Terikat Pernikahan Kontrak

Terikat Pernikahan Kontrak
BAB 49


__ADS_3

Perubahan sikap Alex yang semakin hari semakin manis, kadang-kadang juga berlebihan menurut Keyla. Tapi bukan berarti ia suka dengan sikap Alex yang dulu, yang cenderung dingin kepadanya. Ia menikmati setiap perubahan yang di tunjukkan Alex kepadanya, menjadi suami yang siap siaga, bersedia mengalah demi dirinya. Pokoknya Keyla menyukai Alex yang selalu menurut kepadanya.


Saat ini, baik Alex maupun Keyla mereka masih tidur di kamar yang berbeda. Alasannya tak lain karena Keyla tidak ingin dekat-dekat dengan Alex, juga tak ingin banyak bicara dengannya. Entah mengapa, jika terlalu lama berbicara Keyla selalu merasa mual, bahkan lebih parahnya jika terlalu lama melihat wajah Alex ia bisa muntah.


Tapi jangan salah, walaupun pisah kamar, Alex akan selalu menyempatkan diri untuk selalu bisa bersama istrinya. Walau hanya sekedar hanya untuk melihat wajah istrinya saja, menanyakan hal-hal apa saja yang dilakukannya seharian.


Seperti saat ini, Keyla sengaja mendatangi kamar Alex.


Tok... Tok...


Keyla mengetuk ragu pintu kamar Alex. Ya, walaupun ia tau Alex pasti akan membuka pintunya.


"Masuk aja sayang, pintunya gak di kunci" Alex berteriak dari dalam.


"Bukain!"


"Iya, iya. Sabar tuan putri."


Saat Alex sudah membukakan pintu, ia mendapati istrinya dengan membawa batal tidur, dan menurutnya itu lucu.


"Bantal? untuk apa bantal itu, di sini bantalnya banyak kok sayang." Alex menunjukkan ke arah kasurnya.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan dari Alex, ia malah menyengir dan berjalan lurus menuju sebuah ranjang dengan ukuran king size.


"Kamu akan tidur di sini?" tanya Alex dengan senyum sumringah, karena tanpa harus diminta Keyla, akan tidur dengannya malam ini.


"Gak." Keyla menyengir tanpa dosa. Lalu dengan cepat tangannya melempar semua bantal ke lantai kecuali batal yang ia bawa. "Kamu tidur di sofa, tapi sofa nya kamu mundurin sampai ke belakang lagi," tambahnya tampa peduli dengan Alex yang menatapnya bingung.


What? Alex tidak salah mendengarnya? Dugaannya salah, Keyla kemari bukan untuk tidur dengannya, melainkan mengusir dirinya dari tempat tidurnya sendiri.


Ia menatap semua bantal yang sudah di lempar Keyla, dengan pelan ia mengambil satu persatu bantal yang tergeletak di lantai.


Alex tersenyum kecil. Mau marah? Untuk apa. Nikmati saja keadaan saat ini.


"Maaf ya, ini kemauan bayi kamu. Dia mau tidur di kamar Papanya, tapi kamu nya jangan tidur bareng kita." Keyla menunduk, tangannya meremas kuat selimut di tangannya.


Keyla tersenyum puas mendengar Alex. "T--te-rima--kasih. Hiks... A--aku ja--jadi kasihan... Hiks." Keyla tersedu-sedu akibat menangis.


Alex yang menyadari istrinya menangis, ia mendekatkan diri dengan berkata, "Loh? Kok kamu nangis. Udah gak usah nangis, aku gapapa kok." Demi apapun ia tidak menyukai istrinya menangis, apalagi hal kecil tidak jelas seperti ini


"Aku gak mau kita lama-lama bicara, kamu tidur sana." Keyla menunjukkan dengan gerakan kepalanya dan sedikit memanyunkan bibirnya kedepan.


Ini sama sekali bukan akal-akalan dirinya. Keyla benar-benar ingin tidur di kamar suaminya, tapa ya begitulah. Dirinya tidur sendiri, suaminya tidur sendiri.

__ADS_1


"Iya sayang." Alex berusaha untuk mendekati Keyla lebih dekat lagi untuk mencium puncak kepala Keyla, tapi Keyla malah menarik dirinya agar tidak bisa diraih Alex.


"Sana, aku mau tidur," ucap Keyla tanpa menoleh sedikitpun kepada Alex.


Alex yang mengerti dan tidak memaksa Keyla memilih memutarkan badannya menuju tempat di mana akan menjadi tempat tidurnya malam.


Walaupun dalam hatinya mengumpat kesal, tapi ia tidak bisa menunjukkan kekesalannya kepada Keyla. Bisa-bisa Keyla akan marah kepadanya.


"Good night My sunshine," ujar Alex yang mendapati istrinya sedang menatapnya kasihan saat sudah selesai mendorong sofa.


Keyla hanya membalas dengan tersenyum kikuk, wajahnya tersipu malu ketika Alex menyebutnya dengan sebutan seperti itu.


.


.


.


.


Tbc

__ADS_1


Like, komen. Ramaikan ya supaya semangat updatenya. ^_^


__ADS_2