
"Sya, bagus gak? Capek banget loh ngehiasnya," keluh Keyla ketika sudah siap menghias makanan-makanan di meja makan untuk sarapan pagi.
Sasya menoleh. "Bagus kok Mbak, buahnya biar saya yang kupas aja," jawabnya hendak mengambil pisau namun Keyla menahannya.
"Gak usah Sya, udah kamu sana bantu-bantu yang lain siapin makanannya. Yang ini sudah beres semua."
Keyla mulai mengupas Apel di tangannya. Tadinya, ia sengaja bangun lebih pagi dari biasanya guna ikut mempersiapkan sarapan bersama pelayan lain.
Pada saat, ia sudah siap meletakkan buah yang sudah dipotongnya di piring, lalu beranjak pergi untuk masuk ke dapur untuk mencuci tangannya yang terasa lengket.
Ia kembali ke meja makan untuk memastikan apa semua sudah benar-benar beres, atau masih ada yang belum lengkap? Keyla berdiri sambil berkacak pinggang dan melihat-lihat semua.
Keyla menurunkan tangannya, bibirnya mengukir senyum kepuasan atas hasil usahanya. "Beres."
Lalu ia pergi meninggalkan ruang makan, Keyla berniat untuk memanggil suami, dan kedua mertuanya. Namun, belum sampai Keyla kamarnya, Alex sudah berada pada anak tangga terakhir untuk turun.
"Morning sunshine," sapa Alex dengan penampilannya yang terlihat santai.
"Aku mau bangunin kamu loh untuk sarapan. Mom, dan Dad juga."
"Orangnya udah di sini." Alex menunjuki dirinya sambil berjalan mendekati istrinya.
"Kita aja yang sarapan dulu, biarkan mereka istirahat," lanjutnya memberi pengertian kepada Keyla.
"Hem, ya sudah." Keyla mencebikkan bibirnya, padahal ia sangat ingin sarapan bersama.
Mengingat apa yang Alex katakan memang benar, Keyla berusaha tidak memaksa. Ya, walaupun ada sedikit rasa kecewa di hatinya.
"Wih." Alex berdecak kagum melihat meja makan penuh dengan berbagai makanan yang terlihat menggoda.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Siapa yang nyiapin ini semua?" tanya Alex sambil menarik kursi untuk dirinya, tak lupa juga untuk Keyla di sampingnya.
Wanita itu mulai beringsut untuk duduk. "Aku sengaja mempersiapkan semua ini untuk Mom dan Dad," jawabnya tak bersemangat.
Melihat wajah istrinya lesu, Alex menarik wanita itu ke dalam dekapannya. "Gimana kalau sarapannya kita tunggu mereka?"
Usul yang Alex berikan membuat Keyla kembali bersemangat. "Aku setuju," jawabnya sambil tersenyum sumringah.
"Aku pengen kita selamanya seperti ini, sampai anak-anak, dan cucu kita besar nanti," tambah Alex dengan tangannya asik menepuk-nepuk kecil bahu istrinya.
"Ekhem."
Bunyi suara deheman dari seseorang membuat Alex, dan juga Keyla menoleh ke arah sumber suara.
"Mom," panggil mereka bersamaan lalu, memperbaiki duduk mereka masing-masing.
"Mom senang kalian seperti ini." Lisa mengambangkan senyumnya pernuh arti. "Dad masih tidur," jawabnya sambil terus mendekati meja makan, dan menarik kursi untuk menempati bokongnya.
Alex hanya ber-oh-ria, mengerti jika Daddy-nya pasti sangat lelah sampai belum bangun.
Alex tersenyum memandangi istrinya sedang meraih nasi goreng di hadapannya, dan menyendoki ke dalam piring milik Alex. Sambil menumpangi sebelah pipi dengan sikunya yang bertumpu di atas meja, Alex memperhatikan wanita itu begitu telaten mengambil satu persatu lauk lainnya.
"Begitu amat cara mandanginnya?" tanya Lisa dengan nada menggoda anaknya.
"Mom," tegur Alex merasa malu diperhatikan Lisa, ia segera mengalihkan pandangannya pada piringnya yang sudah terisi makanan.
"Biasa Mom, gak pernah lihat orang cantik," sela Keyla dengan penuh percaya diri, yang sebenarnya ia juga tau bahwa lelaki itu memandangi dirinya.
__ADS_1
"Bukan itu." Alex membela dirinya.
Keyla mencubit kedua pipi Alex yang mengarah kepadanya. "Terus kamu lihat apa?"
"Benar sih aku ngeliatin kamu, tapi bukan karena cantiknya."
Keyla menuangi air putih ke dalam gelas tiga gelas untuk dirinya, Alex, dan Lisa. "Terus?"
"Senang. Biasanya, kan kamu pagi gak pernah kek gini. Biasanya kamu tuh suka marah-marah gak jelas, kadang bangunnya kesiangan. Aku tuh senang banget kamu perhatian begini."
"Sudah-sudah. Kalian gak ada niat buat sarapan?" Lisa ikut menimbrung pembicaraan mereka. "Udah makan dulu, itu biasa bawaan hormon ibu hamil, kamu harus sabar. Cepat siapin sarapannya, Mom mau cerita-cerita sama kalian berdua. Sekaligus mau dengar cerita dari kalian."
"Siap Mom, tapi Mom cerita gimana waktu Mom hamil Alex dulu yah," pinta Keyla sambil menyendoki makanan ke dalam mulutnya.
"Untuk menantu kesayangan Mom apa sih yang enggak."
"Serius? Nanti cerita waktu kecilnya juga ya."
"Semuanya aja Mom, dari masih orok sampai gede," sahut salah satu suara yang begitu khaa, siapa lagi kalau bukan Bram yang baru hadir lalu ikut bergabung bersama keluarganya.
Bram mulai mengambil posisi di samping istrinya. Semuanya terlihat begitu bahagia, dan kompak. Sesekali ada pembicaraan kecil di tengah ritual sarapan pagi mereka, kadang-kadang juga mereka tertawa bersama setelah berbicara ringan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar kalian.