Terjebak Cinta Kaki Tangan Mafia

Terjebak Cinta Kaki Tangan Mafia
Kantor Polisi


__ADS_3

Sesuai perkataannya pada Juan, hal pertama yang Hope lakukan adalah menemui Vee. Pria itu berada di dalam ruang interogasi dengan tangan terborgol. Bagaimanapun masih begitu membingungkan bagi Hope karena walau mereka tak melihat langsung, mereka bisa melihat bagaimana Darco terkapar di sana.


“Akhirnya setelah perburuan yang begitu lama, kami berhasil menangkapmu,” ucap Hope.


“Aku atau Darco yang sebenarnya kau cari? Aku ini hanya anak buah dari raja mafia itu. Apa gunanya menangkapku sekarang? Bahkan menjebloskan aku ke penjara tidak akan memberikan apapun padamu,” ucap Vee kali ini.


“Tadi itu, apa yang aku lihat sebenarnya. Pertarungan antar geng? Atau memang kau yang membangkang dan berakhir mengkhianati Darco?” tanya Hope.


“Kau sangat ingin tahu? Bukankah sekalipun aku yang membunuhnya, kalian harusnya berterima kasih padaku dan bukannya menahanku seperti ini?” tanya Vee lagi.


“Bagaimanapun membunuh itu salah. Terlalu mudah baginya mati dengan cara seperti itu. Sedangkan dia bisa saja hidup sengsara di penjara,” ucap Juan yang mendadak masuk melalui pintu.


“Hm, seberapa kau yakin bahwa penjara akan membuatnya jera? Sedangkan uangnya bisa memberikannya apa saja. Dia bisa hidup dengan nyaman di penjara. Bahkan hukuman seumur hidup tidak akan menghentikannya,” ucap Vee santai.


“Jadi, itu yang membuatmu berpikir perlu menjadi pahlawan kesiangan dengan membunuhnya? Apa tidak keterlaluan membunuh seseorang yang sudah membesarkanmu selama ini?” tanya Juan lagi.


“Bukankah itu yang selama ini kau inginkan? Kau juga memburunya karena ingin membalas dendam kan? Apa kau pikir aku tidak mengetahuinya? Lalu karena Darco sudah mati di tanganku, apa kau merasa kalah?” tanya Vante lagi.


Juan kali ini terdiam. Benar juga kalau dipikir. Ia memang marah karena Darco ternyata tak ingat sama sekali dengan pembunuhan kedua orangtuanya. Dia sama sekali tidak merasa mengingat apalagi bertanggungjawab.


“Apa yang kau harapkan? Apa kau pikir dia akan mengingatmu? Asal kau tahu saja, kalaupun itu benar dia, maka orang tuamu hanyalah sedang tidak beruntung saja. Apa kau pikir, Darco akan rela mengotori tangannya sendiri?” tanya Vante yang terlihat begitu santai.


“A-aku-”

__ADS_1


“Sama saja! Nasib kita ini sama. Kau pikir hanya orang tuamu yang menjadi korban kekejaman Darco? Orang tuaku juga. Mereka juga meninggal di tangannya. Bahkan aku melupakan siapa diriku selama puluhan tahun belakangan ini. Kau pikir hanya kau yang menderita di sini?” tanya Vante.


“A-apa?” tanya Juan yang tak percaya.


“Bukankah itu yang kau tunggu? Pengakuanku kan? Maka aku sedang mengakuinya sekarang. Aku selama ini mengalami amnesia. Namaku yang kau tahu mungkin Vee, tapi itu bukan aku. Aku melakukan semua tindakanku sebelumnya jelas hanya sebagai bentuk melindungi diri sendiri. Aku tahu aku akan dilepaskan setelah interogasi terus menerus.” Vante terlihat begitu santai.


“Kau … bukankah terlalu percaya diri untuk seorang kaki tangan mafia?” tanya Juan yang kesal.


Vante memang benar. Entah apa yang membuat Juan kesal. Maka, lebih baik adalah pergi dari sana. Menahan Vante untuk beberapa hari, sambil menunggu hasil investigasi polisi di lokasi kejadian. Selain itu, ia juga masih harus terbagi dengan Jeni yang terbaring di rumah sakit.


“Bagaimana kondisi Jeni?” tanya Hope yang khawatir.


“Aku juga belum mendapat kabar apapun dari rumah sakit. Aku akan pergi ke sana setelah ini.” Juan mulai berjalan.


“Aku ikut denganmu,” ucap Hope kemudian.


“Tuan, kau tidak bisa melakukannya karena Vante sedang masa interogasi. Lagipula anggota kami yang merupakan penanggungjawab juga belum kembali. Kita tidak bisa melakukannya begitu saja,” ucap sang kapten.


“Dia tidak akan pergi kemana-mana. Dia masih akan ada di sini dan memenuhi panggilanmu kalau kau memang membutuhkannya. Aku bisa menjamin itu. Oleh karena itu, uang ini ada kan?” tanya Sanchez yang kesal.


“Tuan, aku-”


“Apa lagi yang menjadi beban pikiranmu itu? Apa kau lupa berapa banyak bantuan yang sudah aku berikan padamu? Aku sama sekali tidak ingin mengungkitnya, tapi kau yang memulai. Bahkan pada akhirnya Darco berhasil ditaklukkan olehku dan pria yang sedang kau tahan itu.” Sanchez tak mau kalah.

__ADS_1


“Ta-tapi, kalau boleh tahu, kenapa kau melakukan ini? Siapa Vee bagimu?” tanya sang kapten.


“Dia adalah keponakanku yang sudah lama hilang. Selama ini dia diculik oleh Darco. anpa ingatan, dia dibuat tunduk dan mengabdi padanya di bawah bayang-bayang semu rasa terima kasih. Itu kenapa sekarang, aku akan melakukan apapun demi dia. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada orangtuanya yang tewas.” Sanchez menatap serius.


“Baiklah. Aku akan melepaskannya. Hanya saja saran dariku, untuk sementara waktu, bawa keponakanmu itu jauh dari sini. Kembalikan identitasnya sebagai Vante yang sah. Setelah situasi mereda, ia bisa kembali ke negara ini,” ucap sang kapten.


“Saran yang bagus. Kuruang lebih aku juga sudah memikirkannya. Aku harap identitas baru bisa membuatnya terlepas dari berbagai tuduhan. Dia tidak bersalah. Aku yakin itu,” ucap Sanchez penuh percaya diri.


Sesuai perkataannya, Vante akhirnya pergi dari sana atas bantuan sang paman. Vante juga memperhatikan kondisi sang paman yang terluka di beberapa titik. Setidaknya untuk saat ini, dia sangat lega bisa bertemu dengan keluarga satu-satunya itu.


“Paman, kau baik-baik saja?” tanya vante terlihat khawatir.


“Hei, kau ini! Kau seharusnya memikirkan dirimu sendiri saat ini. Bukannya malah aku,” ucap Sanchez kesal.


“Bagaimana dengan Jeni? Dia baik-baik saja?” tanya Vante penasaran.


“Aku yakin kau akan menanyakannya. Dia sedang dirawat di rumah sakit karena gegar otak. Belum sadarkan diri juga,” ucap Sanchez.


“Paman, aku harus segera kesana,” ucap Vante mantap.


“Dengarkan aku dulu. Sebelum kesana, aku perlu bicara denganmu mengenai beberapa hal. Aku sudah memikirkan mengenai masa depanmu. Aku akan memberimu kesempatan menemui Jeni asal setelah itu kau menuruti semua ucapanku. Aku ingin kau pergi untuk sementara waktu dari negara ini. Rubah identitasmu dan kembali setelah dua atau tiga tahun minimal,” ucap Sanchez.


“Pergi dari sini? Paman, tapi aku punya janji dengan Jeni,” ucap Vante.

__ADS_1


“Kalau kau ingin kehidupan yang lebih baik dengan gadis itu, maka ikuti semua kata-kataku. Pikirkan jangka panjang. Ini akan lebih baik bagimu dan gadis bernama Jeni itu,” ucap Sanchez lagi.


Vante memikirkan semua ucapan sang paman. Ia juga membayangkan mengenai masa depan yang disampaikan oleh Sanchez. Ucapannya memang benar. Kalau terus bertahan di sini, entah apa yang akan dilakukan Juan dan Hope untuk menjebloskannya ke penjara. Bahkan setelah ia tak terbukti bersalah.


__ADS_2