
Vee sedang mempersiapkan diri. Mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu, dia menyusup ke dalam pesta yang diadakan oleh Sanchez. Acara tersebut diadakan dalam rangka merayakan usaha terbarunya di bidang judi online.
Vee datang dengan rencana matang. Selain dirinya ia juga membawa beberapa anak buah milik Darco yang juga menyusup. Vee berencana akan mencari kesempatan dan menculik Sanchez di akhir pesta setelah semua anak buah Darco berhasil melumpuhkan anak buah Sanchez yang berjaga.
Begitu memasuki ruangan pesta tersebut, Vee bisa melihat beberapa pasang mata segera melekat padanya. Wajahnya yang tampan dengan tampilan yang rapi dengan cepat menarik beberapa wanita untuk sekedar tersenyum bahkan menyapa.
Seorang gadis dengan gaun merah yang Vee kenali sebagai seorang artis muda pendatang baru mendekatinya. Ia menawarkan segelas wine di tangannya dan tersenyum penuh arti. Vee segera mengambil gelas itu dan merangkul pinggang ramping sang artis yang bernama Isabella.
“Tidak perlu khawatir. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku akan membantu. itu permintaan Darco,” ucap Isabella.
Vee tidak banyak bicara. Matanya menyisir seluruh ruangan mencari sosok tuan rumah. Ia juga melihat beberapa orang penjaga di berbagai titik. Bisa Vee lihat dengan mudah para anak buah itu dilumpuhkan.
Vee berada di atas awan kini, apalagi setelah melihat Isabella menemui Sanchez dan mengakrabkan diri dengan pria itu yang terkenal suka dengan perempuan cantik. Vee masih mengawasi dan bisa melihat Isabella berhasil membawa Sanchez masuk lebih dalam.
Vee mengikuti pergerakan Sanchez yang masuk ke dalam sebuah ruangan di ujung lorong dengan pintu putih yang besar dan megah. Menggunakan alat pendengar yang ia miliki, ia bisa mendengar bagaimana Isabella menggoda Sanchez.
“Aku harus ke kamar mandi sebentar. Kau bisa menunggu di sini kan?” tanya Isabella manja.
“Ya tentu. Aku akan menunggu di sini.”
__ADS_1
Saat itu lah Vee mencoba masuk. Betapa terkejutnya karena ternyata Sanchez tidak sendiri. Ia sedang duduk dikelilingi sekitar 10 orang anak buah dengan tubuh besar dan kekar. Walau merasa terjebak, tapi Vee sama sekali tak gentar.
“Kau jelas anak buah yang sangat loyal. Bahkan rela menyerahkan dirimu untuk masuk ke dalam kandang singa seperti ini. Tanpa persiapan yang matang juga bala bantuan yang datang. Apa … sebenarnya Darco berpikir untuk menyingkirkanmu?” tanya Sanchez mengejek.
Vee memilih untuk diam. Dia memperhatikan satu per satu anak buah Sanchez yang berada di sana. Tidak banyak bicara, Vee coba untuk mulai menyerang. Tendangan dan pukulan dengan cepat menggema di ruangan tersebut. Vee jelas lawan yang kuat, tapi persiapan Sanchez jauh lebih matang.
Vee terluka di beberapa bagian tubuhnya. Bibirnya sudah robek begitu juga pipinya. Lebam juga sudah memenuhi lengan dan kakinya. Bahkan sebilah pisau telah berhasil mengoyak hem putihnya di pinggang dan pundak. Vee tak sanggup lagi berdiri lebih lama.
Ia akhirnya jatuh tersungkur di mana cepat dua anak buah Sanchez menangkap tangannya. Sanchez berdiri dan dengan sekali pukulan, dia berhasil membuat Vee jatuh pingsan. Sanchez yang melihat Vee secara seksama meminta anak buahnya untuk membawa pulang pria itu.
“Coba kau cari tahu tentang latar belakang laki-laki ini sekarang juga!” perintah Sanchez.
Sanchez yang sedang berada di ruang kerjanya, melihat foto kakak juga istri dan anak laki-laki mereka. Keluarga itu bernasib malang karena harus mati di tangan musuh. Sedangkan anak laki-laki itu menghilang tanpa kabar. Bahkan entah masih hidup atau sudah mati ia juga tak tahu.
Jam berlalu. Begitu terjaga, Vee sedang duduk di sebuah kursi dengan tangan terikat di belakang. Sanchez masih mengamatinya dan menyadari sebuah tanda lahir yang tepat berada di bagian belakang telinga Vee. Tanda lahir yang sangat familiar, tapi ia juga tak yakin.
Tubuhnya masih terasa begitu sakit dengan darah yang mulai mengering di mana-mana. Vee yang masih mengerang kesakitan mendadak terkejut ketika pintu itu dibuka. Sanchez berhamburan masuk dan segera memeluk Vee erat.
“Keponakanku, Vante, kau keponakanku.”
__ADS_1
Tentu saja Vee sangat bingung, tapi dia juga tidak tahu pasti apa yang terjadi. Lagipula toh ia juga tidak bisa memberontak. Vee hanya diam dan menunggu Sanchez mengeratkan pelukan.
“Tunggu apa lagi kalian!? Ayo buka ikatan tanganya dan cepat obati dia!” perintah Sanchez pada anak buahnya.
Anak buah Sanchez yang sebelumnya berjaga tentu saja saling tatap. Tapi, mereka tidak bisa membantah dan mengikuti permintaan Sanchez. Tubuh Vee akan segera mabruk, tapi Sanchez dengan cepat menangkap tubuhnya.
“Kau pasti bingung. Aku akan menjelaskan semuanya padamu di ruang kerja setelah kau diobati dan mendapat pakaian baru.”
Setelah semuanya selesai. Vee duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan kerja Sanchez. Tatapan mata yang sebelumnya tajam dan penuh benci, kini berubah menjadi lebih hangat dan lembut. Kata-kata Sanchez mengenai keponakan masih begitu lekat di otaknya.
“Kau adalah keponakanku. Kau adalah anak dari adikku, Boirez dan juga istrinya, Clarissa.” Sanchez menyodorkan foto keluarga mereka.
“Aku masih tidak mengerti,” kata Vee.
“Aku mempelajari sedikit tentangmu. Kau ditemukan oleh Darco dengan kondisi hilang ingatan. Kau mengenal dirimu sebagai Vee dan mengenal Darco sebagai seorang ayah yang selama ini mengurus dan membesarkanmu. Tapi yang sebenarnya, aku adalah pamanmu dan Darco adalah musuh kita berdua,” ucap Sanchez lagi.
“Bisakah kau memulai dari aku?” tanya Vee yang ingin tahu.
“Nama aslimu adalah Tej Vante Kalanath. Dahulu sekali, kau terlahir dari pasangan Boirez dan Clarissa. Mereka mencintaimu sepenuh hati. Hingga usiamu sekitar delapan tahun ketika itu. Darco akhirnya berhasil menemukan Clarissa. Ia sangat marah dan membunuh kedua orangtuamu. Ia juga membakar seluruh rumah orang tuamu ketika itu. Aku terlambat mengetahuinya. Aku pikir kau juga tewas dalam kebakaran itu. Ternyata, Darco membawamu. Aku tidak tahu juga apa yang terjadi padamu saat itu, tapi sepertinya kau kehilangan ingatanmu,” jelas Sanchez panjang lebar.
__ADS_1
“A-aku masih bingung. Clarissa? Aku rasa aku pernah mendengar namanya.” Vee coba berpikir.
“Boirez menculik Clarissa karena ia tahu bahwa Darco jatuh cinta pada wanita itu. Awalnya mereka menjalani hubungan sebagai tawanan dan juga mafia. Tapi, hubungan mereka berlanjut dan berkembang menjadi cinta. Saat Darco masih sibuk mencari sosok Clarissa, saat itu juga mereka menikah secara resmi. Boirez dan Clarissa benar-benar pasangan bahagia,” ucap Sanchez membuat Vee makin terkejut.