini aku tidak pergi ke kantor, aku akan menemani istriku seharian. Apa kau suka jika bersama ku, hari ini aku akan menuruti semua keinginan mu," Jawab Alex yang masih enggan untuk membuka mata.
Deg.... Rasanya Jantung keyla terasa berhenti saat mendengar ucapan dari Alex
Memang Alex sedang tidak ingin masuk kantor karena baru satu hari ibu mertuanya meninggal dunia. Ia takut jika harus meninggalkan keyla bagaimana jika ia menangis sendiri siapa yang akan menenangkannya. Mommy? tentu saja yang ada malah ikut marah kepadanya karena Alex meninggalkan istrinya yang masih terpukul dengan kepergian ibunya.
"Sudah tidak apa apa aku sudah baik baik saja kok kamu pergi saja,nanti ada mommy yang menemani ku di rumah," Jawab keyla meyakinkan suaminya itu
"Kamu tidak senang jika bersama suamimu yang tampan ini?" Ucap Alex dengan penuh percaya diri.
"Tetap saja untuk hari ini aku akan menemani kamu seharian dengan menjadi suami yang baik." Sambungnya.
Keyla menghela nafas. "Aku lapar dari kemarin aku belum lapar, ayo kita turun mungkin Mom dan Dad sudah menunggu," Ajak keyla
Mereka bangun dan turun menuju keruang makan untuk sarapan bersama di bawah.
Keyla berusaha terlihat tegar setelah kepergian ibu nya.
__ADS_1
"Good moring Mommy dan Daddy," Sapa Alex pada kedua orang tuanya.
Alex langsung duduk di kursi yang kosong dan diikuti oleh keyla di sampingnya.
"Keyla sayang... Ayo makan yang banyak dari kemarin siang kamu tidak menyentuh makanan apapun bukan?" Tanya Lisa pada menantunya seraya menyuruh Keyla makan.
Keyla hanya mengiakan dan terus meletakkan nasi di piringnya dan juga punya Alex, kemudian ia mulai sarapan dengan tenang.
"Key... Ambilin minum dong," Pinta Alex dengan suara sok manja.
"Kalian kapan akan memberikan kami cucu, dad sangat ingin mendengar suara anak anak di rumah ini," Tanya Bram pada Alex dan juga Keyla.
Mendengar pertanyaan seperti itu membuat alex tersedak. Ia segera meraih gelas air untuk diminum seraya menatap istrinya sekilas. Tak jauh beda dengan dirinya Keyla juga ikut menelan ludah mendengar permintaan Dadnya.
"Dad kenapa harus buru buru kami masih ingin menikmati masa berdua, lagi pula kami juga masih sangat muda untuk memiliki momongan," Alex berusaha memberikan berbagai macam alasan saat di tanyai mengenai anak.
"Apakah kalian juga tidak akan memberikan cucu pada kami sampai kami juga pergi?" Tanya bram dengan nada memohon.
Baik keyla maupun alex tidak ada yang menjawab, mereka hanya diam dan memilih untuk menghabiskan makan mereka.
Ayah mertua kita itu hanya menikah kontrak sampai mira calon menantu kalian siap untuk menikah jadi tidak usah berharap lebih, untuk menyentuh ku saja alex tidak pernah selama ini apa lagi melakukan hal suami istri. Gumam keyla di dalam hati.
******
Sampai di kamar alex langsung menuju ruang ganti pakaian, Alex berencana untuk berenang dan mengajak istrinya untuk berenang bersama, akan tetapi keyla menolak dengan alasan ia tidak bisa berenang.
"Ayo cepat ganti baju atau aku akan menggendong mu sampai ke kolam," paksa alex.
__ADS_1
"Gak, nggak aku tetap nggak mau aku udah bilang kalau aku itu gak bisa renang kalau kamu mau renang aku temani aja ya," Tawar keyla pada suaminya. Karena memang keyla tidak bisa renang sama sekali mungkin saja ia akan mati tenggelam jika memang sampai masuk ke kolam
****
Alex yang di temani istri nya berenang beberapa kali terdengar memanggil keyla untuk ikut dengannya tapi keyla tetap menolak.
"Key tolong ambilkan handuk," Alex menyuruh istrinya untuk mengambilkan handuk.
Dengan polos keyla datang membawakan haduk, ternyata alex menariknya ke dalam kolam.
"Tolong... Tolong aku nggak mau, aku takut," Keyla berteriak karena sudah di tarik oleh suaminya.
Dengan posisi kaki melingkari tubuh suaminya dan tangan dengan kuat ia lingkarkan di leher suaminya, Keyla memang benar benar takut jika dia akan tenggelam.
"Lepaskan saja ini tidak akan membuatmu tenggelam, aku akan membantumu untuk belajar renang," Pinta Alex pada istrinya yang memang tidak mau melepaskannya sama sekali.
Keyla terus menggeleng kepalanya karena tidak mau melepaskannya." Kalau kamu mau bunuh aku tolong jangan di kolam ini, ini tempat terbuka,"Dengan suara yang sedikit serak keyla mengatakan itu pada suaminya.
Mendengar suara istrinya sudah berbeda alex pergi ke tepi kolam untuk menurunkan istri nya.
"Hei sudah jangan menangis aku tidak akan membunuh mu, aku hanya ingin mengajarkan renang pada mu. Sekali kali nanti jika aku sedang libur kita bisa berenang bersama," Jelas alex pada istrinya yang masih menangis, akhirnya alex juga ikut duduk di sebelah istrinya itu untuk membuat suasana jadi tenang.
"Untuk apa kamu mengajariku renang, bukankah beberapa bulan lagi kontrak Mira akan kembali dan kamu akan menikah dengannya," Balas keyla
Alex tidak mengeluarkan kata apapun, ia langsung menarik istrinya untuk mendekat ke arahnya dan mulai ******* bibir istrinya dengan kasar.
Keyla sedikit mendorong tubuh suaminya karena sudah tidak bisa bernafas lagi, kemudian pergi meninggalkan suaminya.
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskanmu dan aku juga tidak ingin kehilangan Mira," gumam alex pada dirinya sendiri setelah keyla pergi meninggalkan dirinya.